
Satu persatu para siswa meninggalkan ruang kelas. Waktu pulang telah tiba, begitu juga untuk Amasya. Pelajaran tadi merupakan pelajaran terakhir yang Amasya ajar di hari ini. Kini saatnya Amasya mendatangi sebuah agensi yang sudah Juan hubungi untuk merekrut seorang pembantu.
Baru akan keluar dari kelas, langkah Amasya langsung tertahan. Rehan mengajak Amasya makan siang di kantin. Dia baru mendapatkan bonus besar dari pihak yayasan, mungkin dengan mentraktir Amasya. Bisa menjadi sebuah kebahagiaan yang bisa di rasakan oleh Amasya juga.
"Kamu ada siang ini?" Tanya Rehan mengejutkan Amasya.
"Iya, hari ini aku harus mendatangi agensi pembantu. Juan ingin mencari pembantu yang akan bekerja di rumah kami." Jawab Amasya.
"Tadinya aku ingin mengajak kamu untuk makan siang bersama. Ada sedikit kebahagiaan yang aku rasakan. Aku ingin membagikan kebahagiaan itu dengan kamu." Terang Rehan.
"Maafkan aku Rehan, aku tidak bisa. Mungkin lain kali kita bisa makan siang bersama." Ucap Amasya.
Setelah berpamitan pada Rehan, Amasya segera pergi meninggalkan Rehan. Tanpa sepatah kata, Rehan membiarkan Amasya pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Ada sedikit kesedihan dari seorang Rehan. Ajakan darinya di tolak oleh Amasya. Dia cukup bersedih akan hal itu.
Keputusan Amasya menolak tawaran dari Rehan cukup baik. Dengan ketegasan dari Amasya itu. Dia bisa membuat sebuah pernyataan yang tegas akan sikapnya. Dia sudah tak ingin mengulang kisah cinta yang pernah ada di hati masing-masing. Amasya ingin semuanya berubah, sesuai dengan adanya. Tidak harus saling mengungkit masa lalu yang ada. Cukup fokus dengan masa depan yang ada.
__ADS_1
Amasya mulai memfokuskan diri untuk menyetir menuju agensi tersebut. Mungkin bukan saatnya Amasya harus memikirkan perasaan seorang Rehan. Dia bukan siapa-siapa untuk Amasya, sehingga tidak harus Amasya pikirkan lagi.
Setibanya di tempat agensi pembantu itu. Amasya langsung di sambut oleh pemilik agensi itu. Amasya diajak untuk melihat seluruh ruangan di tempat itu. Dimana nantinya Amasya bisa bertemu dengan calon pembantu yang akan bekerja di rumah miliknya.
"Saya senang pada saat pak Juan menelpon kami untuk mencari seorang pembantu. Dulu orangtuanya juga mencari Seorang pembantu di agensi kami juga." Ucap si pemilik agensi.
"Iya bu, saya dengar agensi ibu cukup banyak menyalurkan pembantu yang berkualitas. Hingga mas Juan memilih untuk menghubungi agensi ini dalam memilih calon pembantu kamu nantinya." Balas Amasya dengan begitu lembutnya.
Sebelum diajak untuk melihat kondisi para pembantu. Amasya diajak untuk sedikit mengobrol terlebih dahulu dengan pemilik agensi itu. Tentu tujuan dari obrolan itu untuk mengetahui pembantu seperti apa yang Amasya butuhkan. Sebab ada banyak pembantu di agensi miliknya.
"Suami saya menginginkan seorang pembantu yang cekatan serta memiliki performa yang masih prima. Mungkin dari usia dibawah 40 tahun. Sebab pekerjaan di rumah kami cukup banyak. Tapi kamu juga menginginkan seorang pembantu yang bijak secara tutur kata. Sebab sebentar lagi kami akan segera dikaruniai seorang bayi. Jadi harus banyak kebajikan di rumah kami." Terang Amasya dengan begitu jelasnya.
"Baik, saya akan panggil beberapa kandidat yang mungkin sesuai dengan kriteria dari nyonya Juan. Mereka ini saya rasa yang paling mewakili dari apa yang nyonya Juan harapkan." Balas si pemilik agensi.
Menunggu pemilik agensi itu kembali ke hadapannya. Amasya meminum terlebih dahulu teh yang di hidangkan untuknya. Walaupun terlalu manis untuknya, tapi setidaknya teh itu cukup untuk membunuh rasa haus yang sedang melanda tenggorokannya.
__ADS_1
Beberapa kandidat yang akan dipilih oleh Amasya, mulai berdatangan satu persatu ke hadapan Amasya. Mereka menyapa Amasya terlebih dahulu, sebelum akhirnya duduk di sofa panjang di hadapan Amasya.
Ada lima kandidat yang setidaknya mungkin bisa dipilih oleh Amasya. Kelima calon pembantu itu setidaknya mewakili apa yang diinginkan oleh Juan dan Amasya. Sehingga mereka di rasa paling cocok untuk menjadi asisten rumah tangga di rumah Amasya.
"Saya pikir salah satu dari kelima orang ini bisa Bu Juan pilih untuk jadi asisten rumah tangga di rumah Bu Juan. Kelima orang ini sesuai dengan kualifikasi yang Bu Juan inginkan." Terang pemilik agensi itu.
Satu persatu dari kelima kandidat calon asisten rumah tangga dari Amasya itu memperkenalkan diri. Di mulai dari nama, latar belakang, usia hingga terpenting apa yang akan diberikan selama menjadi asisten rumah tangga di rumah Amasya.
Kelimanya hampir sesuai dengan apa yang Amasya harapkan. Wajah sendu dari mereka juga, menjadi satu hal yang penting. Wajah sendu seperti ini, mungkin menjadi tipikal yang di sukai oleh Julien's. Mengingat wajah sendu, biasanya memiliki karakteristik yang ramah serta baik. Hingga ini tentu cocok dengan apa yang Juan inginkan.
Tapi Amasya hanya bisa memilih satu dari kelima calon asisten rumah tangga yang akan bekerja di rumah miliknya itu. Sementara empat sisanya, terpaksa harus tersisih. Ah mungkin ini akan jadi pilihan yang paling sulit bagi Amasya. Mengingat dia cukup tak enak hati, untuk mengeliminasi keempat kandidat yang tidak akan menjadi asisten rumah tangganya.
Akhirnya pilihan Amasya jatuh pada seorang perempuan bernama Parni, berusia 39 tahun asal Pati. Amasya tak memiliki alasan apapun untuk memilih dia. Itu hanya berdasarkan feeling dari Amasya saja. Mengingat kelimanya memiliki kualifikasi yang hampir sama dengan keinginan dari Juan.
Sebelum membawa Parni untuk bekerja bersamanya. Amasya terlebih dahulu mengurus dokumen milik Parni pada pemilik agensi. Dengan begitu, Parni sepenuhnya telah menjadi milik Amasya. Dia pun telah resmi mendatangi kontrak untuk bekerja di rumah Amasya.
__ADS_1