Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Devi Memberikan Obat KB Bubuk Pada Parni


__ADS_3

Peluang Amasya yang cukup besar untuk hamil kembali. Telah membuat Devi mencari cara lain agar Amasya tidak hamil. Tapi kali ini cara Devi untuk mencegah Amasya hamil harus secara halus. Sehingga upaya dari Devi tidak terlihat sama sekali oleh siapa pun. Devi harus melakukan hal tersebut dengan baik. Sehingga tidak ada yang curiga, apalagi sampai ketahuan orang orang-orang seperti Juan dan Amasya sendiri.


Sebenarnya Devi ingin menyuntikkan Amasya dengan sebuah cairan suntik. Tapi itu terlalu beresiko. Apalagi pil KB yang memiliki bentuk yang bulat besar. Mungkin Devi harus mencari cara lain, salah satunya adalah obat KB bubuk. Dengan mencampur pada setiap minuman yang di konsumsi oleh Amasya setiap harinya. Amasya akan susah hamil. Itu cara yang paling tepat yang harus Devi lakukan. Devi harus segera melakukan hal tersebut untuk mencegah kehamilan pada seorang Amasya.


Dengan memanfaatkan kepolosan seorang Parni, Devi bisa membuat Parni melakukan tindakan yang tentu akan merugikan Amasya. Devi akan memerintahkan Parni untuk menaruh obat KB bubuk itu di setiap hidangan yang Parni buat untuk Amasya. Apalagi ada menu khusus yang di buat Parni untuk Amasya. Sehingga peluang untuk di letakkan obat KB bubuk di makanan Amasya oleh Parni semakin besar.


Devi segera menelpon Parni untuk datang ke apartemen miliknya. Tentu dengan iming-iming uang yang banyak. Devi siap membuat Parni mau untuk menuruti perintah dari dirinya.


"Hallo Parni, bisa kamu ke apartemen saya sekarang?"


"Bisa Bu. Ada apa yah Bu?"


"Jangan banyak tanya, jika kamu mau bonus dari saya. Segera datang ke apartemen saya sekarang juga."


"Baik Bu. Saya akan segera datang ke apartemen Bu Devi."


Devi sudah menduga Parni akan mau untuk menjadi eksekutor setiap rencana yang dia buat. Parni yang seorang mata duitan. Memang sulit untuk menolak tawaran uang dari seorang Devi. Semua orang butuh uang, termasuk Parni. Tapi Parni jauh lebih butuh uang, sehingga perbuatan jahat yang sebenarnya bisa mendatangkan dosa untuk dirinya. Tetap dia terima, selama itu menghasilkan uang untuk dirinya.


Mengguna jasa ojek online, Parni segera berangkat dari kediaman rumah Amasya menuju Devi. Darmi sempat menyapa Parni yang nampak terlihat terburu-buru untuk pergi menuju ke apartemen Devi. Apalagi Parni berpenampilan dengan begitu rapinya. Darmi mengira Parni akan menemui seorang pria yang memang sering Parni temui.

__ADS_1


Parni yang tidak ingin ketahuan orang siapa pun, termasuk Darmi. Mengiyakan ucapan dari Darmi tersebut. Dia mengatakan bahwa dirinya memang akan menemui seorang pria yang selama ini kerap di temui oleh Parni. Dan itu bukan urusan dari Darmi untuk tahu hal tersebut.


Darmi sempat menasehati Parni untuk tidak terlalu royal pada seorang pria. Sebab kebanyakan pria menurut Darmi adalah mata keranjang. Sehingga Parni di minta hati-hati dengan pria yang akan di temui oleh dirinya.


Parni hanya mengangguk saja dengan ucapan dari Darmi tersebut. Walaupun sebenarnya Parni tidak mendengarkan apa yang Darmi ucapan pada dirinya. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya Darmi ucapkan pada dirinya. Sebab bagi Parni, ucapan dari seorang Darmi hanyalah angin berlalu. Tidak harus terlalu di tanggapi dengan serius setiap ucapannya.


