
Terdengar suara mobil dari seorang Ryan. Ratna yang penasaran, lantas menghampiri mobil yang di bawa oleh Ryan itu. Ratna masih cukup penasaran dengan kondisi Alvin. Sekali pun, dia sudah tidak peduli lagi pada suaminya tersebut. Tapi tentu sebagai seorang istri, Ratna masih butuh Alvin dalam hal finansial.
Ratna begitu terkejut begitu melihat Ryan yang keluar sendirian dari dalam mobil. Dimana Alvin yang seharusnya pulang bersama Ryan? Apa Alvin masih di rumah sakit? Segelintir pertanyaan yang mulai di pertanyaan oleh Ratna pada dirinya sendiri.
Ratna lalu menghampiri Ryan yang nampak begitu lelah, usai seharian berada di rumah sakit. Dia melihat kearah kursi belakang mobil yang dibawa oleh Ryan. Tentu Ratna ingin memastikan apakah Alvin berada di belakang mobil. Atau tidak ada sama sekali. Saat Ratna menoleh kearah kursi belakang mobil. Dia tak menemukan sosok Alvin sama sekali. Dia tidak ada di sana. Lantas kemana Alvin pergi?
"Cari siapa Bu?" Tanya Ryan pada Ratna.
"Kemana Bapak?" Tanya balik Ratna penasaran.
"Bapak di bawa sama mas Juan dan mbak Amasya ke rumah mereka." Jawab Ryan.
"Apa! Di bawa Amasya ke rumahnya?" Ratna begitu terkejut.
__ADS_1
"Iya Bu, Bapak di bawa mbak Amasya." Ryan menambahkan.
"Kenapa kamu biarkan bapak di bawa sama Amasya." Amuk Ratna.
"Saya tidak tahu bu. Tapi mbak Amasya dan mas Juan yang bawa bapak begitu saja. Saya pikir mereka sudah konfirmasi ke ibu." Jawab Ryan melakukan pembelaan.
"Bodoh banget sih kamu. Seharusnya kamu tahan Amasya untuk tidak membawa Bapak. Tujuan kamu di sana adalah untuk menjaga bapak. Jadi kalau semisalnya di bawa sama Amasya, kamu langsung hubungi saya. Bukan malah membiarkan begitu saja." Ratna semakin mengamuk.
"Saya tidak tahu bu. Saya tidak mungkin melarang mbak Amasya membawa bapak. Lagi pula itu bapaknya dia juga. Jadi saya tidak ada hak untuk itu." Ryan kembali melakukan pembelaan.
"Ada apa sih mah. Ribut aja kerjaannya." Devi meradang.
"Ini sopir bodoh kita ini. Masa dia tidak memberitahu kita kalau ayah kamu di bawa sama Amasya. Seharusnya dia kasih tahu kita dulu. Agar kita bisa cegah." Terang Ratna pada Devi.
__ADS_1
"Jadi ayah sudah di bawa Amasya ke rumah Amasya?" Tanya Devi menatap tajam Ryan.
"Iya mbak." Jawab Ryan ketakutan.
"Bodoh banget sih kamu ini. Seharusnya kamu tidak melakukan hal itu. Kamu seharusnya tahan dulu mereka. Jangan biarkan mereka pergi." Makian Devi pada Ryan.
"Saya tidak tahu mbak. Saya pikir mbak Amasya sudah berbicara pada mbak Devi dan ibu." Terang Ryan yang masih ketakutan.
"Saya gak mau tahu. Sekarang kamu jemput lagi bapak di rumah Amasya. Saya minta kamu jemput dia dari rumah Amasya. Sekarang!" Pinta Ratna dengan begitu tegasnya.
"Bagaimana caranya Bu, saya pikir tidak akan semudah itu." Bantah Ryan yang mengelak.
"Kamu tahu itu. Kenapa kamu biarkan Amasya bawa ayahnya. Sudah tahu sulit untuk di bawa lagi ke sini. Kenapa kamu biarkan bodoh." Amuk Ratna semakin menjadi.
__ADS_1
"Tapi saya tidak tahu bu." Ryan kembali melakukan pembelaan.