Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Grace Penasaran Dengan Rini


__ADS_3

2 minggu mengambil cuti, kini Grace telah kembali ke kampus. Menjalani tugasnya sebagai seorang mahasiswi, yang di sibukkan dengan berbagai kegiatan. Grace adalah idola kampus yang keberadaannya begitu di nantikan oleh banyak orang di kampus. Terutama bagi para mahasiswa yang mata jelalatan. Melihat kecantikan Grace yang paripurna, mereka begitu terpesona. Sekali pun tabiat seorang Grace yang buruk. Namun tetap aja kecantikan rupa dari Grace menutup mata setiap pria yang mengenalnya.


Dodi adalah mahasiswa yang paling mengagumi seorang Grace. Dia tak hanya terpesona akan kecantikan Grace semata. Tapi Dodi juga begitu menyukai segala hal akan Grace. Tak heran Dodi menjadi salah satu mahasiswa yang sering Grace jadikan bahan bulian bersama genknya yang terkenal usil dan sedikit kurang ajar.


Dodi tak sabar menyambut kedatangan seorang Grace di ruang kelas. Dia telah menunggu Grace dengan sebuah Spaghetti lezat yang sengaja Dodi pesan secara online di sebuah aplikasi. Dodi harap akan ada feed back baik dari Grace dengan spaghetti yang dia bawa.


Begitu sayup-sayup suara Grace terdengar. Dodi sudah siap menyambut kedatangan Grace. Beberapa kalimat mungkin sudah Dodi siapkan untuk membuat Grace terkesan kepadanya. Dengan begitu, bisa saja Grace akan terharu dengan dirinya.


Grace masuk ke dalam kelas, di saat itu Dodi beraksi. Dodi mendekati Grace yang langsung menjauh darinya.


"Pagi tuan putri. Matahari mungkin cerah, tapi kamu jauh lebih indah. Bulan purnama nampak terlihat sempurna, tapi kamu tetap terlihat cantik paripurna." Ujar Dodi dengan sebuah sajak sederhana yang dia dapat dari internet.


Tiga teman Grace langsung menertawakan sajak yang di ucapkan oleh Dodi. Mereka bertiga merasa sajak yang di ucapkan oleh Dodi itu terdengar aneh. Lebay, bahkan tidak cocok untuk di ungkapkan kepada Grace. Terlebih Grace tidak menyukai sajak dengan kata-kata yang hiperbola semacam itu. Tentu Grace langsung mual mendengar bait sajak yang diucapkan oleh Dodi.


"Bisa sekali saja loe gak usah ganggu gue. Loe itu harus sadar diri. Dunia kita itu beda. Jadi loe harus tahu diri, cupu!" Bentak Grace dengan begitu tegasnya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Grace. Tidak membuat Dodi gentar. Itu sudah sering Dodi dapatkan saat merayu Grace. Hingga Dodi tak pernah takut untuk mendapat penolakan dari Grace. Sekali pun Grace akan memaki Dodi dengan kata-kata super jahat. Namun Dodi tetap berusaha merayu Grace.

__ADS_1


Dodi tetap memberikan spaghetti yang merupakan makanan kesukaan dari Grace. Sudah sejak lama Dodi mengetahui Grace merupakan pecinta spaghetti. Hingga Dodi mungkin akan memberikan spaghetti itu pada Grace sebagai menu sarapan pagi ini.


Grace sempat menerima sebungkus spaghetti dengan bungkusan yang terlihat indah itu. Tapi, bukannya memakan spaghetti itu. Grace malah membuang spaghetti pemberian dari Dodi ke tong sampah.


Tak ada rasa bersalah sedikit pun, Grace mulai duduk di bangkunya. Dia ingin segera mengikuti pelajaran pertama yang akan mulai dalam beberapa saat lagi. Dodi yang dua kali di kecewakan oleh Grace. Terpaksa harus menahan rasa sakitnya. Sakit yang cukup membekas yang di lakukan oleh Grace pada dirinya.


