Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Devi Ribut Dengan Ratna


__ADS_3

Tinggal sendiri, itu artinya Devi harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Semua peralatan di rumah Devi masih cukup minim. Sehingga Devi harus membeli beberapa peralatan sehari-hari yang biasa di gunakan. Salah satunya adalah peralatan mandi. Devi tidak memiliki peralatan mandi yang mencukupi di apartemen miliknya. Hanya ada handuk besar, tapi tidak ada sabun untuk dia mandi. Bahkan odol dan sikat gigi juga tida ada.


Selain peralatan untuk mandi. Devi juga siap memenuhi peralatan dapurnya. Mungkin Devi akan membeli sebuah kompor untuk dirinya memasak mie. Sebuah rice cooker juga di rasa di butuhkan oleh Devi dalam memasak nasi untuk dirinya makan.


Devi yang sedang manja pada Aris. Berniat untuk mengajak Aris belanja bulanan di supermarket. Dia ingin Aris menemaninya mengobrol sambil mengambil barang-barang yang Devi butuhkan. Devi juga bisa mendapatkan saran dari Aris, untuk setiap peralatan yang akan di beli olehnya. Sekaligus Devi ingin tahu, apakah dia memiliki selera yang sama dengan Aris. Atau justru tidak, ini akan menjadi test kecocokan yang paling mudah di lakukan oleh Devi.


Namun Devi harus memastikan terlebih dahulu, apakah Aris mau untuk pergi bersama dirinya. Mengingat Aris terkadang sibuk juga, apalagi Aris baru pulang dari klinik. Tentu Aris butuh sedikit istirahat untuk sekedar meluruskan otot-ototnya yang tegang selama bekerja.


Pertama Devi mengirimkan pesan singkat pada Aris. Tak butuh waktu lama, Aris langsung membalas pesan dari Devi tersebut. Tak berselang lama, Devi langsung melakukan panggilan video call dengan Aris. Devi juga begitu rindu akan wajah Aris yang tampan.


Devi terlihat malu-malu saat melihat wajah Aris dari latar handphone miliknya. Apalagi saat kedua mata Aris menatap dirinya secara langsung. Devi semakin grogi di buat oleh seorang Aris. Hingga dia tak henti harus merapikan rambutnya yang sebenarnya sudah sangat rapi.


"Kamu sibuk tidak?" Tanya Devi.


"Tidak. Memangnya ada apa?"


"Aku ingin belanja di supermarket, aku ingin memenuhi peralatan mandi dan dapur apartemen milikku. Bagaimana jika hari ini kita pergi ke supermarket?"


Aris sempat terlihat berpikir. Sebuah perasaan yang tidak enak di rasakan oleh Devi. Mungkin saja, Aris akan menolak ajakan dari Devi. Hingga Devi berharap Aris tidak akan menolak tawaran dari dirinya tersebut.

__ADS_1


Ternyata dugaan dari Devi salah, Aris menerima tawaran dari Devi. Dia pun siap mengantar Devi menuju supermarket. Aris alam segera datang ke apartemen Devi secepat mungkin.


Lega rasanya bagi Devi mendengar ucapan dari Aris tersebut. Melihat mimik ekspresi wajah Aris yang terlihat seperti akan menolak, tapi untungnya Aris berubah pikiran. Aris pun akhirnya menerima tawaran dari seorang Devi. Aris siap mengantar Devi menuju supermarket.


Untuk membuat Aris semakin terpesona akan kecantikan dari dirinya. Devi pun sudah menyiapkan baju yang super seksi. Tak hanya itu, make up cetar dengan riasan mewah. Siap Devi tunjukkan pada seorang Aris. Devi siap untuk membuat Aris terkesima akan kecantikan dari dirinya.


kaos dengan model crop telah Devi persiapkan. Kaos itu Devi rasa sudah cukup untuk menunjukkan bagian tubuh Devi yang terlihat seksi. Rok mini di atas lutut juga Devi kenakan. Penampilan Devi itu benar-benar menggoda syahwat setiap pria yang melihatnya. Devi rasa Aris pun mungkin tidak akan menolak dengan penampilan Devi yang super minim tersebut. Devi yakin akan hal tersebut.


