Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Tertangkap.


__ADS_3

Siku Jiarong berdarah karena terbentur sebuah pilar. Jiarong terus menghindari serangan pedang ksatria itu. Prajurit istana yang melihat membantu ksatria penjaga. Jiarong terpojok, tapi tidak ada cara lain selain melawan. prajurit istana menyerang Jiarong secara bersamaan.


Jiarong mampu mengatasi perlawanan prajurit istana. Namun, sebuah tendangan dari udara mengenai dada Jiarong, dia terpental, namun masih bisa berdiri dengan susah payah.


"Menyerahlah, atau aku akan membuatmu menderita," ucap ksatria negeri salju.


Jiarong hanya bisa menatap ksatria itu sambil memegangi dadanya yang terluka.


"Lepaskan temanku!" Dengan segenap tenaga yang tersisa Jiarong menyerang ksatria negeri salju. Ksatria negeri salju dengan mudah menangkap tangannya, lalu membekuknya hingga Jiarong tidak bisa betkutik.


"Prajurit, bawa perempuan ini menghadap perdana menteri Viktor," perintah ksatria salju.


"Baik, Ksatria." Dua orang prajurit membawa Jiarong menghadap perdana menteri.


"Berlutut." Jiarong dipaksa berlutut oleh dua prajurit itu.


Seorang pria gagah dengan mahkota emas dan jubah kebesarannya duduk di singgasana.


"Prajurit, ada apa kalian membawa wanita ini ke istana," ucap sang raja.


"Lapor Perdana Menteri, wanita ini teman dari siluman ular itu. Dia telah menyusup di istana ini," ucap salah satu prajurit.

__ADS_1


Sang perdana menteri tertawa. "Seorang wanita cantik berani menyusup di istanaku. Dari mana asalmu?"


"Hamba dari negeri bambu, Tuan," jawab Jiarong lirih.


"Temanmu tidak akan aku lepaskan, dia memiliki kristal hijau yang sangat berharga di negeri ini," ucap sang raja.


"Mohon ampuni teman saya, saya berjanji kepada Perdana Menteri setelah temen saya bebas, saya akan mengabulkan permintaan Perdana Menteri," ucap Jiarong dengan sembrono.


Perdana Menteri terkekeh, lalu berjalan pelan mendekati Jiarong. Jiarong terlihat takut dengan perdana menteri negeri salju itu.


Perdana menteri itu memegang pipi Jiarong, Jiarong berontak melepaskan cakalan tangannya.


Jiarong dengan ragu mengangguk.


"Baik, permintaanku gampang. Kau harus menjadi selirku gadis cantik," ucap perdana menteri.


Jiarong terbelalak. "Maaf Tuan Perdana Menteri, saya sudah punya suami. Selain itu apapun akan saya lakukan."


"Gadis kecil, aku ini hanya ingin kamu, dari pada kau hidup dengan suamimu yang miskin. Lebih baik kau menjadi selirku, apapun yang kamu inginkan akan terpenuhi." Perdana Menteri pongah mengandalkan hartanya.


"Maaf, saya tidak bisa," balas Jiarong tegas.

__ADS_1


Perdana Menteri Viktor berbalik menatap Jiarong tajam, lalu mencekik lehernya. "Wanita sialan, aku telah berbaik hati menjadikanmu selir, tapi kau malah menolaknya. Kau pikir bisa kabur dariku. pengawal jebloskan perempuan ini ke dalam penjara!"


Jiarong yang masih lemah, di seret di penjara bersebelahan dengan Xiao Yu. Xiao Yu yang kedua tangan dan kakinya terikat oleh rantai besi terkejut melihat Jiarong ada di sini.


"Putri Jiarong!"


"Xiao Yu."


"Maafkan saya karena tidak mendengarkan ucapan, Tuan Putri." Xiao Yu menangis.


"Tidak apa-apa, Xiao Yu. Yang penting kamu sudah menyesali perbuatanmu."


"Kenapa putri ada di sini?" tanya Xiao Yu.


"sisik ularmu menghampiriku, aku tau kau dalam bahaya, jadi aku bergegas ingin menolongmu. Tapi, penjaga di sini terlalu kuat untukku," ucap Jiarong.


"Maafkan saya, Putri. Gara-gara saya, putri ikut ditangkap." Xiao Yu merasa bersalah dan hanya menjadi beban.


"Kau tidak perlu minta maaf, Xiao Yu. Yang terpenting, kita harus cari cara keluar dari tempat ini," ucap Jiarong menyemangati Xiao Yu.


Xiao Yu mengangguk mantap.

__ADS_1


__ADS_2