
Mendapat kabar Amasya keguguran. Parni langsung menelepon Devi untuk memberitahu kabar tersebut. Tentu ini kabar yang cukup membahagiakan bagi seorang Devi. Kabar yang akan membuat senyum Devi seharian tidak akan hilang di wajahnya.
Sebelum melakukan panggilan telepon pada Devi. Parni mencari tempat aman untuk dirinya bisa mengobrol panjang lebar dengan Devi. masih ada Rini, serta beberapa pegawai lain di rumah Amasya. Rentan bocor persengkongkolan Devi dengan Parni, jika Parni melakukannya tidak dengan hati-hati.
Toilet sepertinya menjadi tempat yang aman bagi Parni untuk menelpon Devi. Tidak akan ada orang yang tahu jika Parni melakukan panggilan telepon dengan Devi. Mengingat toilet di dekat dapur, menjadi tempat yang jarang di kunjungi oleh penghuni rumah Amasya. Hingga mustahil akan ada orang yang datang untuk pergi ke toilet tersebut.
"Hallo Bu Devi." ucap Parni.
"Hallo Parni, ada apa kamu menelpon saya pagi-pagi gini?" tanya Devi sedikit ketus.
"Saya ada informasi bagus di hari ini." jawab Parni dengan meyakinkan.
__ADS_1
"Informasi bagus apa?" tanya Devi penasaran.
Parni sengaja terdiam sejenak, untuk mengetahui respon dari seorang Devi. Benar saja, Devi yang penasaran dengan informasi yang di bawa oleh Parni. Dia meminta Parni untuk segera mengatakan informasi penting apa yang Parni miliki.
"Informasi apa! Kamu jangan buat saya penasaran seperti ini." Bentak Devi dengan begitu kerasnya.
Parni tertawa mendengar Devi yang begitu penasaran. Tentu ini akan jadi informasi yang cukup penting bagi Devi. Hingga Devi begitu penasaran.
"Apa! Amasya keguguran." Devi terkejut.
Devi yang sedang sarapan bersama dengan Ratna. Langsung tersenyum bahagia mendengar kabar akan Amasya yang keguguran. Usaha dari Devi akhirnya berbuah hasil. Amasya yang di harapkan keguguran, akhirnya benar-benar terjadi.
__ADS_1
Ratna tak kalah bahagia mendengar kabar dari Amasya yang keguguran. Ini tentu menjadi kabar yang membahagiakan untuknya juga. Hingga Ratna pun ikut tersenyum bahagia mendengar kabar Amasya yang akhirnya keguguran.
Parni sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Hingga dia menagih uang sisa yang di janjikan oleh Devi kepada dirinya. Parni ingin segera melunasi hutang-hutangnya pada rentenir serta pinjaman online. Hingga Parni bisa hidup dengan begitu tenangnya. Tanpa harus merasakan di kejar oleh debt kolektor kembali.
Devi dapat merasakan sosok Parni yang memang licik. Parni yang seorang asisten rumah tangga, ternyata memiliki otak layaknya mafia. Dia licik, dan berbahaya. Mungkin Parni bisa Devi terus manfaatkan untuk membuat hidup Amasya dan Juan menderita. Sebab Parni punya keberanian dan kecerdasan dalam melakukan tugasnya.
Tanpa ragu, Devi langsung mengirimkan uang sisa tersebut pada Parni. Devi mengatakan jika dirinya begitu senang bekerja sama dengan Parni. Sebab Parni menjalankan tugasnya dengan begitu baiknya.
Tak hanya Devi yang merasa di untungkan. Parni yang mendapat imbalan dari Devi, juga begitu senang bisa bekerja sama dengan Devi. Sebab Devi memberikan uang sesuai dengan harapan seorang Parni. Uang yang cukup banyak, untuk Parni bisa melunasi semua hutang yang ada.
Devi tentu masih akan menggunakan jasa Parni lainnya. Jasa Parni dalam membuat Amasya dan Juan menderita. Devi ingin Juan dan Amasya selamanya akan merasakan penderitaan yang teramat. Terutama bagi Amasya, Devi ingin Amasya tidak memiliki anak. Sama seperti yang Devi alami. Tidak akan memiliki keturunan. Amasya harus childfree seperti dirinya.
__ADS_1