
Esok harinya, dewi bulan bersama dengan dewa bintang lengkap dengan zirah emasnya tiba di gua magma. Astara dan Bailin tertegun melihat penampilan Tao Feng yang gagah dan penuh wibawa.
"Seperti janjiku, aku telah membawa dewa bintang ke sini," ucap dewa bulan.
"Kau Tao Feng, kan?" tanya Bailin dengan mata membulat.
Dewa bintang terkekeh. "Kau lupa padaku, Bailin?"
"Tak kusangka penampilanmu bisa sekeren ini. Dulu aku hanya melihatmu sebagai guru para dewa dengan jubah putih saat kau sedang mengajar," ucap Bailin.
"Sekarang ini tiga alam dalam bahaya karena aura kegelapan. Aku akan membantu Astara menyelamatkan tiga dunia," ucap dewa bintang.
"Bagus, dengan begini kekuatan kita bertambah lebih kuat," ucap Bailin.
"Hormat kepada Dewa Bintang." Jiarong memberi penghormatan.
"Kau, dewi kesuburan." dewa bintang terkejut.
"Hamba Jiarong dari Negeri bambu."
__ADS_1
Dewa bintang mengerti apa yang dimaksud.
"Baiklah, sekarang waktunya telah tiba. Aku akan membawa Jiarong dan Xiao Yu bertapa di gunung emei. Dan kau Bailin, temani Astara menemukan kristal Narendra," ucap dewi bulan.
"Baik, Dewi."
Astara dan Jiarong saling menatap penuh makna. Mereka terlihat berat untuk berpisah. Namun, demi kebaikan tiga dunia apapun akan dilakukan sebagai tugas yang harus diemban.
"Bai-bai, tiap kali kamu merindukanku, pandanglah bulan di malam hari," ucap Xiao Yu menghapus air mata dan ingusnya dengan sapu tangan.
"Iya." Bailin berkata seakan tidak peduli.
"Ini aku berikan sapu tangan untukmu sebagai kenang-kenangan." Xiao Yu memaksa Bailin untuk menerima sapu tangan darinya.
"Kami pergi dulu!" Mereka berempat naik pegasus melambaikan tangan kepada Astara dan Bailin. Pegasus itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju gunung emei.
"Tak kusangka dewa bintang memilki hewan spuritual yang indah," ucap Bailin.
Astara menghela napas panjang. "Baiklah Bailin, mari kita pergi ke negeri pasir."
__ADS_1
Bailin mengangguk mantap.
"Pegang pundakku," ucap Astara mengeluarkan aura hijau.
Bailin memegang pundak Astara dan dengan sekejap mereka bedua telah sampai di negeri pasir.
"Wow ... ini luar biasa!" Bailin takjub dengan kemampuan Astara
Di Kahyangan, seorang prajurit langit melapor kepada kaisar kegelapan bahwa bola pengintai telah ditutupi dengan ilmu sihir. Kaisar kegelapan marah tidak bisa mengontrol emosinya dan membunuh prajurit langit yang memberi informasi kepadanya.
"Dewa pagoda, cepat hancurkan sihir itu!" perintah kaisar kegelapan.
"Laksanakan, Yang Mulia." Dewa pagoda kembali ke ruangannya menarik kembali bola pengintai dari bumi menuju kahyangan.
"Ternyata ini mantra dewa bumi." Segera dewa pagoda menghancurkan mantra penutup dewa bumi.
Dewa pagoda kembali ke istana langit melaporkan kalau ini ulah dewa bumi.
"Kurang ajar, beraninya dewa lemah itu melawanku!" kaisar kegelapan kembali marah.
__ADS_1
Dewa pagoda kembali mereka ulang kejadian saat dewa petir di perintahkan untuk menghabisi reinkarnasi dewa Narendra. Kaisar kegelapan semakin murka saat Astara masih hidup dan berhasil mengalahkan dewa petir dan dewa angin. Ditambah lagi Astara mampu membebaskan dewi bulan di dunia tanpa arah. Reka adegan sampai disana seiring kemarahan kaisar kegelapan.
"Kurang ajar! Ternyata selama ini mereka mempermainkan kita. Setelah empat prajurit langit pulih, berikan mereka tugas untuk membunuh dewa bumi. Aku ingin semua yang menentangku hancur lebur tanpa sisa." Teriakan kaisar langit membuat seisi kahyangan bergetar.