Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Xiao Yu Dilema


__ADS_3

Zhang Yutang mengirim surat balasan untuk membunuh Astara dan menculik putri Jiarong.


"Pasukan, kita akan serang sekte Lin'an!" perintah Yutang.


Mereka terdiam tidak ada yang berani menjawab, tampak ragu untuk menjawab.


"Kenapa kalian diam." Dengan jurus pisau anginnya Yutang membunuh salah satu dari prajurit istana.


Serentak prajurit istana berlutut meminta ampun atas tindakan mereka. "Maaf Paduka, mohon jangan bunuh kami, kami akan menuruti perintah Paduka."


"Kalian harus mengikuti perintahku, kalau tidak, aku akan menghancurkan istana ini," ucap Zhang Yutang.


"Baik, Paduka." serentak prajurit ular.


Mereka bingung harus tinggal dimana kalau Istana ular di gunung Lin'an dihancurkan. Mau pindah mereka harus bertarung dengan siluman lain untuk menguasai daerah.


Sementara itu Astara dan Jiarong tengah asyik menata bunga mawar merah yang ada di guci. Mereka berdua terlihat bahagia. Xiao Yu diam-diam mengintip dari jendela.


Xiao Yu sebenarnya tidak tega untuk membunuh Astara. Namun, dia harus melakukannya demi rakyat dan istana ularnya.

__ADS_1


"Jika kita sudah menikah, kau mau mengajakku kemana?" tanya Jiarong.


"Aku akan mengajak ke puncak gunung Lin'an."


"Hati-hati di sana ada siluman ular yang sedang bertapa," ucap Jiarong.


"Dari mana kamu tau?" tanya Astara penasaran.


"Waktu kecil ayah pernah mengajakku berburu, tidak sengaja kami berjalan jauh sampai ke puncak gunung. Ayah melihat ada sebuah istana tak kasat mata yang dihuni ratu ular dan anak buahnya. Hanya orang yang punya ilmu kultivasi yang bisa melihat," ucap Jiarong.


"Aku jadi penasaran ingin ke sana," ucap Astara.


Tiba-tiba Xiao Yu sudah ada di muka pintu. "Ehem ...."


"Xiao Yu, kenapa kamu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu," ucap Jiarong.


"Aku sudah mengetuk pintu beberapa kali, tapi kalian tidak mendenganya," jawab Xiao Yu cemberut.


"Kami tadi keasyikan merangkai bunga mawar," alasan Astara.

__ADS_1


"Aku dengar tadi kalian ingin menemui istana ular di puncak gunung ya," ucap Xiao Yu girang.


"Kau tadi nguping ya," tunjuk Jiarong.


"Aku tidak nguping, aku tidak sengaja saja mendengar pembicaraan kalian," alasan Xiao Yu.


Xiao Yu menaruh minuman di meja, lalu diam-diam dengan ilmu sihirnya, dia mengambil racun ular yang ada di dalam minuman itu. Astara melihat Xiao melakukan sesuatu terhadap minuman itu. Xiao pamit pergi.


Jiarong mengajak Astara duduk sambil menikmati secangkir teh louhan.


"Tunggu, jangan diminum dulu." Astara mencium aroma teh itu. Tidak ada yang mencurigakan, baunya masih asli dari daun teh.


"Kenapa kau mencium itu, tidak mungkin ada racun di dalamnya," ucap Jiarong.


"Tadi aku melihat Xiao Yu, menggunakan ilmu sihirnya. Entah apa yang ingin diperbuatnya," ucap Astara.


"Tidak mungkin Astara, Xiao Yu itu gadis biasa. Dia tidak mungkin bisa menggunakan ilmu sihir," ucap Jiarong.


Astara tersenyum tipis, lalu meneguk teh itu bersamaan dengan Jiarong. Xiao Yu masih mengintip mereka berdua dari balik lubang yang dia buat. Xiao Yu tidak tega untuk memisahkan mereka. Nuraninya berontak, mereka berdua orang baik.

__ADS_1


Tapi, kalau dia tidak membunuh Astara istana dan prajurit ularnya akan dibunuh oleh Zhang Yutang. Xiao Yu membulatkan hati, dia mengirim surat palsu kepada Zhang Yutang, mengabarkan kalau Astara sudah meminum racun ular yang dia racik. Dengan ilmu sihirnya dia mengirim surat itu.


__ADS_2