Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Seorang Pria Bayaran


__ADS_3

Seorang pria berbadan besar dengan pakaian serba hitam, sudah mengintai rumah Amasya sedari kemarin. Kedatangan dari pria berbadan besar itu, tak lain tak bukan tentu untuk mencelakai seorang Amasya. Pria itu adalah pria bayaran yang di minta Ratna dan Devi.


Belum ada tanda-tanda dari Amasya yang akan keluar atau masuk ke dalam rumahnya. Hingga pria itu belum bisa melakukan aksi jahatnya. Dia menunggu momen yang pas untuk mencelakai Amasya.


Seolah warga biasa yang berada di perumahan elit itu. Pria itu menyamar dengan menyewa sebuah kosong untuk seminggu. Sehingga dia bisa melakukan pemantauan terhadap Amasya dalam tempo yang lama.


Sesekali dia memantau rumah Amasya dengan sebuah sepedanya. Dia mencari celah untuk melakukan aksi jahatnya tersebut.


Tak hanya lewat sepeda, pria bayaran itu juga sesekali melakukan aktivitas olahraga. Lebih sering berjalan menggunakan pakaian yang berbeda di sekitar rumah Amasya. Tentu dia ingin mencari celah yang pas untuk melakukan aksi jahatnya tersebut.


Aksinya yang di lakukan itu memang baru di lakukan malam tadi. Tapi aksinya yang berulang, sudah dua kali di ketahui Juan. Hingga Juan sempat curiga dengan orang tersebut. Mengingat orang itu asing di lingkungan rumah Juan.

__ADS_1


Pria bayaran itu juga kerap kabur, saat Juan memanggil pria itu. Siapa yang tidak curiga, itu saja membuat Juan begitu curiga dan penasaran. Hingga Juan ingin tahu betul sosok dari pria misterius itu.


Juan kembali memergoki pria misterius itu. Pulang mengantar Amasya dari sekolah, Juan kembali melihat pria misterius itu. Dia berada bersama kerumunan warga sekitar kompleks rumahnya. Pria itu jelas terlihat sedang memantau rumah Juan dengan aksinya.


Juan menghentikan mobilnya dari jarak rumah yang cukup jauh. Dia ingin memantau pria misterius itu, sekaligus memberitahu Amasya akan pria itu.


"Kenapa kamu berhenti sayang?" Tanya Amasya dengan begitu bingungnya.


"Kamu lihat pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu?" Tanya balik Juan menunjuk pada pria misterius tersebut.


"Itu yang mengenakan topi hitam dan pakaian hitam, di dekat bapak-bapak yang pakai sarung." Jelas Juan.

__ADS_1


Setelah mencari cukup lama, akhirnya Amasya menemukan keberadaan pria misterius itu. Amasya pun semalam berjumpa dengan pria itu. Hingga dia sempat ketakutan dengan tatapan sinis pria misterius itu.


"Iya.... Aku semalam melihat dia melintas di depan gerbang rumah kita. Tatapan dia begitu sinis, hingga aku rasa dia memiliki sedikit kelainan." Ucap Amasya.


"Aku pikir dia baik-baik saja. Tapi dia memiliki niat jahat, terutama untuk keluarga kita. Pria yang terlihat seperti orang bayaran. Aku bisa menebak dari gerak-gerik pria itu." Jelas Juan.


Amasya terkejut dengan penjelasan dari Juan. Dia langsung ketakutan pada sosok pria itu. Terlebih tatapan sinis pria itu masih terngiang-ngiang di pikiran Amasya.


"Iya Juan, aku rasa dia memang memiliki niat jahat. Dari tatapan dia saja, sudah terlihat. Aku pikir dia memiliki gangguan jiwa. Tapi ternyata dia orang bayaran yang membahayakan kita." Ucap Amasya semakin ketakutan.


"Kamu tenang saja sayang, aku akan selalu menjaga kamu. Termasuk dari orang jahat itu. Kamu akan selalu aman di samping aku. Jadi jangan pernah takut." Ujar Juan dengan begitu meyakinkan.

__ADS_1


"Aku percaya itu, kamu pasti akan menjaga aku dari pria misterius itu." Balas Amasya mengelus tangan Juan.


Juan semakin fokus memperhatikan gerak-gerik pria itu. Sampai akhirnya si pria misterius itu pergi dari kerumunan. Namun sebelum pergi, si pria itu terlihat seperti memantau rumah Juan. Kecurigaan itu semakin menguatkan niat buruk dari pria itu. Tentu dia ingin melakukan aksi yang jahat terhadap keluarga kecil Juan. Hal yang harus di hindari oleh Juan selaku kepala keluarga.


__ADS_2