
Baru tiba di depan rumahnya. Aris langsung di sambut sebuah tamparan dari pacarnya yang bernama Widi. Tamparan keras yang di layangkan oleh Widi pada wajah Aris. Sontak membuat Aris begitu kesakitan. Dia pun langsung memegangi pipinya yang di tampar oleh Widi.
Widi langsung menunjukkan beberapa photo dari Aris yang tertangkap kamera sedang bersama Devi. Tangkapan gambar itu cukup mesra. Dengan beberapa kali Devi dan Aris saling melempar senyum satu sama lainnya.
"Jadi sekarang aku tahu, kenapa kamu lebih memilih jalan sama bos kamu itu. Di banding menempati janji kamu padaku." ucap Widi dengan begitu emosional.
"Apa maksud kamu. Jadi kamu percaya hanya dengan photo tersebut. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dokter Devi. Dia pure bos aku di klinik." jawab Aris dengan begitu meyakinkan.
Widi menatap tajam wajah Aris. Mengerutkan dahinya, dia seakan begitu kecewa dengan Aris yang tidak mau mengakui dirinya yang telah tertangkap basah oleh Widi berselingkuh. Aris terus berkelit dari tuduhan yang Devi sangkalkan kepada dirinya. Padahal bukti photo itu sudah jelas memperlihatkan bagaimana Aris dan Devi yang bermesraan di sebuah rumah makan.
Sementara Aris juga kecewa pada Devi yang menuduhnya telah berselingkuh. Padahal Devi hanya melihat dari beberapa photo saja. Tidak melihat secara langsung, bagaimana Aris benar-benar selingkuh seperti yang Devi sangkalkan pada dirinya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa membuktikan kalau kamu tidak selingkuh?" tanya Devi semakin kesal pada Aris.
Tanpa di sangka dan di duga, ternyata Devi masih berada di sekitar rumah Aris. Devi yang masih berada di area rumah Aris. Dia pun langsung membela Aris yang terus di tuduh selingkuh oleh Widi.
"Saya. Saya bisa buktikan jika Aris benar-benar tidak selingkuh." ucap Devi mengejutkan Aris dan Widi.
Keributan yang terjadi antara Aris dengan Widi. Telah memancing ibu Aris untuk keluar dari rumahnya. Suara Widi yang terdengar begitu keras, terdengar hingga ke telinga ibu Aris yang berada di dalam rumah. Dia pun turut datang ke halaman rumahnya. Ibu Aris itu penasaran dengan apa yang terjadi pada Aris. Terlebih keributan itu melibatkan Aris, yang merupakan anaknya sendiri.
Melihat sosok perempuan yang sekilas mirip dengan Aris. Devi memanfaatkan situasi tersebut untuk mendekati ibu Aris tersebut. Dia berjalan menuju ke arah ibu Aris yang terlihat begitu bising mendengar keributan yang terjadi di depan rumahnya.
"Tidak ada apa-apa Bu. Hanya salah paham biasa saja. Perkenalkan, nama saya Devi. Saya pemilik klinik tempat Aris kerja. Ibu pasti ibunya Ariskan?" ucap Devi memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangan kanannya.
__ADS_1
Melihat sosok Devi yang terlihat begitu cantik dan mempesona. Ibu Aris langsung mengagumi sosok Devi yang cantik dan mempesona. Apalagi Devi adalah seorang pemilik klinik. Tentu itu menjadi sebuah kelebihan bagi seorang Devi di mata Ibu Aris.
"Saya Indah, Ibu dari Aris." jawab Ibu Aris dengan begitu ramahnya.
Melihat calon ibu mertuanya yang terlihat akrab dengan Devi. Widi dengan segera memisahkan ibu mertuanya tersebut dari Devi. Hal pertama yang di lakukan oleh Widi adalah dengan memisahkan tangan ibu mertuanya dari jabatan seorang Devi.
"Bu, jangan pernah mau untuk berkenalan dengan perempuan ini. Perempuan ini adalah perempuan yang tidak baik. Jadi jangan pernah mau untuk berdekatan dengan perempuan ini." Pinta Widi dengan kesal.
Bukannya mendengarkan ucapan dari Widi. Ibu Aris justru malah memarahi Widi. Dia uang kurang menyukai Widi, meminta Widi bersikap lebih sopan lagi. Sebab Devi tidak melakukan apapun. Hanya Widi yang bersikap berlebihan saja.
Widi begitu sedih dengan sikap dari ibu Aris. Begitu juga Aris yang terlihat tidak melakukan pembelaan atas namanya. Hingga Widi merasa terkucilkan di sana. Padahal Widi jauh lebih mengenal Aris dan ibunya, di banding dengan Devi yang baru hadir di kehidupan Aris dan ibunya.
__ADS_1
Ini tidak adil bagi seorang Widi yang selalu memperbaiki diri untuk Aris. Usahanya seakan berjalan sia-sia untuk Aris. Padahal Widi selama ini telah melakukan hal yang terbaik bagi keluarga Aris. Namun Widi tidak mendapatkan apa yang sewajarnya di lakukan oleh Aris pada seorang Widi.