
"Kita lebih baik mengawasi dulu, mengapa dewa pagoda dan dewa hujan ada di sini," jawab Bailin.
"Tapi kita tidak bisa membiarkan mereka menghancurkan rumah penduduk," ucap Suli.
"Kita tidak bisa apa-apa jika melawan mereka," balas Bailin.
"Dewa bintang, keluar kau!" pekik dewa pagoda sambil mengeluarkan api dari pagodanya.
"Dia memanggil dewa bintang," ucap Suli.
"Bukankah dewa bintang ada di gunung emei. Suli, kita harus segera ke gunung emei." Bailin memegang tangan Suli, lalu dia menghilang.
Bailin dan Suli terkejut pepohonan gunung emei hangus terbakar.
"Ini pasti perbuatan dua dewa laknat itu," cibir Bailin.
"Dimana dewa bintang?" tanya Suli.
Bailin berdecak, semua hangus terbakar. Tidak mungkin dewa bintang ada di sini. Xiao Yu yang melihat Bailin meminta tolong kepada dewa bintang untuk membuka portal pelindung. Dewa bintang pun menyanggupi keinginan Xiao Yu.
"Bai-Bai!" Xiao Yu berlari memeluk Bailin.
Bailin pun terkejut dan jatuh karena tidak siap menopang tubuh Xiao Yu. Suli yang melihatnya hanya bisa menahan tawa.
__ADS_1
"Hey, apa yang kau lakukan. Lepaskan aku," ucap Bailin berontak dari pelukan Xiao Yu.
Suli berdehem.
"Aku rindu sama kamu, Bai-bai. Lihatlah rambutmu berantakan, pasti jarang dirapikan." Xiao Yu menjambak rambut panjang Bailin.
"Kau jangan menarik rambutku." Bailin kembali terjatuh.
"Hey, kalian!" Cepatlah masuk!" panggil dewa bintang.
Mereka pun masuk dan melihat Astara yang sedang istirahat.
"Astara ada apa denganmu?" tanya Bailin terlihat khawatir.
"Aku dan Suli menaiki ikan paus raksasa," jawab Bailin.
"Baguslah, aku senang kalian bisa datang ke sini," ucap Astara.
"Pendekar Astara, diluar sedang ada kekacauan. Dua dewa telah membakar pemukiman penduduk," ucap Suli.
"Kami tau, tapi kita tidak bisa berbuat banyak. Astara dan aku sedang terluka akibat pertarungan di kahyangan dengan kaisar kegelapan," sahut dewa bintang.
"Kalian bertarung di kahyangan?" Bailin membulatkan mata.
__ADS_1
Dewa bintang mengangguk. "Aku dan Bailin belum bisa mengalahkan kaisar kegelapan."
"Jadi ini perbuatan Soma keparat itu!" umpat Bailin.
Suli dengan wajah nenunduk menawarkan diri untuk mengobati Astara dan dewa bintang. Suli menggunakan energi api birunya. Api biru itu masuk ke dalam tubuh Astara dan dewa bintang. Beberapa saat kemudian, energi hangat dari apu biru itu mampu mengembalikan energi ki Astara dan Dewa bintang Namun, Suli terlihat kelelahan karena telah menstranfer kekuatannya.
"Kau tidak hanya menyembuhkan kami, tapi juga mengirim energi ki mu kepada kami," ucap dewa bintang.
Suli terlihat kelelahan dengan wajah sayu. "Keselamatan dunia lebih penting, hanya kalian para dewa yang mampu mengalahkan dua dewa itu."
"Kami tidak akan menyia-nyiakan pengorbananmu, Suli," ucap Astara.
"Kalian tetap di sini jangan ada yang keluar. Xiao Yu kau obati Suli," perintah dewa bintang.
"Baik, dewa."
Astara dan Dewa bintang terbang menghampiri dewa pagoda dan dewa angin.
Dewa pagoda dan dewa hujan terus saja menghancurkan apa yang ada. Semua di bumi hanguskan hanya untuk memancing Astara dan dewa bintang keluar.
"Tidak seharusnya kalian melakukan tindakan pengecut seperti itu." Astara dan dewa bintang sudah berada di atas dewa pagoda dan dewa hujan.
"Akhirnya kalian datang juga. Aku pikir kalian hanya bisa bersembunyi karena takut melihat kami," ucap dewa pagoda menyombongkan diri.
__ADS_1