
Amasya kembali menutup pintu kamarnya. Lalu dia kembali tidur di samping Juan yang masih begitu asyik membaca sebuah buku yang baru di beli olehnya. Amasya kembali menyandarkan kepalanya di dekat ketiak seorang Juan. Dengan tangan Juan yang terus mengelus lembut rambut seorang Amasya.
"Ada apa dengan Parni?" Tanya Juan dengan kedua bola matanya menatap ke arah buku yang di bacanya.
"Biasa, dia ingin meminjam uang." Jawab Amasya yang mulai memejamkan matanya.
"Minjam uang? Buat apa!" Tanya Juan yang mulai menutup buku yang di bacanya.
"Kata dia sih buat bayar hutang. Tapi entah itu benar atau salah, aku tidak tahu. Tapi aku kurang yakin dengan semua ucapan dari dia." Jelas Amasya secara detail..
__ADS_1
"Dia ingin pinjam berapa?" Tanya Juan kembali.
"50 juta." Jawab Amasya dengan singkat.
Juan langsung terkejut mendengar ucapan dari Amasya. Bagaimana tidak, nominal yang di pinjam Parni begitu besar. Hingga Juan sendiri merasa begitu ngilu mendengar uang sebanyak itu, ingin di pinjam oleh Parni pada Amasya. Mengingat Parni adalah orang baru di rumah mereka. Tentu tidak wajar, bila Parni langsung meminjam uang dengan nominal yang cukup besar seperti itu.
"Beberapa hari sebelumnya dia telah meminjam uang sebesar 2 juta rupiah. Aku pikir itu cukup untuk membayar hutang darinya. Tapi ternyata hutangnya begitu banyak. Hingga dia butuh dana segar sebesar 50 juta rupiah untuk membayar hutang pada rentenir." Balas Amasya.
"Apa yang sudah dia lakukan, sehingga dia memiliki hutang sebanyak itu?" Tanya Juan penasaran.
__ADS_1
"Entah benar atau bohong, tapi dia bilang pada aku. Dia di jebak oleh mantan pacarnya. Hingga Parni yang harus melunasi semua hutang mantan pacarnya tersebut." Jelas Amasya.
"Begitulah laki-laki yang tidak bertanggungjawab. Mereka memanfaatkan kelemahan perempuan yang mudah di rayu untuk di jadikan umpan kejahatan darinya. Sayangnya, banyak perempuan yang hanya di tawari cinta. Mereka bisa luluh pada seorang pria. Padahal cinta mereka belum tentu tulus, tapi mereka tetap saja tergoda dengan rayuan manis dari beberapa pria." Jelas Juan dengan begitu bijaknya.
"Untungnya aku tidak seperti itu. Aku di pertemukan Tuhan dengan seorang pria bertanggung jawab yang memiliki komitmen tinggi, serta cinta yang tulus." Balas Amasya memuji Juan.
Juan tersenyum dengan ucapan yang di lontarkan oleh Amasya. Dia langsung memeluk tubuh istrinya. Beberapa kali ciuman di berikan Juan di wajah Amasya. Ciuman penuh cinta yang di berikan oleh Juan, begitu tulus. Hingga Amasya dapat merasakan cinta yang di berikan Juan kepadanya.
Amasya bersyukur memiliki seorang Juan yang begitu mencintainya. Mencintai Amasya bukan hanya karena nafsu semata, melainkan mencintai Amasya karena Tuhan juga. Hingga janji cinta yang diucapkan oleh Juan tak hanya untuk Amasya semata. Tapi janji pada Tuhan untuk melindungi Amasya sebagai pasangan hidupnya. Tentu konsekuensi yang akan Juan terima sangat berat. Seandainya Juan melanggar cintanya pada Amasya. Juan pun berjanji untuk terus melindungi Amasya dengan berbagai upaya. Hingga Amasya akan selalu bahagia di samping seorang Juan.
__ADS_1