
Sebelum turun dari ranjangnya, Juan mengajak Amasya terlebih dahulu untuk berdiskusi. Mungkin diskusi kecil bisa membuat Juan dan Amasya menemukan cara yang efektif untuk mengetahui pelaku lainnya yang telah membuat Amasya keguguran. Salah satu orang yang di curigai oleh Juan adalah Parni. Sosok pembantu Juan dan Amasya yang terkenal doyan sama brondong itu memang terlihat mencurigakan. Apalagi Parni memiliki kedekatan yang cukup intensif dengan seorang Devi. Hingga wajar, bagi Amasya dan Juan untuk curiga pada sosok Parni.
Juan pun meminta Amasya untuk membuat rencana jitu yang bisa menjebak Parni. Dimana nantinya Juan akan meminta Parni untuk membuat menu khusus untuk Amasya. Hingga mungkin akan ada bumbu lain yang akan di masukkan oleh Parni ke dalam masakan Amasya.
Sebuah kamera tersembunyi siap Juan pasang di dapur. Kamera itu yang akan merekam semua kegiatan memasak yang Parni lakukan. Dengan kamera tersembunyi itu, Parni tidak akan lagi bisa berkelit dengan semua kebohongan yang telah di lakukan oleh dirinya selama ini.
Rencana dari Juan tersebut di setujui oleh Amasya. Juan pun segera bergegas ke dapur untuk memasang kamera pengawas yang akan merekam semua kegiatan Parni ketika sedang memasak. Ini akan jadi skandal yang cukup besar bagi Parni. Seandainya dia tertangkap basah melakukan tindakan yang tidak pantas bagi Amasya.
Juan yang memasang kamera. Sementara tugas lain di jalankan oleh Amasya. Dia bergerak menuju kamar Parni untuk meminta Parni membuat nasi goreng khusus untuk Amasya. Mungkin nasi goreng khusus itu akan menjadi menu yang hanya di makan oleh Amasya saja. Sehingga Parni akan melakukan tindakan yang sudah pasti merugikan Amasya.
Parni terlihat begitu bersemangat ketika Amasya meminta dirinya untuk membuat nasi goreng khusus untuk dirinya tersebut. Tanpa rasa ragu sedikit pun, Parni segera mempersiapkan diri untuk membuat nasi goreng khusus tersebut.
Untung saja, ketika Parni datang ke dapur. Juan telah memasang kamera pengawas yang sangat rahasia. Sehingga Parni tidak mengetahui jika dia sedang di pantai oleh Amasya dan Juan. Di kantong baju Parni juga telah ada bubuk KB yang akan dia tabur untuk nasi goreng Amasya nantinya.
Kamera yang Juan letakkan, langsung terhubung dengan laptop milik Amasya. Sehingga Juan dan Amasya bisa melihat kegiatan dari Parni selama memasak dari laptop miliknya. Juan dan Amasya belum menemukan kejanggalan dari cara memasak Parni. Di awal dia memasak, prosedur yang di lakukan oleh Parni masih sesuai dengan standar.
Sampai di bagian akhir, Parni mengeluarkan bubuk KB yang Devi berikan pada dirinya. Parni pun menaburkan bubuk KB tersebut ke nasi goreng khusus untuk Amasya yang hampir jadi tersebut. Hingga benar kecurigaan dari Juan dan Amasya selama ini. Jika Parni terlibat dalam aksi yang di lakukan oleh Devi dalam mencegah Amasya hamil.
__ADS_1
Juan dan Amasya pun langsung menghampiri Parni di dapur. Parni yang masih memegang cangkang bubuk KB tersebut. Segera melempar cangkang tersebut ke dalam tong sampah. Dia terlihat begitu panik dengan kedatangan Amasya dan Juan menghampiri dirinya.
"Apa yang kamu buang itu?" tanya Juan.
Amasya pun mengambil cangkir itu dari tong sampah. Tidak ada identitas apapun, sebab cangkang itu hanya berbentuk plastik bening saja. Sehingga perlu keterangan dari seorang Parni untuk mengetahui cangkang itu.
