Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Hai Xuan Curiga.


__ADS_3

Keenam kaum asyura itu tidak punya kekuatan jika sayap mereka patah. Butuh waktu belasan tahun untuk menumbuhkan sayap mereka lagi. Panglima asyura pun mundur dari pertempuran. Sedangkan keenam prajurit asyura itu dibunuh oleh Hai Xuan saat mereka berlari ketakutan. Astara tersenyum lebar karena berhasil mengalahkan prajurit asyura.


"Senior Xuan, terima kasih telah membantu saya," ucap astara memberi salam.


Tanpa menatap astara, Hai Xuan pergi sambil melebarkan kipas yang selalu dia bawa. Bailin yang sedari tadi bersembunyi datang menghampiri Astara. Menatap kesal punggung Hai Xuan.


"Astara kau tidak apa-apa, kan?" tanya Bailin.


Astara tersenyum simpul. "Aku tidak apa-apa."


Jiarong dan Gongfu berlari menghampiri Astara dan Bailin.


"Syukurlah asyura berhasil dikalahkan," ucap Gongfu.


"Ini berkat bantuan senior Hai Xuan yang memberi tau kelemahan asyura," jawab Astara.


"Hai Xuan?" Gongfu terkejut.


Astara mengangguk.


"Dari mana dia tau kelemahan asyura?" tanya Gongfu.

__ADS_1


"Ketua sekte bisa menanyakan langsung dengan senior Hai Xuan."


Gongfu pun penasaran ingin menanyakan hal ini kepada Hai Xuan.


"Pendekar ikat kepala, mari ke ruang pengobatan biar aku sembuhkan lukamu," ucap Jiarong.


Astara, Bailin, Jiarong berjalan beriringan menuju ruang pengobatan.


"Bagaimana keadaannya Yutang, kondisinya sudah lebih baik. Aku ingin melihatnya, bagaimanapun juga dia terluka gara-gara aku," ucap Astara.


"Hey Astara, kau tidak usah terlalu baik, dia pantas mendapatkannya. Dia menyerangmu dari belakang," ucap Bailin.


Astara mengangguk tersenyum menatap Jiarong. Yutang terlihat tertidur pulas. Astara duduk di ranjang samping Zhang Yutang. Jiarong mengambil air penyembuhan untuk mengobati luka memar yang ada di dada Astara.


Dengan air penyembuhan, luka memar Astara sembuh dengan cepat. Astara kagum dengan apa yang di lakukan Jiarong. Tiba-tiba, sekelebat ingatan Astara muncul bersama Jiarong di kahyangan.


Jiarong menggoyangkan lengan Astara yang membuat ingatan itu hilang. "Kau tidak apa-apa, pendekar?"


"aku tidak apa-apa." Astara masih terlihat bingung dengan apa yang terjadi. Dia seperti melihat masa lalunya.


Di ruangan Hai Xuan, Gongfu duduk bersama sambil meminum teh hijau. Dia ingin menanyakan kelemahan bangsa asyura untuk dikabarkan ke penjuru dunia.

__ADS_1


"Asyura terlahir dari batu panas, sayap asyura memang bisa menambah kekuatannya berkali lipat, tapi sayap itu pula yang menjadi titik lemahnya. Jika kita berhasil memotong sayapnya, kekuatannya akan hilang," ucap Hai Xuan.


Gongfu mendengarkan penjelasan Hai Xuan dengan seksama sambil bersulang.


"Selama dua puluh lima tahun kau belajar di sekte Lin'an, aku tau kau adalah murid yang cerdas. Tapi, aku tidak menyangka kau bisa menemukan kelemahan asyura. Ini sangat membantu untuk dunia ini," ucap Gongfu bangga.


Hai Xuan memberi salam penghormatan. "Hai Xuan masih butuh bimbingan guru."


"Kau tidak usah sungkan kepadaku, bagaimanapun juga, kau telah berjasa,"ucap Gongfu.


Hai Xuan tersenyum kembali bersulang dengan Gongfu.


"Hai Xuan mau bertanya kepada guru?"


"Apa."


"Siapa yang memenuhi wadah air penyembuhan itu?" tanya Hai Xuan.


"Astara, anak itu masih muda, tapi kemampuannya luar biasa, baru kali ini ada orang yang bisa membawa air penyembuhan sebanyak itu," jawab Gongfu.


Hai Xuan tampak menyelidik, dia mulai curiga dengan Astara. Hanya seorang dewa yang mampu membawa air penyembuhan sesuka hati.

__ADS_1


__ADS_2