Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Bodyguard Baru Amasya


__ADS_3

Tak lama dari kedatangan seorang Rendi ke rumahnya. Kedatangan dua bodyguard yang memang sengaja di pesan oleh Juan untuk Amasya. Langsung mengejutkan seorang Amasya. Terlebih Ricky yang memiliki perawakan yang serem, sempat membuat seisi rumah panik.


Pak Adhi yang menjaga rumah Amasya, sempat berselisih paham dengan kedua bodyguard baru dari Amasya itu. Pasalnya kedua bodyguard itu tidak langsung masuk ke dalam rumah Amasya. Keduanya malah asyik mengobrol di depan gerbang rumah Amasya. Aksi kedua bodyguard itu langsung menarik perhatian pak Adhi. Dia yang tak ingin kedua bodyguard itu melakukan tindak kejahatan di rumah Amasya, langsung meminta kedua bodyguard itu untuk pergi dari depan gerbang.


"Saya perhatikan kalian di sini sudah ada 10 menit. Tujuan kalian di sini untuk apa?" Tanya pak Adhi.


"Memang kenapa, kita cuman numpang berteduh di sini." Jawab Ricky dengan suara besarnya.


"Di sini bukan tempat berteduh. Jadi saya harap kalian berdua akan segera pergi dari sini. Sebelum saya panggil orang satu kompleks untuk melakukan tindakan yang akan merugikan kalian berdua." Ancam pak Adhi.


"Silakan. Kami tidak takut." Balas Ismail dengan suara besar juga.


Melihat kedua bodyguard itu mulai menunjukkan wajah marah nan seramnya. Pak Adhi seketika ketakutan, dengan kedua kakinya yang mulai gemetar. Pak Adhi tak mampu lagi menatap wajah Ricky dan Ismail.


Demi menghindari sesuatu yang buruk pada dirinya. Pak Adhi langsung berteriak meminta tolong. Suara pak Adhi yang keras, langsung memanggil beberapa tetangga di sekitar rumah Amasya keluar dari rumah mereka. Tentu untuk menolong pak Adhi yang berteriak meminta tolong.


Amasya yang mendengar teriakan dari pak Adhi. Juga turut datang untuk menolong pak Adhi. Dia langsung menghampiri pak Adhi yang semakin nyaring meminta tolong pada semua orang.

__ADS_1


"Ada apa pak Adhi?" Tanya Amasya dengan begitu paniknya.


"Ini mbak Amasya, ada dua orang yang sepertinya akan melakukan tindak kejahatan di rumah mbak Amasya." Jawab pak Adhi yang semakin ketakutan.


Baik Ricky dan Ismail terlihat merubah wajah seram dari keduanya. Terlebih dengan kedatangan dari Amasya serta beberapa tetangga Amasya yang datang. Keduanya langsung menunjukkan wajah kalemnya. Hingga dengan ramah menyapa Amasya.


"Ibu pasti Bu Amasya?" Tanya Ismail dengan begitu ramahnya.


"Benar, saya Amasya. Memangnya ada apa?" Tanya balik Amasya.


"Perkenalkan, nama saya Ismail. Ini adalah Ricky, teman saya. Kami adalah dua bodyguard yang di sewa oleh pak Juan untuk melindungi rumah ibu dari teror orang asing." Jelas Ismail semakin ramah.


"Maafkan semuanya. Ini hanya misk komunikasi antara saya dengan kedua bodyguard baru dari Bu Amasya ini." Permohonan maaf dari pak Adhi.


Semua tetangga dari Amasya, langsung menyoraki pak Adhi. Mereka begitu kecewa dengan pak Adhi yang terlalu dini menyimpulkan akan kedua bodyguard baru dari Amasya.


Amasya sendiri yang ingin memastikan kedua orang itu adalah bodyguard yang di pesan oleh Juan untuk menjaga rumah mereka. Langsung melakukan panggilan telepon pada Juan.

__ADS_1


"Selamat siang sayang." Ucap Juan dengan begitu manisnya.


"Siang sayang. Aku ingin bertanya sesuatu pada kamu." Balas Amasya.


"Tanya apa sayang?" Tanya Juan dengan begitu penasaran.


"Apakah kamu mengirim dua bodyguard untuk menjaga rumah kita?" Tanya Amasya.


"Benar sayang. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kamu. Orang asing yang terus meneror rumah kita, benar-benar membuat aku khawatir. Aku tidak ingin dia melakukan tindakan yang bisa membahayakan kamu. Makanya aku memutuskan untuk menyewa dua bodyguard untuk menjaga kamu." Jawab Juan dengan begitu mendetail.


"Baik sayang, terima kasih atas perhatiannya. I love you." Ucap Amasya terharu.


"Sama-sama sayang. Itu sudah kewajiban aku sebagai seorang suami. Jadi kamu tidak harus mengucapkan terima kasih seperti itu pada aku. Itu hal yang wajar." Balas Juan.


"Sudah dulu sayang. Jangan lupa makan siang." Pesan dari Amasya untuk Juan.


"Kamu juga sayang. Jangan lupa makan siang." Tutup Juan dengan begitu manisnya.

__ADS_1


Amasya akhirnya percaya jika kedua bodyguard itu memang di sewa oleh Juan untuk menjaga rumahnya. Amasya mengucapkan selamat bergabung di rumah Amasya kepada kedua bodyguard barunya itu. Amasya berharap mereka bisa betah di rumah Amasya. Mereka juga akan menjalankan tugasnya sebaik mungkin.


Kedua bodyguard itu langsung membalas ucapan dari Amasya dengan komitmen dari keduanya yang akan selalu menjaga Amasya. Terlebih dengan kepercayaan yang telah di berikan Juan kepada mereka berdua. Mereka akan menjalankan sebaik mungkin.


__ADS_2