Parni yang sedikit panik. Terlihat tidak nyaman dengan kedatangan dari Juan dan Amasya. Hingga pertanyaan dari Juan dan Amasya pun tidak di jawab oleh Parni.
Parni baru menjawab saat Juan bertanya pada dirinya dengan intonasi yang tinggi. Parni yang ketakutan, seketika menjawab pertanyaan Juan akan cangkang yang dia buang tersebut.
"Kamu jangan bohong Parni. Ini bubuk apa, kenapa kamu masukan ke nasi goreng ini?" tanya Amasya dengan wajah sedihnya.
"Tidak Bu. Tidak. Saya tidak memasukkan ke nasi goreng ini." jawab Parni semakin panik.
Juan mengambil kamera tersembunyi yang dia letakkan tak jauh dari Parni memasak. Sehingga dengan jelas, begitu rekaman itu di putar. Parni terlihat sedang menaburkan bubuk itu ke dalam nasi goreng yang di buat olehnya. Parni tidak bisa berkelit lagi. Selain hanya bisa tertunduk malu dengan ulahnya tersebut.
"Masih mau bohong kamu. Sekarang kamu bilang pada saya. Bubuk apa yang kamu tabur tadi!" Bentak Juan dengan suara tinggi.
__ADS_1
Parni yang ketakutan, kembali terdiam seribu bahasa. Tentu dia takut, rahasia besarnya akan terbongkar. Apalagi Parni sudah melakukan hal tersebut dengan sangat hati-hati. Tapi pada akhirnya ulahnya itu tertangkap basah oleh Juan.
"Sekali lagi saya tanya sama kamu. Bubuk apa yang kamu tabur tadi!" tanya Juan semakin marah.
"I-i-itu bubuk KB Pak." jawab Parni ketakutan.
"Jadi selama ini kamu masukkan bubuk KB ke makanan istri saya. Itu yang kamu lakukan Parni?" tanya Juan menahan emosinya.
"Maafkan saya Pak. Tapi ini baru pertama kali saya menuangkan bubuk KB itu. Hari lalu saya gagal menuangkan bubuk KB ini ke makanan Bu Amasya. Jadi ini pertama kali saya melakukan hal tersebut." jawab Parni sambil menangis.
Juan terdiam sejenak. Dia meredakan terlebih dahulu emosinya. Sebelum kembali menanyakan pada Parni akan keterlibatan Parni dalam kasus keguguran Amasya yang di sebabkan oleh sebuah obat penggugur kandungan.
Parni sambil bersujud di kaki kanan Juan. Dia pun meminta maaf pada Juan dan Amasya. Sebab dirinya yang telah mencampur obat penggugur kandungan pada makanan Amasya. Sehingga Amasya mengalami keguguran di kehamilan pertamanya tersebut. Tapi Parni mengakui, jika yang meminta dia untuk melakukan hal tersebut adalah Devi. Parni hanyalah kurir, tapi Devi adalah dalang utama dari keguguran yang terjadi pada Amasya.
Juan tidak peduli dengan segala pembelaan dari seorang Parni. Saat itu juga, Juan membawa Parni ke kantor polisi. Juan di bantu oleh Rendi. Langsung menyeret seorang Parni menuju kantor polisi.
Parni yang enggan di bawa menuju kantor polisi, memohon dengan sangat pada Juan untuk tidak di bawa menuju kantor polisi. Dia merasa hanya kurir yang di perintahkan oleh Devi. Tapi Devi adalah pelaku utama dari semua itu. Hingga Parni memohon ampunan pada Juan dan Amasya. Tapi Juan tetap tidak bisa menerima ampunan dari Parni. Dia tetap membawa Parni menuju kantor polisi. Mungkin Parni layak mendapatkan ganjaran, dari apa yang telah dia perbuat. Ini adalah balasan yang setimpal bagi Parni. Balasan yang harus dia rasakan untuk ulahnya selama ini. Dia telah membuat Amasya keguguran. Begitu juga upaya dari dirinya yang berupa membuat Amasya tidak hamil.
__ADS_1