Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Pertarungan yang sengit Di Danau Lin'an.


__ADS_3

Gongfu mengelus janggut panjangnya. "Dulu monyangku dan pendekar lainnya menghentikan meteor besar yang hendak menghantam Negeri ini. Dengan energi ki nya para pendekar Negeri Bambu melempar meteor itu hingga jatuh ke lembah ini. Danau Lin'an adalah bekas jatuhnya meteor itu."


"Terima kasih atas cerita ketua sekte." Astara segera pergi menuju Danau Lin'an. Di sana terlihat ada Hai Xuan yang sedang berdiri di tepi Danau.


Hai Xuan Menoleh ke arah Astara. "Aku sudah mengira kau akan ke sini."


Astara curiga, memicingkan matanya. Hai Xuan tiba-tiba menyerang mengggunakan kipas terbangnya. Astara terbang menghindarinya. Mereka saling menatap tajam dengan rahang yang mengeras.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Astara dengan tatapan tajam.


"Hahaha ... aku ada di masa lalumu." Hai Xuan kembali menyerang dengan rantai emasnya. Astara berhasil menangkap rantai emas itu dengan kuat. Hai Xuan berusaha menarik tubuh Astara, tapi tidak bisa.


Hai Xuan mengumpulkan energi ki di telapak tangannya, begitupun dengan Astara, secara bersamaan mereka menghempaskan tenaga dalam itu. Terjadi ledakan hebat, mereka berdua terhempas mundur. Rantai emas milik dewa mengenai lengan kiri Hai Xuan. hingga terlihat darah berwarna hijau.

__ADS_1


Astara terkejut. "Kau adalah asyura!"


Hai Xuan tertawa, lalu mengubah dirinya menjadi makhluk hitam dengan tanduk yang ada di keningnya. "Aku adalah adik dari raja asyura yang telah menguasai gulungan langit."


"Jadi kau yang membuat dinding penghalang di danau ini," ucap Astara.


Rabah mengeluarkan kedua sayapnya, lalu mengeluarkan bulu-bulu tajamnya ke arah Astara. Astara mencoba menghindarnya, tapi satu serangan dari Rabah terlalu cepat, beberapa bulu tajam mengenai lengan dan kaki Astara hingga dia meringis kesakitan.


Astara terduduk dengan darah yang mengalir di tubuhnya. Astara mau menggunakan energi ki untuk melepas bulu itu. Namun, dia kelelahan karena terlalu banyak menggunakan energi ki.


Rabah dengan kecepatan tinggi menendang tubuh Astara hingga terpental jauh jatuh ke danau. Serangan yang dilancarkan Rabah begitu kuat. Astara tidak sadarkan diri, dia jatuh ke dasar danau. Namun, tanda dewa yang ada di kening Astara mulai menyala, seketika itu mata Astara terbuka dan mengeluarkan cahaya biru menyilaukan.


Astara bangkit dan terbang dengan kilatan petir yang ada di sekeliling tubuhnya. Rabah pun tidak percaya Astara mampu bangkit dari serangannya. Rabah kembali menyerag Astara dengan ratusan bulu tajamnya. Namun, ratusan bulu tajam itu tidak mampu menembus tubuh Astara yang di keliling kilatan petir.

__ADS_1


Astara berbalik menyerang, dia menggunakan air danau untuk membentuk sebuah naga air dan menyerang Rabah. Rabah menggunakan energi pelindung untuk menahan serangan Astara. Tapi, serangan Astara terlalu kuat, Rabah kwalahan sampai menghantam sebuah tebing.


Sekte Lin'an merasakan ada goncangan hebat yang terjadi di gunung Lin'an. Bailin dan Jiarong segera memeriksa apa yang terjadi.


"Itu dari arah danau," ucap Bailin.


"Bailin, antar aku ke sana," ucap Jiarong. Bailin dengan kekuatan sihirnya menghilang menuju tempat lokasi. Mereka berdua melihat Astara yang melayang di atas danau dan Asyura yang tubuhnya menghantam sebuah tebing.


"Tanda dewanya terbuka, pasti sedang terdesak" ucap Bailin.


"Apa yang harus kita lakukan Bailin!?"


"Kita tetap di sini, jangan ikut campur pertarungan mereka, kita bukan lawannya," ucap Bailin.

__ADS_1


__ADS_2