
Sayur-sayuran hijau menjadi menu yang harus selalu ada di setiap meja makan Amasya. Menu itu menjadi sebuah menu wajib yang di hidangkan oleh Parni. Dari mulai bayam, kangkung hingga menu sayuran lainnya. Di minta oleh Amasya pada Parni untuk membuat tubuhnya semakin sehat lagi.
Parni pun memasak beberapa menu yang di minta oleh Amasya. Menu-menu itu menjadi menu favorit Amasya dalam hidangan makan malam Amasya. Salah satunya cah kangkung yang harus ada di meja makan. Parni pun membuat menu cah kangkung yang menjadi favorit seorang Amasya. Dengan bumbu yang Parni masukkan begitu pas di cah kangkung tersebut. Parni membuat cah kangkung lezat yang menggoda selera.
Sebelum menu cah kangkung tersebut di hidangkan di atas Piring. Parni yang sudah di pesan oleh Devi untuk memasukkan obat KB bubuk ke makanan dari Amasya. Tidak ragu memasukkan obat KB bubuk tersebut ke cah kangkung yang di buatnya. Sehingga Parni menjalankan tugasnya dengan baik dalam membuat Amasya tidak hamil.
Tanpa takaran yang pasti, Parni menuang bubuk KB itu sebanyak mungkin ke cah kangkung yang akan di hidangkan pada Amasya. Sehingga dia tidak tahu berapa banyak bubuk KB itu dituang oleh dirinya. Parni hanya menjalankan tugasnya untuk menuang bubuk KB tersebut ke dalam makanan Amasya. Dia tidak peduli untuk takaran dan bahaya bagi Amasya itu sendiri. Terpenting Parni sudah menjalankan tugas dari Devi sebaik mungkin.
Begitu masakan dari Parni itu sudah matang. Aroma lezat dari cah kangkung itu langsung membuat isi rumah tergoda untuk mencicipi cah kangkung buatan Parni. Salah satu orang yang langsung tertarik untuk mencicipi cah kangkung tersebut tentunya adalah Darmi. Dia yang tergoda dengan aroma cah kangkung buatan Parni. Langsung mendatangi Parni yang masih membuat cah kangkung di dapur miliknya.
Darmi yang benar-benar tergoda dengan cah kangkung tersebut. Meminta sedikit cah kangkung tersebut pada Parni. Tapi Parni yang sudah memasukkan obat KB bubuk pada cah kangkung tersebut. Langsung memukul tangan Darmi yang berusaha mengambil cah kangkung yang Parni buat untuk Amasya tersebut. Sehingga terjadi sedikit keributan antara Parni dengan Darmi di dapur.
__ADS_1
"Kamu pelit banget sih. Aku cuman ingin cicipi masakan kamu Parni." ujar Darmi sedikit kesal.
"Ini masakan buat Bu Amasya. Masa kamu gak malu, makan masakan majikan kamu sendiri. Dimana otak kamu itu Darmi!" jawab Parni dengan wajah sewot.
Darmi tidak menyerah, dia tetap berusaha mencicipi cah kangkung buatan dari Parni tersebut. Hingga saat Darmi akan mengambil sedikit cah kangkung tersebut dengan sendok miliknya. Tanpa sengaja Darmi menyenggol wajan tempat Parni membuat cah kangkung tersebut. Sontak wajan itu pun akhirnya terjatuh, hingga menumpahkan seluruh cah kangkung yang di buat Parni untuk Darmi.
Darmi yang tidak sengaja membuat wajan itu terjatuh. Seketika menunjukkan wajah bersalahnya pada Parni. Sementara Parni yang begitu kesal pada Darmi. Tanpa ampun menampar wajah Darmi dengan begitu keras terdengar. Hingga Darmi harus merasakan rasa sakit yang teramat oleh tamparan dari Parni.
"Dengar yah nenek tua. Kamu itu tidak pantas menangis seperti itu. Udah salah, malah nangis lagi. Bukannya di beresin lagi. Jadi berantakan semua masakan aku." ucap Parni dengan nada tinggi.
Keributan antara Parni dan Darmi di dapur, terdengar juga ke telinga Amasya di ruang keluarga. Dia yang mendengar keributan itu, langsung datang untuk menghampiri Parni dan Darmi yang terdengar adu argumen.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya Amasya.
"Ini Bu, si Darmi. Masa dia tumpahin masakan special saya buat Bu Amasya. Ini beban nih nenek satu ini." jawab Parni dengan raut wajah kesalnya.
"Tidak apa Parni, mungkin mbok Darmi tidak sengaja menumpahkan cah kangkung tersebut. Tinggal di bersihkan lagi, gampang bangetkan." ujar Amasya.
Parni yang masih cukup kesal, mengambil ijuk untuk membersihkan cah kangkung istimewa untuk Amasya tersebut. Dia pun masih terlihat cukup kesal dengan ulah seorang Darmi yang menurutnya sudah sangat keterlaluan. Darmi benar-benar tidak bisa di diamkan oleh Parni. Sebab Darmi selalu mengganggu rencana Parni dalam membuat rencana jahat pada seorang Amasya. Itu yang membuat Parni siap melakukan tindakan yang jahat pada Parni.
Darmi yang masih tidak enak hati pada Parni. Berusaha mendapatkan maaf Parni yang tulus. Sehingga dia berusaha mendapatkan maaf dari Parni dengan sekuat tenaga. Darmi ingin Parni segera memaafkan dirinya. Sehingga Darmi akan merasa lega sudah mendapatkan maaf dari Parni tersebut.
Demi mengusir Darmi dari hadapannya. Parni pun akhirnya memaafkan Darmi dengan perasaan yang masih di liputi amarah. Perasaan yang tentunya tidak akan mudah di maafkan oleh Parni. Mengingat Darmi telah membuat rencana seorang Parni gagal. Rencana untuk membuat Amasya tidak hamil anak Juan kembali.
__ADS_1