Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Rendi Cemburu Pada Prince


__ADS_3

Rendi nampak begitu malu-malu saat mendatangi sebuah toko boneka. Uang tips pemberian dari Juan sebesar Rp 200.000. Hendak dia belikan sebuah boneka sebagai hadiah untuk Rini.


Rendi yang sedari tadi hanya berdiri sambil melihat-lihat beberapa koleksi boneka yang ada di toko tersebut. Akhirnya bisa sedikit lega, setelah seorang pegawai toko itu menanyakan maksud kedatangan seorang Rendi.


"Selamat malam mas. Ada yang bisa saya bantu?" tanya si pegawai toko.


Masih dengan malu-malu, Rendi menjawab pertanyaan dari pegawai toko tersebut.


"Anu mbak, saya ingin membeli bon...."


"Boneka mas." Lanjut si pegawai.


"Iya, boneka." Tegas Rendi.


"Kira-kira ingin boneka seperti apa?" tanya pegawai toko kembali.


"Untuk perempuan dewasa kira-kira boneka apa yang paling bagus?" tanya Rendi.

__ADS_1


"Saya pikir boneka Teddy bear besar itu bagus." jawab pegawai toko menunjuk ke arah boneka Teddy bear besar.


"Kira-kira itu berapa harganya?" tanya Rendi kembali.


"Itu harganya 900 ribu mas. Kalau yang warna pink itu harganya 850 ribu mas. Mas mau yang mana?" Jelas si pegawai toko.


Rendi kembali melihat dompetnya. Tetap saja isi di dalam dompetnya tidak bertambah. Hanya ada dua lembar uang seratus ribu pemberian dari Juan. Hanya dua lembar uang itu yang di miliki oleh Rendi.


"Kalau yang harganya 200 ribu, kira-kira boneka yang seperti apa?" tanya Rendi.


Si pegawai toko itu langsung membawa Rendi ke arah lemari kaca yang menyimpan banyak koleksi boneka dengan harga di bawah 200 ribu rupiah. Boneka itu di rasa cocok untuk ukuran kantong Rendi yang tergolong minim.


"Kira-kira kalau di kasih ke perempuan dewasa, boneka mana yang cocok?' tanya Rendi pada pegawai toko.


"Perempuannya siapa dulu. Apakah pacar, teman biasa, PDKT atau Friends zone?" tanya balik si pegawai toko.


Mendengar status yang di ucapkan oleh si pegawai toko. Rendi seketika merasa bingung. Dia harus memilih boneka yang seperti apa untuk Rini. Di bilang teman, itu sudah pasti. Di bilang pacar, tapi tidak pernah ada ungkapan satu sama lain. PDKT, dari dulu PDKT terus. Friend zone? Apa ini yang sebenarnya terjadi. Di mana Rini tidak menganggap hubungan keduanya serius, tapi Rendi justru sebaliknya. Dia memiliki perasaan yang lebih pada Rini. Tapi Rini tidak sama sekali.

__ADS_1


"Jadi apa dulu nih mas?" tanya si pegawai toko.


"Teman! Iya dia teman saya." jawab Rendi dengan begitu singkat.


Si pegawai toko lalu mengambil sebuah boneka beruang berwarna coklat untuk Rendi. Boneka itu di rasa cocok untuk di berikan pada seorang perempuan yang statusnya masih teman. Warna coklat adalah warna netral. Di tambah boneka itu polos. Sangat cocok untuk di jadikan hadiah dari Rendi untuk Rini.


"Berapa harganya mbak?" tanya Rendi.


"Cuman 170 ribu saja mas." jawab pegawai toko.


Tanpa pikir panjang lagi. Rendi langsung membeli boneka berwarna coklat tersebut. Masih ada kembalian 30 ribu rupiah yang bisa Rendi gunakan untuk membeli setangkai mawar merah untuk Rini. Rendi berharap Rini akan menyukai hadiah yang akan di berikan kepada dirinya.


Rendi menyemprotkan parfum miliknya kepada boneka dan bunga yang di beli olehnya. Mungkin dengan aroma parfum yang ada. Rini akan semakin terpesona dengan hadiah yang Rendi berikan.


Dari kejauhan, Rendi terpaksa menghentikan mobilnya. Dia melihat Rini yang asyik bercengkrama dengan seorang pria. Tentu pria itu adalah Prince, yang juga memberikan Rini sebuah boneka besar berwarna merah muda. Rini terlihat begitu bahagia menerima hadiah dari Prince. Apalagi dengan sebuah surat yang ada di tangan Rini. Bunga yang di berikan Prince juga jauh lebih banyak. Bukan hanya setangkai seperti yang di beli oleh Rendi. Tapi satu bucket bunga di belikan oleh Prince untuk Rini. Sebuah perbandingan jauh antara Prince dengan Rendi.


Rendi yang awalnya antusias untuk memberikan bunga itu pada Rini. Akhirnya harus menelan kekecewaan yang teramat dalam. Tentu ekpektasi dari Rendi yang besar untuk Rini, tidak sebanding dengan kenyataan yang ada. Kenyataan yang membuat Rendi harus menghela nafas sedalam dalamnya.

__ADS_1


"Apa Rini akan mau dengan hadiah ini. Ketika dia mendapatkan hadiah yang jauh lebih banyak dari yang aku berikan. Tentu ini tidak ada artinya dengan apa yang pria itu berikan pada Rini." ucap Rendi dengan begitu sedihnya.


Tak ingin terus melihat kebahagiaan Rini dengan Prince lebih lama lagi. Rendi akhirnya segera pergi membawa mobilnya untuk meninggalkan rumah Juan. Mungkin dengan menenangkan waktu sejenak. Rendi akan lebih tenang lagi. Itu yang ada di bayangan seorang Rendi.


__ADS_2