
Seperti biasa, Parni yang bertugas di dapur untuk memasak makan malam untuk seluruh anggota keluarga. Masakan sehat nan lezat, siap di buat Parni untuk mengguncang setiap perut anggota keluarga di rumah Juan. Beberapa menu sudah berada di otak Parni untuk di eksekusi menjadi menu makanan yang akan di hidangkan pada seluruh anggota keluarga Juan.
Mulai dari ayam goreng, sayur SOP yang hangat serta tempe orek. Menjadi menu andalan dari Parni yang di sukai oleh setiap anggota keluarga. Parni yang jago masak, memang sudah tidak di ragukan lagi dalam hal makanan. Setiap menu makanan yang di buat olehnya, tentu menjadi menu makanan yang di sukai oleh setiap anggota keluarga.
Aroma sayur sop yang lezat, tercium hingga ke kamar tempat Darmi berisitirahat sejenak. Dia yang tergoda dengan aroma dari sayur sop yang di buat oleh Parni. Langsung mendatangi dapur tempat Parni membuat sayur sop tersebut.
"Kamu masak sayur sop Par?" Tanya Darmi dengan begitu sumringahnya.
"Lihat saja sendiri." Jawab Parni dengan begitu ketusnya.
"Aku nanya biasa saja, tapi kenapa kamu ketus gitu sama aku." Ucap Darmi kembali bercanda.
__ADS_1
"Suruh siapa banyak tanya, nanti juga kamu tahu sendiri aku masak apa. Jadi tidak harus banyak tanya." Balas Parni kembali dengan ketusnya.
Darmi yang semakin tergoda dengan aroma dari sayur sop yang di buat oleh Parni. Berniat untuk mencoba sedikit sayur sop tersebut.
"Aku boleh coba sedikit sayur sop buatan kamu Par?" Tanya Darmi mengambil sebuah mangkuk kecil.
"Tidak! Aku pikir kamu tidak usah mencoba masakan aku sama sekali." Larang Parni dengan tegasnya.
"Kenapa tidak boleh Par, aku cuman mencoba sedikit." Darmi begitu bersedih.
Darmi menyerah. Dia kembali meletakkan mangkuk kecil yang sempat akan di gunakan oleh Darmi mencicipi sayur sop dari Parni. Darmi tidak ingin membuat keributan, sehingga Darmi segera meninggalkan dapur.
__ADS_1
Namun belum jauh dari dapur, Darmi kembali menghampiri Parni. Darmi menanyakan kuah dari sayur sop itu untuk Alvin makan. Mungkin bubur dari Alvin akan semakin lezat dengan kuah sop dari Parni. Tapi tentu harus di sesuaikan dengan kondisi dari Alvin.
"Apa lagi kamu ke sini?" Tanya Parni saat Darmi mendekat ke arahnya.
"Aku cuman mau ingatkan kamu. Jangan lupa pisahkan kuah sayurnya buat bapak. Tapi kamu harus buat dengan bumbu yang sesuai dengan bapak. Jangan terlalu asin Par." Pinta Darmi.
Parni melempar centong yang dia gunakan untuk mengaduk sayur sop yang di buatnya, di dalam panci. Wajahnya begitu marah besar pada Darmi. Dia tak terima mendapatkan saran dari Darmi. Darmi seolah mengajari Parni, padahal Parni sendiri memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam hal memasak. Hingga Parni marah dengan ucapan dari Darmi yang sebenarnya baik tersebut untuknya.
"Aku tahu apa yang harus aku buat. Jadi kamu jangan terlalu banyak bicara. Aku muak dengan dengan kamu." Ucap Parni dengan begitu marahnya.
"Aku cuman ingatin kamu doang Par. Kenapa kamu harus marah dengan apa yang aku ucapkan." Balas Darmi sedikit kesal.
__ADS_1
"Lagi pula untuk apa mengajari seekor harimau berburu. Mereka tahu cara berburu, jadi tidak usah diajari lagi. Mereka tahu cara berburu. Paham!" Tegas Parni.
Tak ingin keributan itu terdengar hingga ke telinga Amasya. Darmi memilih untuk mengalah. Dia akhirnya pergi dari dapur, membiarkan Parni masak sendiri.