Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Malam Yang Buruk Untuk Devi


__ADS_3

Hancur tak berkeping lagi hati Devi kala menyaksikan Juan yang mulai ia sukai adalah pacar dari Amasya. Runtuh dunianya untuk mendapatkan pria yang dia inginkan. Devi berjalan menjauhi hotel tempatnya acara lamaran Amasya dan Juan berlangsung. Dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya. Devi berjalan dengan arah tak tentu.


Sebuah klab malam di pinggir jalan akhirnya menjadi persinggahan Devi. Sedikit mengusap air matanya yang terus berjatuhan dari matanya. Devi dengan langkah kaki yang cukup berat, menginjakkan kaki di klab malam tersebut.


Sorot lampu kerlap-kerlip langsung menyambut kedatangan dari Devi. Ratusan orang mabuk berat berjoget tak karuan mengikuti irama musik yang dimainkan oleh seorang disk joki atau DJ yang nyaris telanjang. Devi mencari tempat kosong untuk sekedar minum beberapa gelas alkohol untuk menenangkan pikirannya.


Seorang pelayan pria berpakaian rapi menghampiri Devi. Menawarkan minuman yang ingin Devi minum. Hanya 2 gelas wine, dirasa cukup untuk menenangkan kembali pikiran Devi yang tak karuan.


Tak lama dua gelas kecil Wine datang diantar oleh si pelayan tadi. Seketika Devi langsung menengguk segelas demi gelas wine tersebut. Tanpa menyisakan sedikit pun wine didalam gelas tersebut. Devi harap wine itu cukup untuk menenangkan kembali pikirannya.


Lambat laun efek dari wine yang Devi minum mulai berasa. Perlahan kesedihan yang melanda Devi kala menyaksikan Juan melamar Amasya mulai menguap. Berganti dengan pikiran kacau yang menggangu otaknya. Kesedihan itu berganti dengan tawa yang nyaris tak terkontrol dari Devi. Tiba-tiba Devi tertawa terbahak-bahak diatas kursinya dengan rambut yang mulai acak-acakan.


Tak berselang lama dari kedatangan Devi ke klab malam. Willy yang datang sendirian ke klab malam, melihat Devi yang terlihat setengah sadar. Willy tanpa ragu menghampiri Devi.


"Devi..." Willy mengangkat rambut yang menutupi wajah Devi.

__ADS_1


"Loe itu harusnya nikah sama gue, bukan sama kakak gue yang cupu itu. Heheh." Devi ngelantur.


Melihat Devi yang setengah mabuk seperti ini. Pikiran jahat langsung terlintas dibenak Willy. Dia membawa Devi, walaupun Devi sedikit berontak. Tetapi dengan segala usaha yang dilakukan. Akhirnya Willy sukses membawa Devi kedalam mobilnya.


Tanpa pikir panjang Willy langsung membawa mobilnya menuju sebuah hotel mewah. Sepanjang perjalanan wajah mesum dari Willy tak hilang kala melirik kearah Devi yang setengah sadar. Willy tak sabar untuk bersenang-senang dengan Devi malam ini di kamar hotel.


Kembali membopong tubuh Devi yang begitu lunglai. Willy melakukan check in terlebih dahulu, sebelum akhirnya pelayan hotel membantu Willy membawa Devi yang semakin tak sadarkan diri.


Memberikan tips beberapa lembar uang dollar pada pelayan hotel. Willy perlahan mulai masuk kedalam kamar dengan tubuh membopong Devi. Willy langsung melempar tubuh Devi keatas kasur kala sudah berada didalam kamar hotel. Menutup pintu rapat-rapat, Willy sudah bersiap-siap bersenang-senang dengan Devi yang pingsan.


Tak hanya meniduri tubuh Devi saja. Willy juga mengambil beberapa gambar dari Devi yang tanpa busana. Hampir seratus photo, Willy simpan dengan kondisi tubuh bugil dari Devi.


Sukses bersenang-senang dengan tubuh Devi semalaman. Pagi yang cerah menyapa kamar hotel tempat Devi dan Willy menginap. Teriknya sinar mentari menyorot kamar hotel, perlahan membuat Devi terbangun dari tidur lelapnya.


Tetapi Devi langsung terkejut kala menyaksikan tubuhnya yang hanya berbalutkan selimut hotel tebal. Disampingnya Willy yang hanya mengenakan celana pendek masih terlelap tidur. Devi langsung membangunkan Willy yang sebenarnya tidur dengan lelapnya. Devi ingin Willy menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya.

__ADS_1


Willy perlahan terbangun dari tidur lelapnya. Memarahi Devi yang terus memukuli tubuhnya.


"Ada apa sih?" Tanya Willy sangat marah.


"Apa yang sudah kamu lakukan semalam bajingan?" Tanya Devi balik.


Willy tertawa sejenak. Kemudian tangan kanannya memegang erat dagu Devi, hingga Devi sedikit kesakitan.


"Kita sudah sering melakukan ini. Terus kamu bilang apa yang terjadi semalam. Gak usah munafik kamu." Amuk Willy melempar dagu Devi.


"Tapi kita sudah tidak ada ikatan apa-apa lagi. Jadi jangan pernah kamu sentuh aku lagi!" Terang Devi.


Willy beranjak dari kasurnya. Kemudian mengambil ponselnya. Perlahan dia memutar rekaman video kala dirinya dengan Devi melakukan hubungan badan. Willy mengangkat tinggi-tinggi handphone yang memutar video mesum tersebut.


Devi seketika terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Willy. Devi beranjak dari kasur, kemudian mencoba meraih handphone Willy. Dengan maksud menghapus video mesum tersebut. Tetapi Willy lebih cepat menghindar. Hingga Devi tak dapat handphone dari Willy.

__ADS_1


Willy mendekat kearah Devi yang semakin ketakutan dengan wajah menyeramkan dari Willy. Willy mengingatkan pada Devi konsekuensi yang akan didapat Devi jika ia mau putus dari Willy. Maka artinya video mesum Devi akan Willy sebar. Hingga nama baik keluarga Devi akan tercoreng. Pun karier Devi sebagai seorang dokter akan tamat dengan video mesum tersebut.


Tak berlama-lama lagi. Willy lebih memilih pergi meninggalkan Devi yang tak henti menangis. Willy tak memperdulikan Devi yang terus meneriaki namanya untuk menghapus video mesum tersebut.


__ADS_2