
Belum pergantian shift di lakukan, Aris sudah datang ke klinik Devi. Dengan sebuah kemeja berwarna hijau bermotif horizontal. Aris terlihat begitu menawan dengan pakaiannya yang dikenakan olehnya.
Sebelum masuk ke dalam klinik, Aris menyempatkan diri untuk sedikit berbincang dengan Amir yang merupakan sekuriti di klinik Devi. Sedikit mengobrol dengan orang lama seperti Amir, tentu akan membuat Aris bias lebih dekat lagi dengan setiap staf yang ada di klinik Devi tersebut.
"Selamat sore pak." Sapa Aris pada Amir.
"Selamat sore, kamu pasti pegawai baru yang akan bekerja di sinikan?" Tanya Amir.
"Bapak kok tahu?" Tanya Aris pada Amir.
"Iya, soalnya Bu Devi sudah mengintruksikan akan ada beberapa staf baru di klinik ini. Mungkin salah satunya itu adalah kamu." Balas Amir dengan menerka.
"Bapak di sini bekerja sudah berapa lama?" Tanya Aris pada Amir.
__ADS_1
"Tidak lama, soalnya klinik ini baru buka juga. Jadi saya baru di sini juga." Jawab Amir.
Tak berselang lama Devi keluar dari klinik miliknya. Kemudian Devi melihat Aris yang sedang mengobrol dengan Amir. Devi terlihat begitu senang dengan kedatangan dari Aris. Devi juga sedikit merapikan penampilan darinya sebelum bertemu dengan Aris.
"Kamu sudah datang?" Tanya Devi mengejutkan Aris dan Amir.
Kedatangan dari Devi langsung membuat Amir bersikap tegak kembali. Pasalnya Devi kurang menyukai ketika Amir tidak bersikap dengan tegas. Terlebih Amir adalah seorang sekuriti yang menjaga klinik dari Devi. Hingga dia harus bersikap tegap serta terlihat meyakinkan.
"Iya Bu, selamat sore." Balas Aris dengan begitu ramahnya.
"Tidak usah Bu, saya istirahat di sini saja." Ucap Aris menunduk.
"Baik, jika kamu mau istirahat di sini. Tapi ada beberapa dokumen yang harus kamu selesaikan dulu. Mungkin kamu bisa ikut bersama saya terlebih dahulu." Ajak Devi.
__ADS_1
"Baik Bu." Tutup Aris.
Aris pun ikut bersama Devi ke dalam klinik. Entah dokumen apa yang harus Aris tandatangani. Tapi Devi terlihat begitu memaksa Aris untuk masuk ke dalam klinik.
Alasan seorang Devi saja, Aris di minta menandatangani dokumen yang sebenarnya tidak penting. Beberapa dokumen itu salah satunya adalah dokumen pembersihan loker yang sebenarnya di lakukan oleh petugas kebersihan yang menjadi tugas seorang Rosan. Untuk apa Aris menandatangani dokumen itu. Jelas-jelas itu bukan dokumen yang harus Aris tandatangani, tapi Devi meminta Aris untuk menandatangani dokumen tersebut. Hal yang aneh bagi seorang Aris.
Devi sempat malu sendiri saat Aris menanyakan mengapa dirinya harus menandatangani dokumen pembersihan loker. Tentu itu bukan job desk dari seorang Aris yang merupakan dokter kandungan. Hingga Devi harus menarik ulang dokumen itu dari tangan Aris.
"Saya pikir, saya salah memberikan dokumen pada kamu." Devi menarik dokumen itu dari tangan Aris.
"Tidak masalah Bu." Aris mulai menandatangani dokumen lainnya.
"Kamu begitu rajin sekali, sebelum jam kerja mulai. Kamu sudah berada di sini." Puji seorang Devi pada Aris.
__ADS_1
"Biasa saja Bu, namanya juga hari pertama. Harus bisa menunjukkan suatu hal yang mengesankan. Itu penting untuk tahap selanjutnya." Balas Aris merendah.
Devi nampak begitu salah tingkah dengan keberadaan Aris di hadapannya. Ini kali pertama bagi Devi, terlihat salah tingkah di hadapan pria. Aris berhasil membuat Devi tak karuan dengan tatapan tajam darinya. Hingga Devi begitu deg-degan dengan tatapan yang di lakukan Aris kepadanya.