Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Penangkapan Willy


__ADS_3

Melakukan interogasi hampir 7 jam dengan dua orang polisi. Akhirnya Boim mau membuka mulutnya untuk berbicara sosok dalang dalam pembakaran klinik dari Devi. Boim pun menyebut jika dalang dari kebakaran tersebut adalah Willy. Boim mendapatkan perintah dari Willy. Sehingga dia berani untuk membakar klinik milik Devi.


Beberapa bukti Boim berikan pada pihak kepolisian. Dari bukti uang yang Boim terima. Serta sebuah check yang masih Boim simpan didalam saku celananya. Check itu merupakan pemberian dari Willy.


Proses Penyelidikan itu akhirnya telah usai. Kini pihak kepolisian siap menangkap Willy sebagai dalang utama dalam kasus kebakaran yang menimpa klinik milik Devi. Beberapa polisi langsung diterjunkan untuk menangkap Willy. Dengan surat tugas yang dibawa, pihak kepolisian langsung bergerak untuk mengamankan Willy.


Devi terkejut begitu mengetahui dalang dari semua kebakaran klinik miliknya adalah Willy. Iya dia tahu Willy mungkin sakit hati. Tapi dia tidak berpikir Willy akan membakar klinik miliknya tersebut. Tindakan yang tentu diluar pemikiran seorang Devi.


Rasa benci dari seorang Devi pada Willy semakin menjadi dengan ditetapkannya Willy sebagai dalang pembakaran klinik dari Devi tersebut. Dia siap menuntut Willy dengan sangat berat. Sehingga Willy akan mendekam di penjara dalam kurun waktu yang cukup lama.


Seharian di kantor polisi untuk mengikuti proses dari penangkapan pelaku pembakaran klinik miliknya. Akhirnya Devi bisa sedikit tenang dengan sosok pelaku yang telah di tangkap. Kini Devi bisa tidur lebih nyenyak lagi, dengan tertangkapnya pelaku serta dalang utama dari pembakaran klinik miliknya. Dia pun segera meninggalkan kantor kepolisian. Devi ingin mengetahui kelanjutan kasus kebakaran di klinik miliknya esok hari. Terlebih dengan Willy yang siap mengenakan rompi tahanan.


Willy mulai berpikir untuk kabur keluar negeri untuk menghindari kasus yang menjeratnya. Mungkin dengan kabur keluar negeri, Willy bisa lebih aman dari kejaran polisi disini. Hingga dia bisa bebas dari segala tuduhan yang akan disangkakan kepadanya.


Devi menelpon salah seorang sopir pribadi miliknya. Dia meminta sopir itu segera membuatkan Visa serta pasport untuk dirinya pergi ke Belanda. Mungkin Belanda akan sedikit bisa lebih aman sebagai tempat kabur dari Willy. Dia bisa tinggal dalam waktu yang lama disana.

__ADS_1


Baru beberapa menit mengakhiri panggilan telepon dengan sopirnya itu. Pintu ruangan Willy diketuk dengan begitu kerasnya dari luar. Willy begitu panik, hingga dia ragu untuk membuka pintu ruangannya tersebut.


"Jangan-jangan itu adalah para polisi yang siap bawa aku ke penjara?" Ucap Willy.


Willy berjalan memutari ruangan miliknya dengan begitu tak tenang. Dia khawatir pikiran buruknya itu benar terjadi. Orang yang mengetuk pintu ruangannya adalah polisi. Mungkin mereka siap membawa Willy kedalam kantor polisi.


Dengan tubuh yang gemetar, akhirnya Willy memberanikan diri untuk membuka pintu ruangannya. Wajahnya semakin memerah saat dugaan darinya ternyata benar. Orang yang mengetuk pintu ruangan darinya adalah dua orang polisi.


"A-a ada apa yah pak?" Tanya Willy seolah tidak tahu apa-apa.


