Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Rasa Bersalah Seorang Dokter Dani


__ADS_3

Kebohongan yang di buat oleh dirinya pada Amasya dan Juan. Telah menyiksa dirinya sendiri dalam beberapa hari. Dokter Dani tidak bisa melupakan rasa bersalah yang terus melanda hatinya tersebut. Apalagi dokter Dani memang di kenal sebagai seorang dokter yang memiliki integritas yang tinggi. Walaupun integritas yang di miliki oleh dokter Dani di hancurkan secara berkeping-keping oleh seorang Devi.


Rasa bersalah dari dalam hatinya, telah membuat dokter Dani murung dalam beberapa hari terakhir. Dia tidak lagi seceria biasanya. Kesedihan yang di rasa oleh dokter Dani, tidak hanya terjadi ketika dokter Dani sedang berada di rumah sakit saja. Tapi dia juga merasakan kekecewaan tersebut ketika sedang berada di rumah.


Di depan teras rumahnya. Dokter Dani kerap melamun sendiri. Memikirkan bagaimana rasa sedih yang di rasakan oleh Amasya dan Juan ketika kehilangan cabang bayi mereka secara mendadak. Itu yang membuat dokter Dani terlihat begitu bersedih.


Istri dokter Dani yang bernama Vita, datang menghampiri dokter Dani. Dia duduk di samping dokter Dani dengan membawa sebuah toples berisi cemilan yang di sukai oleh dokter Dani.


"Kamu lapar sayang?" tanya Vita menyodorkan toples tersebut.

__ADS_1


"Tidak. Aku saja sekali tidak lapar." jawab dokter Dani.


"Aku perhatikan, kamu akhir-akhir ini lebih banyak murung. Apa yang membuat kamu murung seperti itu?" tanya Vita kembali.


"Apa kamu ingin tahu kebodohan suami kamu ini. Bukan hanya bodoh aku pikir, tapi dosa yang telah aku buat." ujar dokter Dani dengan suara lirih.


"Aku telah menyalahi sumpah yang aku ucap sendiri. Padahal aku pernah bersumpah di hadapan rekan dokter lainnya untuk tetap mengatakan hal yang jujur. Tapi aku justru berbohong. Itu yang aku sesali saat ini." ujar dokter Dani mulai menangis.


"Bohong dalam hal apa?" tanya Vita semakin menekan.

__ADS_1


"Aku terpaksa bohong pada sepasang suami istri. Dimana aku mengatakan kebohongan pada suami istri itu akan penyebab keguguran yang di alami olehnya. Ada obat penggugur kandungan yang di masukan ke dalam makanan si istri. Tapi aku berbohong itu tidak terjadi. Sehingga keduanya percaya, tidak kejanggalan dalam keguguran yang terjadi. Padahal keguguran itu memang di rencanakan oleh salah satu rekan kerja dokter juga." jawab Dani semakin keras menangis.


Vita tidak menyangka Dani akan melakukan hal tersebut. Terlihat begitu kecewa suaminya melakukan hal keji tersebut. Apalagi Dani adalah seorang dokter profesional yang seharusnya bisa mengatakan sesuatu hal yang jujur. Tidak melakukan kebohongan yang merugikan salah satu pihak. Itu yang membuat Vita cukup kecewa pada Dani.


Danu menggenggam tangan Vita, dia meminta maaf pada Vita. Sebab apa yang di lakukan oleh Dani adalah tindakan yang tidak etis di lakukan oleh seorang dokter seperti dirinya. Seharusnya Dani malu dengan apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Tapi Dani terlihat biasa saja selama ini. Hingga rasa penyesalan dalam dirinya hadir, rasa penyesalan Dani akan kebohongan yang telah di buat oleh dirinya tersebut.


Vita pun meminta Dani untuk mengatakan kejujuran yang sebenarnya pada Juan dan Amasya. Sehingga kejahatan dari Devi akan segera terbongkar. Apalagi Devi berusaha mencegah Amasya untuk hamil. Sehingga dokter Dani di harapkan akan menjadi orang yang akan menolong Amasya dari kejahatan seorang Devi yang di kenal memiliki sifat iri hati tersebut.


Dani pun berjanji akan segera mengatakan kejujuran dan akan membongkar semua kejahatan yang di lakukan oleh Devi pada Amasya dan Juan. Sehingga kejahatan yang di lakukan oleh Devi pada Amasya, tidak akan di lakukan lagi oleh Devi secara membabi buta.

__ADS_1


__ADS_2