Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia
Dewa Perang Yang Panik.


__ADS_3

Dewa bumi yang berada di gua magma mendengar suara beruang kutub dari dalam hatinya. Dewa bumi pun memejamkan mata menyusuri lorong hatinya yang dipenuhi suara beruang kutub.


"Dewa bumi apa kau bisa mendengarkanku."


"Ada apa beruang kutub?"


"Kami telah tertangkap oleh ksatria langit selatan, sekarang kami sedang ada di penjara langit, bisakah kau memberi petunjuk kepada kami," ucap beruang kutub.


"Reinkarnasi dewi Jingga punya seruling kesuburan, gunakan itu untuk menembus dinding kedap suara penjara langit," ucap dewa bumi.


Beruang kutub membuka matanya. "Gunakan serulingmu untuk membuka dinding kedap suara ini."


Jiarong mengeluarkan seruling dari tangannya, lalu melantunkan lagu dengan penuh perasaan. Alunan seruling Jiarong begitu lembut hingga dinding kedap suara penjara langit terkikis. Bahkan suara seruling itu sampai ke istana langit.


"Suara seruling ini milik dewi Jingga," ucap kaisar langit.


Dewa perang yang sudah datang mencoba mempengaruhi kaisar langit. "Yang Mulia, harap jangan terlena dengan suara seruling ini. Hamba curiga ini perbuatan asyura yang menyusup."


"Tidak mungkin, aku mengenal betul lantunan seruling ini. Dewa petir! Aku perintahkan kau menyelidiki siapa yang memainkan seruling ini," ucap kaisar langit.

__ADS_1


"Siap, Yang Mulia." Dewa petir pun berangkat menuju sumber suara.


Dewa perang mulai terlihat cemas, tanpa ada perintah dari kaisar langit dia beranjak dari istana menyusul dewa petir.


"Kenapa Soma tiba-tiba pergi. Lancang!" Kaisar langit berdiri dengan amarah.


"Yang Mulia, izinkan saya mengikuti dewa perang." Ksatria langit barat menawarkan diri.


"Pergilah," titah sang kaisar langit.


Dewa perang menghentikan laju dewa petir.


"Kaisar langit telah menggantikan tugasmu kepadaku, kau boleh pergi sekarang," jawab dewa perang dengan tatapan dingin.


"Benarkah, kalau begitu saya pamit dulu."


"Berhenti!" Ksatria langit barat datang. "Kenapa kau pergi sebelum ada perintah dari kaisar langit?"


"Aku pikir dewa petir tidak cocok menjalankan tugas ini," ucap dewa perang.

__ADS_1


"Hey, kau telah melanggar aturan langit kalau seperti itu. Aku diperintahkan oleh kaisar langit untuk membawamu kembali ke istana," balas ksatria langit barat.


"Mohon maaf ksatria langit barat, biar aku yang menjalankan tugas ini." Dewa perang terbang menuju penjara langit, tapi dewa petir dengan kecepatan kilatnya berhasil menghadang dewa perang.


"Minggir kau, atau aku tidak akan segan terhadapmu," ucap dewa perang dengan tatapan tajam.


"Aku tidak bisa dewa perang, ini perintah dari kaisar langit. Kenapa kau begitu ngotot mengambil alih tugas ini?" tanya dewa petir.


"Itu bukan urusanmu." Dewa perang mengelusrkan tombak dewa bermata tiga bersiap melakukan pertarungan.


"Kalau kau serius aku juga akan serius." Dewa petir mengeluarkan palu dewa untuk menandingi senjata dewa perang.


Mereka berdua bertarung di atas udara. Kilatan petir dan aura api saling beradu dengan sengit. Dewa petir dengan senjata palu dewa mengeluarkan petir menyerang dewa perang. Namun, tombak dewa berputar kencang menangkis serangan petir itu.


Ksatria langit barat membantu dewa petir menghentikan kebrutalan dewa perang. Dia mengeluarkan pedang emas untuk menandingi senjata milik dewa perang.


"Baiklah, kali ini aku akan serius." Dewa perang menaikan energi ki dengan aura berwarna merah melindungi tubuhnya.


Dewa petir dan ksatria langit barat juga tidak mau kalah. Mereka berdua melapisi tubuhnya dengan zirah perak untuk melindungi tubuhnya dari serangan kekuatan dahsyat dewa perang.

__ADS_1


__ADS_2