Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Devi Meminta Maaf Pada Amasya


__ADS_3

Dua hari mendekam di dalam jeruji besi. Kehidupan Devi benar-benar berubah drastis. Dari hidup sebagai seorang sosialita yang hidup dalam kemewahan, hingga harus menjadi seorang pesakitan di dalam penjara.


Devi yang enggan berkumpul dengan tahanan lain di dalam sel. Kerap menjadi sasaran bully dari teman satu selnya. Devi pun harus babak belur di buat oleh teman satu selnya. Devi yang tidak bisa melawan, hanya pasrah saat tahanan lain melakukan kekerasan pada dirinya.


Nyawa Devi masih bisa tertolong saat petugas dengan sigap memisahkan pertengkaran yang ada di dalam sel tersebut. Hingga Devi tidak tewas di tangan tahanan lainnya. Padahal Devi sudah di buat babak belur oleh para tahanan tersebut.

__ADS_1


Pindah sel, Devi tetap saja jadi bahan bully teman-teman satu selnya. Dia di minta memijat teman satu selnya dengan pijatan yang lembut. Belum lagi jika pijatan Devi tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Sudah pasti tubuh Devi akan menjadi sasaran empuk dari teman satu selnya.


Di sel barunya itu, Devi hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara. Jika terdengar sedikit saja suara dari mulut Devi. Bukan tidak mungkin Devi akan semakin kuat di siksa oleh teman-temannya. Sehingga Devi harus sebisa mungkin menangis tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Itu yang harus di lakukan oleh Devi.


Keseharian Devi pun hanya di habiskan dengan menangis di pojokan sel. Ketika teman-temannya yang lain melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan mereka. Tidak dengan Devi yang terus menangis di pojokan sel. Devi yang sudah tidak memiliki siapa pun lagi, hanya bisa menangis untuk meluapkan rasa sedihnya.

__ADS_1


Di dalam ruangan kecil tempat Amasya menjenguk Devi. Amasya melihat kesedihan yang cukup mendalam dari kedua bola mata Devi. Hingga Amasya berusaha menghibur Devi yang terlihat begitu bersedih dengan nasib yang di alaminya kini.


Amasya berharap Devi akan lebih baik lagi dalam menghadapi hari-hari di dalam penjara. Sehingga Devi tidak akan bersedih dengan semua kenyataan hidup yang Devi alami. Amasya begitu iba melihat kondisi Devi saat ini. Apalagi saat melihat Devi menangis menatap wajah Amasya. Amasya pun ikut menangis melihat wajah adiknya yang penuh penyesalan.


"Amasya, aku harap kamu akan memaafkan aku. Aku tidak ingin membuat kamu bersedih lagi. Maafkan aku yang telah membuat kamu kehilangan bayi di dalam kandungan kamu. Aku minta maaf Amasya." ucap Devi dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Tanpa kamu meminta maaf, aku sudah memaafkan kamu Dev. Kamu adalah adik aku, jadi sudah seharusnya aku bisa memaafkan kamu. Aku harap demikian." balas Amasya dengan penuh senyuman.


Devi menunduk. Dia mengutarakan kerinduan dirinya akan Ratna. Devi sempat menolak menolong Ratna, sehingga Ratna akhirnya mengalami gangguan jiwa. Devi berharap Amasya dapat menjenguk Ratna. Melihat kondisi Ratna yang tentunya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Devi berharap Amasya dapat meluangkan waktu untuk menjenguk Ratna yang berada di rumah sakit jiwa. Amasya pun mengatakan siap menjenguk Ratna yang ada di rumah sakit jiwa.


__ADS_2