Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Parni Meminjam Uang Pada Amasya


__ADS_3

"Ini sudah jatuh tempo. Saya tidak mau tahu, kamu harus segera bayar hutang dari kamu. Jika tidak, maka saya akan sebar semua identitas kamu. Kalau perlu photo kamu yang sedang bugil. Agar keluarga kamu malu pada kamu." Bentak seorang debt kolektor di telepon pada Parni.


"Iya, saya akan mengusahakan untuk membayar hutang saya secepatnya. Tapi saya butuh waktu minimal 3 hari lagi. Saya akan melunasi semua hutang saya." Janji Parni pada debt kolektor tersebut.


"Baik, saya akan berikan waktu 3 hari lagi. Jika kamu berbohong. Kamu tahu resikonya. Paham!" Tutup debt kolektor itu dengan penuh amarah.


Parni begitu bersedih, hutang yang di tinggalkan mantan pacarnya. Terasa begitu berat baginya. Uang seratus juta berupa hutang, di tinggalkan mantan pacar Parni. Mantan pacar dari Parni itu, membujuk Parni untuk meminjam uang secara online di beberapa aplikasi pinjaman online. Parni yang terbujuk rayuan dari mantan pacarnya itu. Menuruti semua permintaan dari mantan pacarnya itu. Hingga akhirnya Parni bersedia untuk memberikan semua identitas dirinya pada mantan pacarnya tersebut.


Namun Parni justru di jebak oleh mantan pacarnya itu. Parni di tinggalkan, sementara hutangnya tetap menjadi tanggungan seorang Parni. Hingga Parni harus banting tulang untuk mencari uang, melunasi setiap pinjaman online yang di lakukan oleh mantan pacarnya itu.


Batin Parni tersiksa dengan ulah mantan pacarnya itu. Hingga Parni tidak ingin lagi memiliki pasangan, mengingat sudah cukup baginya untuk di jadikan korban oleh seorang pria.


Kemana lagi Parni harus mencari uang, gajian dia di rumah Amasya masih cukup lama. Dia sendiri baru seminggu bekerja di rumah Amasya. Tidak mungkin bagi Parni untuk kasbon pada Amasya. Tapi Amasya adalah satu-satunya jalan bagi Parni untuk dapat membayar hutang pada pinjaman online itu. Mengingat tiga hari lagi, debt kolektor itu akan kembali menagih hutang Parni tak kalah seramnya.


Parni akhirnya memberanikan diri untuk meminjam uang pada Amasya. Mungkin ini menjadi jalan satu-satunya bagi Parni untuk dapat membayar hutang pada pinjaman online itu. Mengingat teror dari debt kolektor cukup nyata pada dirinya. Hingga Parni harus melepaskan rasa malu, demi mendapatkan pinjaman uang dari Amasya.


Tiba di depan kamar Amasya, Parni masih sedikit ragu. Tentu Parni khawatir Amasya tidak akan memberikan seorang Parni pinjaman. Mengingat Parni baru sebentar bekerja di rumah Amasya. Tapi Parni yang begitu butuh, menyingkirkan semua ego darinya. Mungkin ini adalah jalan yang harus di tempuh Parni.

__ADS_1


Tok... Tok... Parni mengetuk pintu kamar Amasya. Tak lama Amasya pun membuka pintu kamarnya.


"Parni, ada apa kamu pagi-pagi mengetuk pintu kamar saya?" Tanya Amasya.


"Anu Bu..." Parni malu-malu.


"Anu apa Parni, jangan buat saya penasaran." Pinta Amasya dengan tegasnya.


"Saya ingin ngomong, tapi saya takut Bu." Parni mulai menangis.


"Ngomong aja Parni. Kamu tidak usah takut seperti itu. Ada apa?" Tanya Amasya kembali.


"Tadi saya di telepon oleh debt kolektor. Saya di minta melunasi semua hutang mantan pacar saya. Tapi saya tidak memiliki uang yang harus saya bayar. Hingga saya bingung harus membayar dengan apa. Saya harus membayar dalam tempo tiga hari kedepan." Ucap Parni semakin keras menangis.


"Jadi kamu mau minjam uang pada saya?" Tanya Amasya.


"I-I-Iya Bu. Tapi jika ibu mau memberikannya pada saya." Balas Parni semakin mengiba.

__ADS_1


"Berapa uang yang ingin kamu pinjam?" Tanya Amasya kembali.


"Dua juta rupiah Bu, nanti ibu bisa potong dari gaji saya saja." Jawab Parni dengan penuh keyakinan.


Ada sedikit keraguan dari dalam hati Amasya. Tapi dia juga tak tega melihat Parni yang menangis hebat seperti itu. Mungkin dia berikan saja Parni pinjaman yang dia butuhkan. Sehingga uang pinjaman itu bisa menolong Parni secara tidak langsung.


"Baik Parni, saya akan pinjamkan kamu." Ucap Amasya.


"Serius Bu? Terima kasih Bu Amasya." Parni kegirangan sambil mencium tangan kanan Amasya.


Amasya kembali masuk ke dalam kamarnya. Mengambil uang yang akan di gunakan untuk meminjamkan pada Parni. Parni sendiri begitu bahagia, akhirnya dia mendapatkan pinjaman uang dari Amasya. Sehingga dia bisa bebas dari gangguan debt kolektor yang terus meneror dirinya.


Amasya kembali dengan dua puluh lembar uang seratus ribuan. Uang yang hendak di berikan Amasya pada Parni sebagai uang pinjaman.


"Baik Parni, saya pinjamkan kamu 2 juta. Semoga ini bisa membantu kamu terbebas dari jerat debt kolektor tersebut." Ucap Amasya memberikan uang itu pada Parni


"Terima kasih Bu." Parni menerima uang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2