
Astara tersentak. Sebuah tangan menembus dada Astara. Ning Qing tersenyum lebar. Namun, tubuh Astara tiba-tiba menjadi aliran listrik yang menyambar Ning Qing di seruluruh tubuhnya. Ning Qing berteriak kesakitan menahan sengatan listrik itu.
Astara dari atas menghunuskan pedang Narendra. Lubang dimensi kembali muncul dari tanah. Ning Qing masuk, lalu kembali muncul dari atas bukit.
"Padahal aku yakin itu tubuh aslimu, kau sengaja menyalurkan energi ki ke bayangan dan menghilangkan energi ki mu," ucap Ning Qing terbatuk.
Astara mendongak tersenyum menatap Ning Qing. "Aku belajar darimu."
"Secepat itu kau menguasai tehnik penekan ki?"
"Sebenarnya aku sudah menguasai tehnik ini, tapi karena aku anggap ini tehnik yang menyedihkan, jadi aku tidak pernah menggunakannya. Tapi, untuk menghadapi makhluk licik sepertimu, aku harus menggunakannya," jawab Astara.
Ning Qing mengerang, lalu menyerang mengubah dirinya menjadi ribuan suriken diselimuti aura api hitam. Astara menggunakan element angin untuk menahan ribuan suriken itu. Namun, suriken itu bisa berbelok sesuka hati menghindari serangan dari Astara.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah bukit yang ada didekat Astara roboh. Astara yang melihatnya langsung menghindarinya, tapi ribuan suriken itu mengenai Astara beserta api hitamnya. Astara menjerit karena panasnya api hitam, dia meningkatkan energi ki untuk melepas apu hitam yang ada di dalam tubuhnya. Tapi, itu akan menguras tenaganya. Astara bersembunyi untuk mengatur strategi berikutnya.
"Jurusnya sangat merepotkan," gumam Astara dengan napas tersengal.
Ribuan suriken itu bersatu menjadi Ning Qing. Berjalan mencari keberadaan Astara. Monster batu itu kembali dan menghancurkan segala yang ada. Changguan tiba-tiba menyerang menggunakan semburan api. Monster api itu menangkis dengan tangannya dan menyemburkan api ke arah Changguan.
Changguan melompat menghindarinya, tapi Ning Qing muncul dari lubang dimensi dan menendang Changguan dengan aura api hitam. Changguan melesat dengan deras hingga perut Changguan terdapat bekas kaki Ning Qing.
Dari balik bukit, Astara menyerang Ning Qing dengan tebasan petir. Ning Qing bisa menghindari serangan itu dengan mudah. Astara segera melihat keadaan Changguan yang tampak lemah.
"Maafkan aku, Astara."
"Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik." Astara kembali memasukan Changguan ke dalam sarung pedangnya.
__ADS_1
"Makhluk lemah seperti itu tidak mungkin bisa mengalahkan monster batuku," ucap Ning Qing.
"Kau jangan sombong dulu, kaisar kegelapan?" Astara menaikan energi ki membentuk aura emas menyala.
Ning Qing dan monster batu itu menyerang Astara secara bersamaan. Astara melesat ke atas, lalu menggunakan sebuah energi ki berbentuk cincin dilemparkan ke Ning Qing dan monster batu. Mereka berdua menghindar, tapi cincin itu semakin membesar. Ning Qing bisa lolos, tapi monster batu yang yang memiliki tubuh raksasa itu tertatangkap. Cincin energi itu mengikat tubuh monster batu sehingga dia tidak bisa berkutik.
"Kurang ajar kau!" pekik Ning Qing.
Astara kembali mengeluarkan energi bulan sabit. Ning Qing bisa menghindari serangan itu dengan gerakan cepatnya, lalu mencekik Astara dengan tangan panjangnya. Ning Qing memutar-mutar tubuh Astara, lalu melemparnya hingga membentur tebing.
Astara kembali bangkit mendekati Ning Qing. "Kalau kita bertarung seperti ini terus, tidak akan pernah selesai. Serangan lemah seperti itu tidak mungkin bisa melukaiku?"
"Aku tau itu, tapi aku sedang mempersiapkan sesuatu untukmu. "Sebuah patung raksasa muncul dari lubang energi.
__ADS_1