Parni yang sudah di tunggu oleh Devi di apartemen. Akhirnya segera meninggalkan Darmi yang terus memberikan Parni nasehat yang bagi Parni tidak penting. Dengan menggunakan taksi online, Parni segera bergegas pergi menuju apartemen milik Devi.


Parni yang kembali mampu membeli peralatan make up yang mahal. Mulai merias dirinya dengan alat-alat make up yang dia dapat dari hasil bonus uang yang di berikan Devi pada dirinya. Sehingga Parni bisa membeli beragam alat make up yang bisa menunjang penampilan dirinya menjadi lebih cantik lagi.


Apalagi saat Parni melihat pengemudi taksi online itu yang terlihat masih muda dan ganteng. Parni pun semakin ingin untuk menampilkan sisi tercantik dari dalam dirinya. Sehingga bisa membuat sopir taksi online tersebut terpincut akan kecantikan dari dirinya.


Parni terlihat kesal pada pengemudi taksi online yang tidak terlihat tertarik pada seorang dirinya. Padahal Parni sudah tampil secantik mungkin dengan make up cantik yang di gunakan oleh dirinya.


Puncak kekesalan dari Parni langsung dia tumpahkan saat tiba di depan apartemen Devi. Dengan suara meninggi, Parni membayar ongkos taksi online tersebut sambil memarahi pengemudi taksi online tersebut. Pengemudi taksi online itu pun terlihat bingung dengan amarah dari seorang Parni. Hingga dia hanya menatap bingung wajah Parni tersebut.


Parni yang masih kesal pada pengemudi taksi online tersebut. Terus membawa wajah cemberut dari dirinya menuju apartemen Devi. Dia tidak terlihat bahagia saat memasak apartemen milik Devi tersebut. Hingga Devi begitu bingung saat menyambut Parni di depan pintu apartemen miliknya.


"Kenapa wajah kamu cemberut seperti itu?" tanya Devi dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Saya kesal banget Bu dok. Masa tadi saya sudah dandan cantik. Tapi sopir taksi online itu biasa saja responnya pada saya. Padahal saya ingin di goda dia." jawab Parni sedikit lebay.


Devi pun menatap wajah Parni. Dia lalu menertawakan Parni yang menurutnya sudah tidak pantas untuk bucin. Devi pun meminta Parni untuk segera masuk kedalam apartemen miliknya. Sebab Devi ingin segera mengatakan maksud dan tujuan dirinya mengundang Parni ke apartemen miliknya.


Parni segera mengikuti Devi masuk kedalam apartemen miliknya. Dia terlihat begitu bersemangat untuk mengetahui rencana selanjutnya dari Devi untuk Amasya. Tentu siasat jahat sudah di susun oleh Devi dalam menghancurkan Amasya.


"Bu dokter ada rencana apa lagi, saya jadi penasaran?" tanya Parni dengan wajah penasarannya.


"Saya ingin kamu melakukan satu cara untuk membuat Amasya tidak dapat hamil." jawab Devi dengan wajah marahnya.


"Cara apa Bu dok?" tanya Parni kembali.


"Kamu harus bisa memasukkan obat KB bubuk yang saya punya pada makanan yang kamu buat untuk Amasya. Dengan begitu, Amasya tidak akan pernah hamil. Sebab tanpa di sadari, Amasya sedang mengkonsumsi obat KB." jawab Devi.


"Bu dokter ini memang cerdas. Tidak salah Bu dokter ini jadi seorang dokter. Ide yang bagus itu Bu." ujar Parni.


Devi lalu memberikan obat KB bubuk itu pada Parni. Dia terlihat begitu senang, ketika Parni mengatakan jika dirinya siap untuk melakukan tugasnya kembali dengan baik. Apalagi Parni memiliki kemampuan yang baik sebagai eksekutor. Sehingga Devi tidak harus meragukan lagi ketika Parni menjalankan tugasnya tersebut.


Devi berjanji akan memberikan bonus yang besar, seandainya Parni kembali sukses menjalankan tugasnya tersebut. Tapi jika Parni gagal. Devi akan memberikan ganjaran yang setimpal bagi Parni. Itu yang harus Parni ingat akan janji Devi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2