
Pan cake asin, rasanya itu baru terdengar oleh telinga Juan. Dia sendiri tidak menyangka akan memasukkan bahan yang salah ke dalam pan cake buatannya tersebut. Juan terus tertawa membayangkan pan cake asin buatannya sendiri.
Di tengah waktu senggang yang Juan miliki, dia berniat untuk menonton acara masak memasak. Namun Juan masih bingung, video siapa yang mungkin harus dia tonton. Sebab dia tidak memiliki rekomendasi seorang chef yang videonya begitu di nantikan untuk Juan tonton.
Untung Tina datang ke ruang kerja. Dia hendak memberikan beberapa dokumen yang harus Juan tandatangani. Sambil membahas soal pekerjaan yang akan di jalaninya. Juan juga mulai meminta saran pada Tina akan rekomendasi video yang harus dia tonton sebagai rujukan.
"Kamu ada rekomendasi video memasak?" Tanya Juan.
"Saya lebih sering melihat salah seorang chef yang membuat masakan Jepang. Tapi dia juga jago masak masakan Indonesia." Jawab Tina.
"Siapa chef tersebut?" Tanya Juan dengan begitu penasaran.
__ADS_1
"Chef Juan" Jawab Tina singkat.
"Kamu meledak saya. Jangan mentang-mentang saya baru buat pan cake asin, kamu langsung rekomendasikan saya." Ucap Juan sedikit kesal.
"Tidak pak... Tidak." Bantah Tina.
Tina sedikit ketakutan dengan wajah kesal dari Juan. Hingga dia harus menunduk untuk kembali menjawab pertanyaan dari seorang Juan.
Juan akhirnya malu sendiri. Selain dia sudah salah menuduh orang. Dia juga akhirnya membocorkan rahasia akan dirinya yang telah membuat pan cake asin. Pan cake asin itu pun jadi bahan tertawaan dari seorang Tina. Dengan sengaja Tina menanyakan rasa pan cake asin dari buatan Juan. Tina yang awalnya terlihat gugup dengan kekesalan yang di alami oleh Juan. Kini Tina pun malah meledak Juan yang telah membuat pan cake asin.
"Pan cake asin rasanya bagaimana pak?"
__ADS_1
Juan melirik ke arah Tini. Dia terlihat begitu malu. Hingga Juan langsung mengusir Tina dengan halus. Juan pun dengan cepat menandatangani semua berkas yang di minta oleh Tina. Beralasan ingin mengobrol dengan salah seorang kliennya. Juan meminta Tina untuk segera pergi dari ruang kerjanya.
Tina yang masih penasaran dengan rasa pan cake asin itu. Terus membuka obrolan baru akan rasa pan cake tersebut. Pasalnya tidak pernah ada rasa pan cake asin. Hanya pan cake buatan seorang Juan saja yang rasanya asin.
Tina sudah tidak ada, kini Juan mulai mencari video memasak dari seorang chef Juan. Mungkin dengan nama yang sama, Juan bisa menyerap ilmu dari seorang chef Juan itu sendiri.
Begitu mencari di mesin pencarian internet. Seketika ratusan video dari chef Juan berseliweran. Juan pun bisa dengan mudah melihat tutorial masak yang di lakukan oleh chef Juan. Mulai dari masakan Indonesia, hingga masakan asing. Semuanya di buat oleh chef Juan dengan begitu baiknya.
Dengan video yang menarik, Juan begitu menikmati setiap arahan masak dari chef Juan. Dia menjadi terinspirasi akan gaya tengil dari chef Juan. Apalagi saat Juan melihat bibir chef Juan di miringkan. Itu menjadi gaya khas dari chef Juan yang di kenal sebagai seorang juru masak yang galak. Namun berkat karakter yang di miliki oleh chef Juan itu sendiri. Menciptakan sebuah karakter baru dalam hal masak-memasak. Apalagi chef Juan di tunjang dengan visualisasi yang cukup baik. Dalam artian, chef Juan ini ganteng.
Melihat cara memasak chef Juan yang begitu sederhana. Juan menjadi terinspirasi untuk segera mempraktekkan setiap adegan memasak yang di perlihatkan oleh chef Juan. Rasanya Juan ingin segera memasak kembali di dapur rumahnya. Menyajikan makanan super lezat untuk Amasya pastinya.
__ADS_1