Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Malam Bergairah Amasya Dan Juan


__ADS_3

Rambut Amasya tidak hanya wangi saja, tapi juga memiliki sedikit gradasi yang cukup indah. Ada sedikit warna pirang yang mewarnai rambut lebat Amasya. Tidak hanya satu warna saja, namun ada warna lain yang membuat rambut Amasya semakin cantik lagi.


Kecantikan dari rambut Amasya tak hanya mendapat pujian dari Rehan saja. Tapi juga dari suaminya Juan dan Rini. Bahkan Rini mengaku iri dengan rambut baru dari Amasya yang terlihat begitu mempesona. Rini pun berharap bisa pergi ke salon untuk membuat rambutnya menjadi lebih indah lagi seperti Amasya.


Pujian Juan pada Amasya itu cukup membuat Amasya seperti melayang. Entah di langit ke berapa Amasya terbang. Namun Amasya serasa terbang tinggi dengan pujian yang Juan berikan pada dirinya.


Juan terus memuji kecantikan Amasya. Di setiap tempat, Juan terus melontarkan pujian manisnya pada seorang Amasya. Saat Juan dan Amasya makan. Di halaman rumahnya. Hingga sebelum Amasya tidur, Juan terus memuji rambut indah dari seorang Amasya.

__ADS_1


Juan tak henti menatap rambut indah Amasya itu. Bahkan saat Juan sudah terlentang di atas kasur. Juan terus melontarkan pujian setinggi langit pada Amasya.


Apalagi saat Amasya terlentang di samping Juan, dengan rambutnya yang jatuh memenuhi bantal penyangga kepalanya. Juan begitu senang memainkan rambut Amasya yang wangi tersebut. Dia pun sesekali mencium aroma wangi dari rambut Amasya tersebut.


"Aku suka banget lihat rambut kamu. Kamu benar-benar terlihat segar sayang." Ucap Juan mencium aroma rambut Amasya.


"Tidak apalah hiperbola, asal jangan hipertensi saja. Cukup cinta aku saja yang tinggi saja sama kamu. Jangan sampai tekanan darah aku juga tinggi." Ucap Juan sembari menggombal.

__ADS_1


Amasya tersenyum mendengar gombalan dari Juan. Tangan kanannya mulai mengelus lembut wajah Juan. Kedua bola matanya menatap Juan begitu tajamnya. Hingga Juan tidak membalas dengan tatapan penuh gairah.


Juan mulai mendekatkan kepalanya menuju ke arah kepala Amasya. Tidak ada 3 sentimeter. Wajah Amasya dan Juan begitu dekat. Sebelum akhirnya Juan langsung mencium bibir Amasya dengan begitu mesra. Cukup 30 detik untuk membangkitkan segala gairah seksual yang ada pada keduanya.


30 detik itu cukup untuk membuat Amasya terangsang hebat. Hingga senyum manisnya berubah menjadi sebuah senyuman penuh gairah. Juan yang semakin liar, mulai menjamah setiap inci dari tubuh Amasya. Amasya yang semakin nakal, juga mulai memainkan jari jemarinya menuju area sensitif dari seorang Juan. Hingga dengan cepat dia mulai memainkannya. Amasya benar-benar membuat Juan bergairah.


Hampir 40 hari lebih menunggu Amasya untuk benar-benar bersih dari sisa keguguran yang ada. Juan benar-benar memanfaatkan malam ini dengan sebuah sentuhan yang sempurna. Dia benar-benar menciptakan malam yang penuh gairah bersama Amasya. Dia menikmati setiap momen dalam sentuhan yang di berikan pada Amasya. Hingga Juan benar-benar membuat Amasya puas.

__ADS_1


Keduanya nampak menikmati malam yang bergairah tersebut. Hanya tersisa napas yang pendek yang di hembuskan oleh keduanya. Dimana keduanya begitu menikmati malam yang panas tersebut. Malam yang benar-benar menjadi sebuah impian bagi sepasang suami istri. Melampiaskan hasrat yang terpendam dalam tempo yang cukup lama. Hingga bisa menyalurkan dengan begitu puasnya. Adalah sebuah dambaan bagi setiap pasangan. Termasuk Juan dan Amasya di malam ini. Keduanya begitu menikmati setiap sentuhan yang ada. Hingga keduanya benar-benar dibuat puas oleh masing-masing pasangannya.


__ADS_2