Aris yang di tunggu oleh Devi pun akhirnya tiba. Aris begitu terkejut dengan penampilan Devi yang super minim tersebut. Kaos crop yang Devi kenakan, benar-benar membuat bagian payudara Devi yang besar di buat oleh Willy. Terlihat begitu menonjol. Hingga Aris langsung menelan air liurnya sendiri saat melihat penampilan super seksi dari Devi.


Aris semakin gemetar saat Devi memberikan kunci mobilnya. Apalagi saat tangan lembut Devi mulai meraba tangan Aris. Dia begitu gugup dengan apa yang di lakukan oleh Devi pada dirinya. Aris pun semakin di buat tak berdaya oleh ulah seorang Devi.


Tiba di supermarket, Aris dan Devi turun bersamaan. Devi yang ingin semakin dekat dengan Aris. Meraih tangan Aris untuk dia gandeng. Devi dan Aris pun berjalan bergandengan menuju kedalam supermarket. Banyak orang yang melihat kecocokan dari pasangan Aris dan Devi. Keduanya begitu serasi menjadi sebuah pasangan.


Devi pun nampak percaya dalam menggandeng tangan Aris. Dia tidak ragu untuk menggandeng tangan Aris hingga masuk kedalam supermarket. Aris serasa keringat dingin, saat tangan Devi terus menggandeng tangan kanannya. Mungkin ini kesempatan langka bagi Aris di gandeng oleh perempuan cantik yang merupakan bos di tempatnya bekerja.


Devi baru melepaskan pegangan tangan kanannya pada Aris saat sudah tiba di dalam supermarket. Tangan kanannya di gunakan untuk mengambil setiap peralatan mandi yang hendak dibeli oleh Devi. Sementara Aris yang berjalan di belakang Devi. Membawa keranjang besar untuk Devi belanja.


Satu persatu, peralatan mandi dan dapur Devi memenuhi keranjang besar yang di bawa oleh Aris. Dari yang awalnya begitu ringan. Sampai akhirnya terasa begitu berat. Devi pun memborong banyak peralatan dapur dan kamar mandi.

__ADS_1


Hanya satu barang yang Devi belum dapatkan. Barang tersebut adalah sampo. Devi yang menyukai jenis sampo yang memiliki mentol. Mencari sampo yang biasa di gunakan olehnya tersebut.


Sampai akhirnya Devi melihat sampo kesukaannya itu berada di rak paling ujung. Devi segera bergegas mengambil sampo tersebut yang hanya tersisa satu.


Baru akan mengambil sampo tersebut. Tangan Devi langsung di tepuk oleh pengunjung lainnya. Dia yang juga ingin mendapatkan sampo tersebut. Berusaha mengambil sampo tersebut.


Saat Devi melihat ke arah pengunjung yang menepuk tangan Devi. Ternyata pengunjung tersebut adalah ibunya sendiri. Devi yang masih menyimpan kekesalan pada ibunya tersebut, langsung mengambil sampo itu dengan paksa dari tangan ibunya. Kemudian dengan kerasnya, Devi melempar sampo itu kedalam keranjang belanjanya.


Tidak terima dengan aksi dari Devi. Ratna langsung mengambil kembali sampo yang hanya tersisa satu tersebut.


"Ini punya ibu!" Ucap Ratna mengambil sampo tersebut.


"Bukan, ini milik aku." Rebut Devi dengan kasar.


"Dasar anak durhaka, kamu tidak pernah mau mengalah sama ibu." Gerutu Ratna.


"Ibu juga istri durhaka. Masa ibu baik ketika ayah sudah sakit saja, selama dia sehat. Ibu tidak pernah memberikan perhatiannya pada ayah. Ibu takutkan harta ayah, jatuh ke tangan Amasya semuanya." Ucap Devi semakin kesal.


Tak terima dengan ucapan dari Devi. Ratna langsung menjambak rambut Devi dengan begitu kasarnya. Begitu juga dengan Devi yang mulai emosi pada Ratna. Turut menjambak rambut dari seorang Ratna. Keduanya pun akhirnya berantem di supermarket tersebut.

__ADS_1


Pengunjung lain hanya melihat pertengkaran dari ibu dan anak tersebut. Sementara Aris harus bersusah payah untuk membuat keduanya menghentikan aksi memalukannya tersebut. Aris meminta Devi untuk mengakhiri pertengkaran dengan ibunya tersebut.


__ADS_2