Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Pertemuan Tidak Sengaja Rehan Dan Amasya


__ADS_3

Rasanya rugi bagi Amasya, voucher untuk perawatan di salon tidak di gunakan oleh dirinya. Voucher itu cukup berharga bagi Amasya dalam melakukan perawatan yang optimal di bagian wajahnya.


Sebenarnya Amasya mengajak Rini untuk mengantar dirinya ke salon. Tapi Rini yang benar-benar di sibukkan dengan tugas kuliah, menolak halus ajakan dari Amasya. Rini masih harus mengerjakan tugas kuliah yang jumlahnya sangat banyak.


Dengan sangat terpaksa, Amasya harus pergi sendiri menuju salon. Di antar oleh Rendi menuju salon. Amasya dengan penampilan sederhananya menuju salon. Tidak ada perhiasan yang membungkus kedua tangannya. Hanya satu anting berlian yang di kenakan oleh Amasya.


Sepanjang perjalanan menuju salon tersebut. Amasya terus melakukan obrolan dengan Rendi. Rendi yang menyukai anime, terlihat antusias saat Amasya membicarakan anime kesukaan. Amasya semasa kecil sangat menyukai serial Sailor moon. Serial itu hampir setiap hari Amasya tonton. Sehingga Amasya mengenal setiap sosok pahlawan dari serial tersebut.


Tak hanya sekedar menonton, Amasya juga begitu hobi mengoleksi barang-barang yang bertema Sailor moon. Beberapa action figure dari Sailor moon di miliki oleh Amasya. Dia menyimpan action figure itu di rumah orangtuanya.


Rendi sendiri begitu menyukai seluruh anime. Dia sangat menyukai hal-hal yang berbau anime. Salah satu yang paling Rendi sukai adalah Doraemon. Rendi sangat menyukai kucing imut gembul berwarna biru dan putih tersebut. Rendi pernah berpikir, jika dia memiliki seekor kucing seperti Doraemon. Mungkin semua harapan Rendi akan terwujud sesuai dengan ekspektasi dari dirinya. Tanpa harus mengikuti jalur realita yang mungkin saja terjadi padanya.


Amasya tertawa kecil mendengar ucapan dari seorang Rendi. Amasya sadar, bagaimana terkadang hidup yang tidak sesuai ekspektasi itu terasa berat. Tapi itu adalah seni hidup yang harus terus di jalani. Seni itu yang membuat kita betah di dunia ini. Jika tidak seperti itu, mungkin manusia akan bosan dengan kehidupannya yang serba mudah.


Obrolan yang mengasyikkan, terkadang membuat perjalanan yang di lalui terasa singkat. Tanpa di duga, ternyata klinik tempat Amasya melakukan perawatan hampir tiba. Amasya pun meminta Rendi untuk segera menepikan mobilnya di sebuah klinik yang berbetuk ruko di pinggir jalan raya.

__ADS_1


Dengan kemampuan Rendi yang cemerlang dalam membawa mobil. Dengan segera, mobil itu berada di dalam parkiran klinik. Begitu tiba di dalam klinik, Amasya langsung mengucap syukur. Dia langsung mengusapkan wajahnya sambil mengucapkan kalimat syukur. Bagaimana juga, Amasya begitu bersyukur atas apa yang telah terjadi pada dirinya. Hingga akhirnya Amasya bisa tiba di klinik tersebut dengan selamat.


Amasya mengajak Rendi untuk masuk ke dalam klinik. Tapi Rendi menolak, dia pernah memiliki pengalaman ketika masuk ke dalam salon. Beberapa pegawai salon pria, berpenampilan seperti wanita. Menggoda seorang Rendi dengan begitu agresif. Mereka terus mencoba menyentuh wajah Rendi yang saat itu masih remaja. Dari pengalaman itu, Rendi tidak ingin kembali lagi masuk ke salon. Dia khawatir akan mendapatkan perlakuan yang sama dari pegawai salon yang genit.