Tangan kanannya yang menerima surat itu gemetar hebat. Willy tak bisa menyembunyikan kegugupan dari dalam dirinya, saat menerima surat itu. Dia begitu gugup menerima surat penangkapan dari kepolisian tersebut.


Willy membaca surat itu, melihat namanya terpampang dalam surat tugas penangkapan. Mungkin ini adalah jalan hidup yang cukup berat untuk Willy jalani. Dimana dirinya harus masuk bui, akibat kecerobohan dari dirinya sendiri.


Selesai membaca seluruh isi surat tugas tersebut. Willy berusaha kabur dari sergapan polisi itu. Willy mendorong salah seorang polisi itu, sebelum akhirnya berlari dengan begitu cepatnya. Dia yang tak ingin masuk penjara, terus menjauh dari kejaran dua polisi tersebut.

__ADS_1


Dua polisi itu pun langsung mengejar Willy yang berusaha lari sekuat tenaga. Hingga akhirnya pelarian dari seorang Willy dapat terhenti, setelah dia menabrak seorang perawat yang sedang membawa kursi roda untuk salah seorang pasien. Willy terjungkal jatuh keatas lantai.


Dengan posisi Willy yang sudah semakin payah. Kedua polisi itu langsung meringkus Willy, sebelum akhirnya melakukan pemborgolan pada kedua lengan Willy. Sempat kembali berontak, namun akhirnya polisi itu berhasil menenangkan Willy. Kedua polisi itu langsung membawa Willy masuk kedalam mobil mereka.


Sepanjang perjalanan menuju mobil kepolisian. Wajah Willy terlihat begitu memerah. Dia malu akan dirinya yang tak berdaya dengan semua yang terjadi kepadanya. Terlebih saat Willy bertemu dengan beberapa staf di rumah sakit. Dia hanya bisa menundukkan pandangannya, tak mampu menatap wajah penasaran dari mereka yang terlihat mengasihani seorang Willy.


Dokter Dave tak menyangka Willy akan di tangkap pihak berwajib. Dokter Dave mencoba mencari informasi pada pihak kepolisian akan kasus yang dihadapi oleh Willy. Salah seorang polisi itu pun membeberkan jika Willy terlibat dalam kasus pembakaran dari klinik milik Devi. Sehingga sebagai akibatnya, Willy harus diringkus ke kantor polisi.


Dokter Dave mendekati Willy terlebih dahulu. Dia memberikan support moril yang bisa sedikit membantu psikis dari seorang Willy. Ini ujian buat seorang Willy yang masih belum dewasa. Mungkin dengan ujian yang didapat Willy hari ini. Bisa menjadi pembelajaran yang akan didapat Willy di hari mendatang. Willy harus mengambil sisi positif dari kasus penangkapan darinya. Semuanya selalu memiliki hikmah tersendiri.


Didalam mobil polisi, Willy hanya bisa menangis menyesali perbuatannya. Mungkin jika Willy bisa berpikir sedikit jernih, tidak akan terjadi peristiwa pilu yang harus terjadi di hari ini. Mungkin Willy akan baik-baik saja, seperti hari-hari kemarin. Tapi nasi telah menjadi bubur, semuanya telah terjadi. Tidak ada yang harus disesali, Willy harus menerima segala perbuatan yang telah dilakukan olehnya.


Kedua orangtua Willy begitu syok dengan penangkapan dari anaknya. Mereka yang masih berada di Inggris, tak menyangka Willy akan berbuat hal sekonyol itu. Melakukan tindakan kriminal yang tentu memiliki konsekuensi tersendiri. Kini Willy harus menghadapi konsekuensi tersebut.


Apa yang telah Willy perbuat, masih bisa mereka maafkan. Hingga upaya bantuan hukum tetap mereka berikan pada Willy. Seorang pengacara handal telah disiapkan untuk membantu Willy dalam proses hukum yang akan dijalaninya.

__ADS_1


__ADS_2