Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Kekuatan Yang Hebat.


__ADS_3

Flash Back On.


"Jingyi!" Dewa bintang berteriak meratapi nasibnya.


Tiba-tiba sebuah kapak terbang dengan kilatan petir merah menghujam menancap di dada dewa bintang. Seketika itu dewa bintang tergeketak bersimbah darah. Tubuhnya menghilang Bereinkarnasi menjadi siluman wabah yang bersemayam di gunung kulun.


Narendra dan Jingga yang melihat gurunya dieksekusi menangis. Soma juga mengalami kesedihan saat pulang ke rumah. Kadang dia tertawa saat aura kegelapan menguasainya kadang dia menangis saat aura kegelapan itu redam.


Saat itulah dia mulai berlatih keras untuk meningkatkan level kekuatannya. Misi demi misi dituntaskan dengan baik. Seiring berjalannya waktu Soma diangkat menjadi dewa perang atas prestasinya. Namun, Soma kembali emosi tatkala tau kalau Narendra diangkat menjadi dewa perdamaian.


Bahkan jabatan itu lebih tinggi dari apa yang didapatnya saat ini. Aura kegelapan kembali berbisik untuk mempengaruhi Soma menyingkirkan Dewa Narendra agar bisa mendapatkan Jingga.


Flash Back Off.


"Baiklah, kalau ini caramu. aku tidak akan segan denganmu." Dewa bintang tanpa ragu menyerang dengan pedang ruyi.

__ADS_1


Kaisar kegelapan menggunakan aura kegelapan untuk menghentikan kecepatan pedang ruyi. Dewa bintang melesat mengambil pedang Ruyi, lalu mengayunkan pedang itu membentuk energi bulan sabit. Kaisar kegelapan menangkisnya dengan tombak dewa.


Aura kegelapan keluar dari tombak dewa dan menetralkan energi bulan sabit itu. Dewa bintang memutar tubuhnya berada di belakang kaisar kegelapan. dengan sekali tebasan, pedang ruyi berhasil memotong kepala kaisar kegelapan. Dengan napas tersengal dewa bintang tersenyum lebar.


"Bagus, Dewa bintang!" seru Astara.


Namun, sebuah panah emas mengarah tajam mengenai bahu dewa bintang.


"Hahaha ... kalau hanya kepala aku bisa mengembalikannya." Tubuh dan kepala kaisar kegelapan kembali menyatu.


Dewa bintang mengangguk sambil mencabut anak panah yang menembus bahunya.


"Sekarang kalian sudah mengerti 'kan bagaimana kekuatanku. Aku seorang dewa yang kekal dan tidak bisa dilukai!" Kaisar kegelapan menggunakan tombak bermata tiga untuk menyerang Astara.


Astara menggunakan aura biru untuk menciptakan gelombang angin yang membuat kaisar kegelapan mundur beberapa langkah. Kaisar kegelapan tersenyum sinis, lalu dia meningkatkan energi ki dan melayang mengeluarkan ribuan panah emas

__ADS_1


"Bersiaplah untuk mati!" Ribuan anak panah itu menghujam deras menyerang Astara dan dewa bintang.


Astara menggunakan tehnik pelindung berlapisnya untuk melindungi diri dari serangan kaisar kegelapan. Anak panah emas itu meleleh saat menyentuh dinding pelapis Astara. Lelehan ribuan anak panah emas itu masuk ke dalam tehnik pelindung dan mengeras mengunci pergerakan Astara dan dewa bintang. Mereka berdua tidak bisa bergerak karena kaki Astara dan dewa bintang tenggelam dengan cairan emas yang telah mengeras.


"Kita telah masuk perangkapnya," ucap dewa bintang.


Astara mencoba menggunakan aura merah untuk melekehkan emas yang membelenggu kakinya, tapi tetap tidak bisa.


Kaisar kegelapan berjalan pelan mendekati mereka berdua. "Percuma saja kalian melawan, emas itu tidak akan hancur dengan aura menyedihkanmu itu. Kalian tidak bisa berkutik lagi.


Astara menatap tajam kaisar kegelapan. "Aku tidak akan memaafkanmu!"


Kaisar kegelapan tersenyum menyeringai. "Apa kau tidak lihat, sekarang kau tidak bisa berkutik lagi. Aku bisa saja membunuhmu, tapi itu terlalu singkat bagiku. Aku ingin menyiksa kalian sampai mati."


Astara pun mengerang dan berteriak. Tanda V yang ada di keningnya menyala terang.

__ADS_1


__ADS_2