Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Hadiah Untuk Juan


__ADS_3

Baru dua hari lalu mengirimkan jawaban atas pertanyaan di salah satu channel YouTube seorang chef Juan. Juan yang hanya iseng mengirimkan jawaban di channel YouTube tersebut. Justru mendapat kemenangan mutlak. Juan di pilih oleh chef Juan untuk masak bersama chef Juan.


Mendapatkan email dari chef Juan, dengan raut wajah penuh kegembiraan. Juan langsung memberitahu pada Amasya. Dia yang begitu bahagia, melompat ke sana kemari untuk melampiaskan kebahagiaan dari dirinya tersebut.


Juan tidak menyangka dirinya akan memenangkan kuis tersebut. Padahal Juan mengirim jawabannya pun tidak serius. Tapi inilah rejeki, sekali pun kita tidak melakukan dengan terbaik. Tapi jika itu memang rejeki kita. Itu akan jadi hak kita sendiri.


Amasya yang sedang menyiapkan sarapan untuk Juan, turut bahagia atas kemenangan dari suaminya tersebut. Dengan begitu, keinginan dari Juan untuk bertemu dengan chef Juan akan segera terwujud. Juan akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan chef Juan secara langsung. Hal yang tidak pernah di bayangkan oleh Juan sebelumnya. Dimana dia akan bertemu dengan chef Juan. Sosok juru masak yang di kenal galak, namun begitu jago dalam memasak.


"Kamu ingin aku masak apa nanti sama chef Juan?" Tanya Juan pada Amasya.

__ADS_1


"Apa saja, terpenting makanan kamu itu enak dan bisa menggugah selera." Jawab Amasya mulai siap makan.


Juan nampak mulai berpikir makanan yang mungkin ingin dia buat untuk Amasya. Makanan yang istimewa tentunya, sebab dengan makanan itu Amasya bisa menikmati hidangan tersebut untuk di kenang selamanya.


Rini yang baru datang ke meja makan, mulai bertanya-tanya dengan Juan yang terus berpikir untuk mencari menu yang akan dia masak. Hingga rasa penasaran dari seorang Rini pun langsung dituangkan dalam sebuah pertanyaan pada seorang Amasya dan Juan.


"Tidak Rin, saya sedang berpikir masakan apa yang harus saya masak nanti bersama chef Juan." Jawab Juan duduk juga.


"Aku pikir makanan Indonesia lebih baik. Mungkin kamu bisa masak ayam taliwang. Itu makanan yang cukup lezat." Balas Amasya mulai menyendokan nasi.

__ADS_1


"Kamu suka ayam taliwang?" Tanya Juan.


"Semua makanan yang bisa di makan, aku pasti suka. Semua makanan yang kamu buat, itu adalah makanan kesukaan kamu. Aku tidak ingin membuat kamu kesulitan dalam membuat makanan tersebut. Aku hanya meminta kamu untuk membuat makanan yang kamu bisa saja sayang." Ucap Amasya dengan begitu romantisnya.


Juan tersenyum mendengar ucapan dari Amasya. Dia bersyukur memiliki istri seperti Amasya yang selalu mengerti dirinya. Tidak pernah menuntut apapun dari seorang Juan. Amasya selalu menunjukkan bagaimana menjadi seorang istri yang baik. Juan begitu bahagia akan Amasya yang terus memberikan dirinya kesempatan dalam menjadi seorang suami yang lebih baik lagi.


Melihat bagaimana Juan dan Amasya selalu romantis dan kompak. Rini pun merasa iri dengan keromantisan dari Juan dan Amasya. Hingga keberadaan Rini di antara Amasya dan Juan terasa seperti nyamuk. Dia terlihat tidak memiliki kegunaan berada di antara kedua manusia yang sedang di mabuk cinta tersebut.


Rini berharap suatu hari nanti, calon suami Rini akan seromantis Juan. Sehingga dia bisa memiliki banyak waktu untuk bermesraan dengan suaminya. Tidak cuek, apalagi kasar. Itu bukanlah tipe dari Rini.

__ADS_1


__ADS_2