Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Juan Berusaha Tabah


__ADS_3

Puluhan pesan belasungkawa langsung membanjiri kotak masuk di salah satu aplikasi pesan yang ada di handphone Juan. Mereka mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya atas apa yang terjadi pada Amasya. Mereka juga mendoakan semoga Amasya segera pulih kembali.


Banyaknya pesan yang masuk ke dalam kotak masuk di handphone Juan. Tak mampu Juan balas secara satu persatu. Lewat sebuah unggah video, Juan mengucapkan terima kasih kepada para rekan kerjanya yang telah mengucapkan belasungkawa atas kehilangan yang terjadi pada Juan dan Amasya. Juan mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan para rekan kerjanya tersebut. Mengingat Juan benar-benar membutuhkan sebuah doa dan dukungan dari para rekan kerjanya. Dan Juan mendapat dukungan yang dia butuhkan tersebut.


Makan siang sendiri di sebuah restoran. Juan kembali membuka album galeri di handphone miliknya. Album photo yang berisi kenangan Juan dan Amasya, sedari Amasya melakukan test pack kehamilan. Sampai Amasya benar-benar di nyatakan hamil. Semuanya membuat Juan begitu merasa rindu. Rindu yang berat akan kenangan yang tak mungkin kembali dalam waktu singkat tersebut.


Melihat wajah ceria dari Amasya selama hampir 1,5 bulan menjalani kehamilannya. Perlahan membuat Juan tersenyum. Namun lambat laun Juan mulai meneteskan air mata, ketika Juan melihat gambar lain dari Amasya. Juan langsung menangis dengan begitu hebatnya. Air matanya terus menetes deras, di barengi dengan suara isakan. Seketika Juan menjadi tontonan oleh pengunjung lainnya yang tengah makan di restoran tempat Juan makan siang.


Juan berusaha tabah dengan kenyataan pahit yang harus di terima oleh dirinya. Dirinya harus menerima semua kenyataan yang mungkin tidak akan pernah Juan terima. Juan harus merasakan semua kesedihan tersebut.


Seorang pelayan memberikan Juan tissue. Dirinya tidak begitu tega melihat Juan yang tengah di landa kesedihan yang teramat dalam. Sehingga sebuah tissue mungkin bisa Juan gunakan untuk mengeringkan air matanya.

__ADS_1


Juan tidak langsung menerima tissue tersebut. Dia sempat menatap wajah pelayan perempuan yang memberikan dirinya tissue. Sebelum akhirnya Juan dengan perlahan mengambil tissue yang di berikan oleh pelayan itu kepada dirinya.


"Terima kasih." ucap Juan menerima tissue tersebut.


Pelayan itu kemudian segera bergegas pergi meninggalkan Juan. Namun Juan langsung menahan pelayan perempuan itu. Juan meminta pelayan tersebut untuk menemani dirinya mengobrol. Juan sangat ingin bercerita akan kesedihan yang di alami olehnya.


Namun pelayan perempuan itu menolak untuk menemani Juan bercerita. Tidak ada SOP yang mengharuskan dirinya untuk mengobrol dengan tamu. Sehingga itu akan menjadi masalah besar bagi pelayan itu untuk mengobrol dengan Juan. Pelayan itu langsung meninggalkan meja Juan.


"Makanan apa yang bisa saya ajak mengobrol?" tanya Juan pada pelayan tersebut.


Pelayan itu tertawa.

__ADS_1


"Saya serius. Kenapa kamu tertawa seperti itu?" tanya Juan kembali.


"Saya pikir tidak ada makanan yang bisa di ajak mengobrol. Semua makanan itu untuk di makan. Mungkin Bapak butuh psikiater. Bukan ke restoran." jawab si pelayan tersebut.


"Tapi saya tidak gila." ucap Juan dengan begitu tegasnya.


"Ketika saya ada masalah, saya selalu lari psikiater. Walaupun budget saya minim. Setidaknya saya bisa bercerita banyak pada mereka. Tidak akan ada di antara mereka yang akan menghakimi bapak. Psikiater itu bukan tempat orang gila. Tapi tempat bagi seseorang yang sedang di landa masalah seperti Bapak ini. Mungkin bapak bisa ke psikiater." Jelas pelayan restoran tersebut dengan penuh keyakinan.


Juan langsung terpikir oleh ucapan dari pelayanan restoran tersebut. Sepertinya memang dia butuh untuk datang ke psikiater. Sekedar melampiaskan kesedihan yang ada di dalam hatinya. Di banding harus terus memendam rasa sedihnya di dalam hati. Juan lebih baik datang ke psikiater untuk bisa berkonsultasi. Mungkin Juan akan mendapatkan solusi dari apa yang tengah melanda dirinya saat ini. Ide yang cukup bagus bagi Juan saat ini.


Juan tidak jadi memesan makanan di restoran tersebut. Juan segera pergi dari restoran tersebut. Namun Juan meninggalkan beberapa lembar uang dengan nominal seratus ribu di atas meja. Mungkin itu adalah uang tips bagi pelayan yang telah memberikan saran pada Juan untuk mendatangi psikiater. Tempat dimana Juan bisa menceritakan semua persoalan hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2