
"Terima kasih dok." Ucap salah seorang pasien yang mendatangi klinik milik Devi.
Devi langsung membalas ucapan terima kasih dari salah seorang pasiennya itu dengan senyuman manis. Kemudian Devi mengucapkan kalimat hati-hati pada pasiennya itu, saat meninggalkan ruangan miliknya.
Sambil menunggu pasien berikutnya, Devi menyempatkan diri untuk mencari beberapa barang yang hendak mengisi lemari tasnya di sebuah aplikasi pembelanjaan online. Devi begitu tergoda dengan beberapa tas yang menurutnya sangat indah. Itu membuat Devi sangat menginginkan tas itu untuk mengisi lemari tasnya.
Sedang asyik melakukan pencarian tas yang hendak dibelinya. Tiba-tiba Ratna yang masuk ke dalam ruangan Devi, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mengejutkan seorang Devi. Kemudian Ratna dengan penampilan yang cukup menor duduk di kursi yang berada di hadapan Devi.
"Ada apa mama datang kesini?" Tanya Devi sedikit ketus.
"Mama ingin ajak kamu buat lihat kondisi ayah kamu." Jawab Ratna dengan antusias.
__ADS_1
"Maaf mah. Sepertinya aku tidak tertarik dengan ayah tiri aku itu. Jadi kalau mama mau lihat dia. Mama sendiri saja." Ucap Devi kembali memainkan handphonenya.
"Sebenarnya mama juga malas buat lihat si tua bangka itu. Tapi bagaimana juga, si tua bangka itu adalah suami mama. Masa dia di rumah sakit sendiri saja." Jelas Ratna dengan wajah jijiknya.
"Ya sudah, biar mama saja yang pergi sendiri. Tidak harus mengajak aku. Mama bisa pergi sendiri, tanpa harus mengajak aku." Ucap Devi kembali dengan wajah ketusnya.
"Masa mama sendiri saja sih sayang, mama malas kalau harus sendiri. Apalagi kalau mama harus bertemu dengan kakak tiri kamu itu. Pasti dia tanya-tanya mama. Mama malas buat jawab pertanyaan dari dia." Balas Ratna sedikit mengiba.
"Tapi mama yakin disana ada Juan dan Amasya, nanti aku takut. Sudah disana, tidak ada Amasya dan Juan lagi." Tanya Devi memastikan.
"Mama yakin, disana ada Amasya dan Juan. Mereka sudah pasti ada disana sayang. Mama yakin itu. Apalagi Amasya, mama yakin. Dia sudah ada disana." Jelas Ratna dengan begitu meyakinkan.
__ADS_1
"Tahu darimana?" Tanya Devi kembali.
"Kalau begitu, baik mama akan menelepon Ryan. Untuk memastikan ada Amasya dan Juan disana. Setahu mama Ryan masih disana." Jelas Ratna.
Ratna langsung melakukan panggilan telepon terhadap Ryan. Namun di panggilan pertama, Ryan tidak mengangkat panggilan telepon dari Ratna tersebut. Ryan sedang shalat dzuhur di mushola rumah sakit. Hingga Ryan harus mematikan handphone miliknya.
Di panggilan terakhir, atau panggilan ketiga. Baru Ryan bisa di hubungi oleh Ratna. Baru mengucap Hallo. Ryan, langsung diomeli oleh Ratna. Ryan telah membuat Ratna menunggu cukup lama untuk menelpon dirinya. Sekali pun Ryan menerangkan dirinya baru selesai sholat. Ratna tetap memarahi Ryan yang mengangkat panggilan telepon darinya cukup lama.
Akhirnya emosi dari Ratna sedikit mereda, setelah mendapat info dari Ryan akan keberadaan dari Amasya di rumah sakit. Mungkin itu adalah kabar yang cukup membahayakan untuk Devi. Pasalnya Devi tentu mau untuk mengantar Ratna ke rumah sakit, dengan keberadaan dari Amasya dan Juan di rumah sakit.
Mendapatkan informasi akan keberadaan Amasya dan Juan yang satu paket. Akhirnya Devi menyetujui untuk berangkat bersama Ratna melihat Alvin di rumah sakit.
__ADS_1