Jam pelajaran yang akan segera di mulai, membuat Dodi harus segera meninggalkan kelas Grace. Sebelum meninggalkan kelas, Dodi tak lupa berpamitan terlebih dahulu pada Grace. Grace yang sudah risih dengan Dodi, langsung meminta Dodi untuk pergi dari hadapannya. Sebab Grace sudah muak melihat wajah Dodi yang begitu menyebalkan baginya.


Tak lama pak Imam datang untuk memulai pelajaran pertamanya di kelas Grace. Kedatangan dari seorang pak Imam di sambut gembira oleh seluruh mahasiswa yang hadir di kelas, tak terkecuali seorang Grace. Hampir dua minggu tidak bertemu dengan Grace. Rasanya ini akan jadi kesempatan yang cukup baik untuk kembali mengikuti kelas pak Imam yang di kenal humoris ini. Mungkin urat-urat Grace akan kembali mengendor dengan humor yang mungkin pak Imam sampaikan.


Belum memulai pelajaran, pak Imam sudah membuat seisi kelas tertawa. Tanpa sengaja celana hitam panjangnya tersangkut pada sebuah paku. Begitu pak Imam menarik tubuhnya, sontak celana pak Imam tersebut langsung robek.


Pak Imam yang malu, langsung meminta izin untuk menjahit sejenak celananya yang robek. Seorang mahasiswa melontarkan ucapan yang semakin mengocok perut.


"Pak tunggu dulu." Ucap salah seorang mahasiswa.


"Ada apa lagi?" Tanya pak Imam.

__ADS_1


"Jarumnya jangan di tarik, nanti robek lagi celananya."


Sontak mahasiswa itu langsung kembali tertawa. Mereka tak kuasa untuk menahan tawa dengan celotehan spontan tersebut. Pak Imam segera bergegas ke ruang dosen untuk menjahit celananya yang bolong.


Tak ada pak Imam di dalam kelas. Waktu senggang itu di manfaatkan oleh sebagian mahasiswa untuk bermain game online secara bersamaan. Mereka terlihat begitu antusias untuk bermain game, hingga melewatkan banyak waktu untuk mempelajari pelajaran yang ada.


Sebagian lain melakukan photo-photo di dalam kelas. Termasuk Grace bersama genknya. Mereka berempat begitu antusias melakukan selfi di ruang kelas. Mereka terlihat begitu bahagia dengan apa yang mereka lakukan.


Di tengah-tengah kebahagiaan dari Grace dan genknya yang melakukan selfi dengan handphone keluaran baru yang Grace miliki. Mata Grace tiba-tiba tertuju pada arah pintu kelas. Dia melihat Prince yang nampak asyik berjalan berdampingan dengan seorang perempuan yang tak di kenali oleh Grace. Dengan segera Grace bergegas menuju keluar kelas.


Benar saja, orang yang berjalan di depan kelas adalah Prince. Tapi siapa perempuan yang berjalan dengan Prince tadi itu. Apa itu pacar Prince? Tapi tidak mungkin, dia tak akan mudah untuk jatuh cinta. Jadi perempuan itu pasti bukan pacar dari Prince. Tapi siapa perempuan itu?


Salah seorang dari genk Grace, bernama Anya datang menghampiri Grace. Anya penasaran apa yang membuat Grace keluar dari kelas.


"Ada apa Grace?" Tanya Anya dengan begitu penasaran.


"Tadi aku lihat Prince. Tapi dia jalan sama perempuan. Kira-kira kamu tahu siapa perempuan itu?" Tanya balik Grace.

__ADS_1


"Itu mahasiswi baru. Memang dia terlihat caper banget sama Prince. Beberapa kali aku lihat, mereka sering bersama. Entah mereka pacaran atau tidak, aku tidak tahu. Tapi mereka memang terlihat begitu dekat." Ucap Anya memanasi Grace.


"Tidak mungkin. Prince tidak boleh jatuh ke tangan perempuan lain, selain aku. Aku harus bisa dapatkan Prince." Tegas Grace dengan penuh amarah.


__ADS_2