Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Keributan Rehan Dan Isma


__ADS_3

Isma melempar tas kecil yang berada di tangannya ke atas sofa. Dia langsung mengutarakan kekesalannya yang dia tahan selama perjalanan pulang dari Klinik Devi. Isma langsung membabi buta menghujani Rehan dengan kata-kata makian pada Rehan.


"Pantas saja kamu mau untuk di ajak ke klinik itu. Ternyata ada perempuan yang pernah mengisi isi hati kamu. Dasar laki-laki mata keranjang." Makian Isma pada Rehan.


"Apa maksud kamu. Aku tidak paham!" Rehan berusaha melakukan pembelaan.

__ADS_1


"Jangan pura-pura bodoh. Kamu pasti sudah tahu, jika di klinik itu ada perempuan gatal itu. Makanya kamu mau menerima ajakan aku untuk datang ke klinik itu. Dasar laki-laki mata keranjang." Isma semakin membabi buta memaki Rehan.


"Aku tidak mengerti sama kamu. Jelas-jelas kamu yang mengajak aku buat ke sana. Aku sudah ikut, tapi kamu malah buat aku seperti ini. Kamu menuduh aku seperti ini. Dimana otak kamu. Dimana!" Rehan mulai meninggikan suaranya.


"Aku yang seharusnya bertanya dimana otak kamu. Bukan kamu yang bertanya seperti itu pada aku. Dasar mata keranjang." Isma semakin marah sambil memukuli tubuh Rehan.

__ADS_1


Tak kuat lagi dengan sikap berlebihan yang di tunjukkan oleh Isma kepadanya. Rehan akhirnya langsung melakukan tindakan tegas. Dia menahan tangan Isma yang terus menghujani tubuhnya dengan pukulan. Rehan meminta Isma untuk menghentikan kelakuan berlebihan yang di lakukannya itu pada Rehan. Mengingat itu sudah sangat berlebihan dan tidak bisa di tolerir lagi.


"Aku sudah sabar selama ini. Tapi kamu tidak pernah mau untuk memahami rasa sabar yang sudah aku berikan pada kamu. Sudah seharusnya kamu bisa melakukan perubahan. Bukan malah semakin menjadi seperti ini. Sikap kamu malah menjadi semakin aneh." Tegas Rehan melempar tangan Isma.


Isma langsung memainkan peran seolah-olah dirinya adalah korban dari seorang Rehan. Dia menangis begitu tangan kanannya di banting oleh Rehan dengan begitu kerasnya. Rehan yang tak tega dengan sikap pura-pura yang di tunjukkan oleh Isma. Langsung meminta maaf, begitu Isma menangis. Rehan selalu mengingat wajah ibunya yang dulu pernah menjadi korban KDRT dari ayahnya. Sehingga begitu melihat Isma menangis, Rehan langsung merasa bersalah. Dirinya menyalahkan dirinya sendiri. Sebelum akhirnya meminta maaf pada seorang Isma.

__ADS_1


Trauma yang dialami Rehan yang akhirnya membuat Rehan bisa di kontrol oleh Isma. Seolah-olah selalu menjadi korban, Isma membuat Rehan tertekan dengan dirinya yang terus merasa menjadi seorang pelaku atas kesedihan yang di alami oleh Isma.


Rehan tak mampu melihat wajah sedih dari Isma. Terlebih ketika Isma menangis oleh dirinya. Itu tentu adalah titik paling rendah dalam hidupnya. Ibunya menangis hebat oleh ayah, dan dirinya begitu terpukul. Begitu juga ketika melihat Isma menangis dengan begitu kuatnya. Rehan merasakan apa yang di rasakan oleh Isma sama dengan apa yang terjadi pada Ibunya. Sehingga Rehan harus bisa menjadi lebih baik lagi. Menjadi seorang yang bisa menjaga perempuan. Tentu agar mereka tidak menangis. Begitu juga ketika Rehan melihat Isma menangis, Rehan langsung merasa dirinya begitu payah.


__ADS_2