Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Dimas Yang Tertangkap Oleh Bodyguard Juan


__ADS_3

Tekanan yang semakin runcing dari seorang Ratna. Telah membuat Dimas begitu frustasi. Akhirnya Dimas melakukan aksinya itu tanpa perhitungan. Sekali pun Dimas mengetahui akan keberadaan dua bodyguard dari Amasya yang telah di sewa oleh Juan. Tapi Dimas tidak memperdulikan hal tersebut. Demi membungkam mulut dari Ratna yang terus memaksa dirinya untuk segera melakukan aksinya dalam melukai Amasya.


Kembali mengintai rumah Amasya dari kejauhan. Dimas yang mengenakan sebuah hodie besar berwarna hitam. Memantau kondisi rumah Amasya dari balik sebuah pohon besar.


Dia melihat dua bodyguard Amasya masih menjaga rumah. Keduanya nampak terlihat terus waspada dengan berdiri tepat di depan gerbang rumah. Keduanya terus waspada dalam menghadapi beberapa orang jahat yang mungkin akan menyakiti Amasya, maupun Juan.


"Sial, pake ada dua bodyguard segala lagi. Kalau seperti ini, bagaimana gue bisa melakukan tindakan kejahatan gue. Mereka tentu bukan tandingan dari gue." Gerutu dari Dimas di balik pohon besar tak jauh dari rumah Amasya dan Juan.


Ismail yang melihat gerak-gerik yang cukup mencurigakan di balik pohon besar itu. Mulai memberikan kode pada Ricky. Tentu kode itu di berikan oleh Ismail untuk bersama-sama dalam menangkap seorang Dimas yang dalam tiga hari terakhir melakukan teror pada rumah Amasya dan Juan.


Alih-alih menangkap langsung Dimas. Ismail justru memiliki ide yang cukup gemilang untuk menangkap Dimas. Ismail langsung berbisik pada Ricky akan rencana yang akan di gunakan untuk menangkap seorang Dimas. Mungkin rencana ini akan berhasil, jika Ricky dan Ismail bekerja sama. Ini rencana yang cukup sederhana. Namun perlu eksekusi yang tepat dari Ricky dan Ismail.


Namun Ricky dan Ismail tak bisa menggunakan strategi itu berdua saja. Keduanya harus meminta bantuan dari Amasya juga. Mengingat ini adalah strategi yang cukup rumit. Hingga perlu bantuan dari Amasya dalam menyelesaikan misi ini.

__ADS_1


Ricky mendatangi Amasya yang sedang berada di ruang keluarga. Dia terlihat begitu asyik menonton televisi bersama dengan ayahnya. Ricky langsung mengatakan rencananya tersebut. Kemudian dengan segera, Amasya menyetujui ide dari Ricky tersebut. Amasya siap membantu Ricky dalam menangkap orang yang beberapa hari terakhir ini meneror rumah mereka.


Amasya di gunakan sebagai umpan dari rencana itu. Amasya sengaja berada di di depan rumahnya. Seolah-olah sedang menunggu kendaraan yang akan menjemput dirinya. Amasya yang sedang membawa keranjang belanja. Langsung menarik perhatian dari Dimas.


Tak ada pengawalan yang di lakukan oleh dua bodyguard dari Amasya. Menjadi kesempatan emas yang tak mungkin di lewatkan oleh Dimas untuk memulai aksinya. Dengan sebilah kayu, Dimas berjalan di belakang tubuh Amasya.


Amasya yang menyadari keberadaan dari Dimas yang berad di belakang tubuhnya. Nampak begitu gugup. Mengingat Dimas datang dengan sebilah balok kayu besar yang siap menghujani tubuh Amasya.


Begitu Dimas akan memukul Amasya dari belakang. Tubuh Dimas langsung di hujani dua pukulan keras yang di layangkan oleh Ismail. Kerasnya pukulan dari Ismail. Seketika membuat tubuh Dimas terjatuh. Dia langsung mengerang kesakitan dengan pukulan yang di berikan oleh Ismail di punggungnya tersebut.


Melihat Dimas yang babak belur, Amasya meminta Ricky dan Ismail untuk berhenti memberikan pukulan keras mereka pada Dimas. Itu penting, terlebih tubuh Dimas terlihat sudah tidak berdaya dengan pukulan yang di berikan oleh kedua bodyguardnya tersebut.


Dengan tubuh yang babak belur, Dimas di bawa Ricky masuk ke dalam rumah. Tentu Dimas harus mempertanggungjawabkan atas apa yang di lakukan olehnya. Terlebih teror yang dalam beberapa hari terakhir di lakukan oleh Dimas di kediaman rumah seorang Juan.

__ADS_1


Dimas di dudukan di atas sofa di rumah Amasya. Amasya langsung melakukan panggilan video call pada Jua. Amasya ingin menunjukkan wajah dari peneror rumahnya selama ini. Juan begitu geram begitu melihat wajah dari Dimas. Terlebih dari cara Dimas yang hendak mencelakai seorang Amasya. Juan semakin geram pada sosok Dimas.


"Siapa yang menyuruh kamu melakukan aksi itu?" Tanya Dimas dengan begitu geramnya.


Dimas tak menjawab pertanyaan dari Juan itu. Hingga satu pukulan langsung di berikan Ricky pada wajah Dimas. Dengan cara itu mungkin Dimas akan menjawab pertanyaan dari Juan.


Namun Dimas tetap enggan menjawab pertanyaan dari Juan tersebut. Mulutnya seakan di lem, sehingga dia tak mampu berbicara sepatah kata pun.


"Kamu mau bicara, atau kamu mau saya telanjangi sambil di arak keliling komplek?" Tawar dari Ismail.


"Jawab!" Bentak dari Ricky.


Melihat wajah seram dari Ricky. Dimas akhirnya menjawab. Dia membuka semua sosok yang menyuruhnya untuk mencelakai seorang Amasya. Tentu sosok itu, tak lain dan tak bukan adalah Ratna. Sosok ibu tiri dari Amasya yang tak pernah bahagia melihat Amasya senang.

__ADS_1


Juan begitu geram begitu Dimas mengatakan nama seorang Ratna. Mengingat ini bukan kali pertama dari Ratna dalam mencelakai Amasya. Mungkin ini sudah kesekian kalinya, Ratna berusaha mencelakai seorang Amasya yang sedang hamil.


Begitu juga dengan Amasya yang langsung bersedih mendengar nama seorang Ratna di balik aksi teror itu. Ini sudah kesekian kalinya Ratna berusaha mencelakai seorang Amasya. Hingga Amasya harus terus bersabar dalam


__ADS_2