Amasya yang baru pertama kali mengetahui hal tersebut. Langsung di buat tertawa atas pengakuan dari seorang Rendi. Dia tak bisa membayangkan bagaimana saat itu Rendi di ganggu oleh pria tukang lunak yang sudah tentu sangat genit. Tapi Rendi masih remaja, sehingga Rendi mungkin memiliki respon yang kurang. Sehingga Rendi merasa tidak nyaman hingga sekarang. Padahal mereka semua mungkin saat itu hanya bercanda saja pada Rendi. Tapi Rendi yang masih remaja, justru malah ketakutan dengan rayuan yang di berikan oleh dua pegawai salon tersebut.


Amasya akhirnya masuk kedalam salon tersebut dengan sendirinya. Tidak di temani Rendi yang mengantar dirinya menuju salon. Amasya masuk dengan penuh percaya diri menuju kedalam salon.


Begitu Amasya membuka pintu salon. Amasya langsung di sambut oleh pemilik salon tersebut. Dia begitu hangat pada Amasya, hingga Amasya terlihat nyaman saat masuk ke dalam salon miliknya.


Sebelum Amasya melakukan perawatan di salon tersebut. Amasya lebih dulu di ajak untuk berkeliling di sekitar area salon. Mungkin dengan begitu, Amasya akan semakin nyaman lagi berada di salon tersebut.


Dengan voucher itu Amasya mendapatkan perawatan berupa creambath, keratin serta perawatan rambut lain. Tapi Amasya juga tertarik untuk melakukan perawatan berupa pijat. Rasanya tubuh Amasya yang hanya di baringkan di atas kasur setiap harinya. Cukup membuat tubuhnya begitu pegal. Amasya pun berniat untuk melakukan perawatan tubuh lainnya berupa pijat. Itu mungkin bisa menjadi opsi bagus yang harus di pilih oleh Amasya.


Selesai semua perawatan itu, Amasya segera pulang. Dengan penampilan barunya yang lebih seger lagi. Amasya siap membuat Juan semakin terpesona akan kecantikan dari dirinya.

__ADS_1


Baru membuka pintu salon, Amasya langsung di kejutkan dengan pertemuan dirinya dengan seorang Rehan. Entah apa yang hendak Rehan lakukan di salon tersebut. Keduanya berpapasan tepat di depan pintu salon.


Rehan begitu takjub akan kecantikan dari seorang Amasya. Apalagi Amasya sudah melakukan perawatan di salon tersebut. Hingga kecantikan seorang Amasya seakan bertambah semakin cantik. Rehan pun tak henti menatap wajah cantik Amasya.


Amasya sendiri terlihat kurang nyaman saat Rehan menatap dirinya dengan begitu tajamnya. Untuk membuat suasana sedikit mencair lagi, Amasya langsung menyapa Rehan. Seketika Rehan pun langsung menghentikan tatapan tajamnya pada Amasya.


"Kamu mau apa datang ke salon ini?" Tanya Amasya.


"Ehmm.. Aku mau ngambil skin care milik istri aku." Jawab Rehan terlihat gugup.


"Kamu habis perawatan?" Tanya Rehan.


"Iya." Amasya terlihat malu-malu.


"Kamu semakin cantik." Puji Rehan secara spontan.

__ADS_1


Amasya langsung terkejut saat Rehan mengatakan hal tersebut. Dia bingung harus mengatakan apa lagi pada Rehan. Mungkin pujian dari Rehan pada seorang Amasya terlalu tinggi. Hingga Amasya terlihat malu-malu. Namun apakah pujian dari Rehan itu baik?


Tidak ingin semakin membuatnya tidak nyaman berada di dekat seorang Rehan. Amasya pun akhirnya memilih untuk segera pergi meninggalkan salon tersebut. Dia tidak ingin Rehan semakin frontal memujinya. Sudah tidak ada lagi, kisah cinta di antara mereka berdua. Semuanya sudah berakhir, itu yang ingin Amasya kubur dari Rehan.


__ADS_2