Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Ratna Ingin Segera Mengeksekusi Amasya


__ADS_3

Sambutan kurang baik yang di lakukan oleh Amasya saat Ratna berkunjung ke rumah Amasya. Telah membuat Ratna begitu meradang. Dia tak terima, Amasya mengusir dirinya begitu saja. Terlebih saat Amasya mengatakan dirinya sudah tidak takut dengan ancaman dari Ratna. Dia semakin ingin membuat Amasya kehilangan bayi yang ada di dalam kandungan Amasya.


Di ruangan Devi, Ratna mencoba membuat Devi turut marah pada Amasya. Tujuan dia jelas untuk membuat Devi semakin marah pada Amasya. Mengingat Amasya adalah orang yang paling di benci oleh keduanya.


Devi yang sedang mengerjakan beberapa dokumen yang harus di selesaikan oleh dirinya. Hanya terdiam tanpa suara mendengar Ratna bercerita akan Amasya. Devi tidak menambahkan, apalagi menyela ucapan dari Ratna. Dia lebih banyak terdiam sambil menganggukkan kepala saja. Hanya mengiyakan ucapan dari Ratna yang berbicara secara berlebihan akan Amasya.


"Mama rasa kita harus segera mengeksekusi Amasya. Mama sudah tidak sabar lagi menghadapi sifat dia yang mulai kurang ajar. Mungkin dengan memberikan dia pelajaran. Amasya akan tahu, dia sedang berhadapan dengan siapa. Itu harus segera kita lakukan untuk memberitahu kita siapa." Ungkap Ratna dengan nada tinggi.

__ADS_1


Devi masih belum merespon ucapan dari Amasya. Dia masih sibuk dengan beberapa dokumen yang harus dia kerjakan. Mengingat itu adalah dokumen yang cukup penting yang menyangkut klinik miliknya.


Devi baru kesal, setelah Ratna melakukan fitnah besar pada Amasya. Ratna memfitnah Amasya telah mengatakan jika Amasya lebih beruntung berkali lipat dari seorang Devi. Amasya bisa hamil, sementara Devi sudah tidak bisa hamil. Sehingga Amasya jauh lebih berharga sebagai seorang perempuan, di banding seorang Devi.


Ucapan yang menyangkut dirinya itu, langsung memancing emosi dari seorang Devi. Dia yang awalnya tidak peduli, dan belum tertarik untuk melakukan aksi jahatnya pada seorang Amasya. Secara tiba-tiba langsung terpancing emosi. Devi akhirnya marah pada Amasya.


"Untuk apa mama berbohong sayang. Perempuan jahat itu telah mengatakan hal buruk itu pada kamu sayang." Jawab Ratna mencoba meyakinkan Devi.

__ADS_1


"Kurang ajar. Dasar perempuan tidak benar. Dia memang harus segera di berikan pelajaran. Mungkin dengan begitu, dia akan sadar. Apa yang dia ucapkan adalah malapetaka untuk dirinya sendiri." Balas Devi begitu marah.


"Benar sayang. Mama juga ingin melihat dia menderita. Bahkan jauh menderita seperti yang kamu alami. Dia memang harus mendapatkan pelajaran setimpal sayang." Ucap Ratna semakin membuat Devi marah besar.


"Kapan kita akan melakukan aksi kita itu. Aku sudah tidak sabar untuk melihat perempuan itu menderita. Perempuan itu memang harus menderita. Sama seperti yang aku alami. Dia harus merasakan apa yang aku rasakan." Tegas Devi tetap dengan marahnya.


Ratna tersenyum bahagia. Pasalnya fitnah darinya pada Amasya berhasil. Dia sukses melakukan fitnah pada Devi. Sehingga Devi yang awalnya tidak tertarik pada Amasya. Mulai untuk melakukan tindakan yang jahat pada Amasya. Ini adalah berkah untuk Ratna. Sebab kekesalan dari Ratna, juga mulai menjalar ke hati Devi dengan begitu besarnya. Hingga Devi tertarik untuk melakukan aksi jahatnya pada Amasya.

__ADS_1


Mungkin Amasya secepatnya akan merasakan kesedihan yang terdalam. Kesedihan yang tidak pernah di alami oleh dirinya selama ini. Kesedihan yang akan membuat Amasya menderita seumur hidupnya.


__ADS_2