Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Prince Mengantar Rini Pulang


__ADS_3

Biasanya Amasya sudah berada di depan gerbang kampus Rini. Amasya biasanya menjemput Rini untuk pulang bersama. Mengingat arah pulang dari sekolah Amasya dan kampus dari Rini searah. Sehingga Amasya kerap menjemput Rini untuk pulang bersama.


Namun hari ini, Amasya tidak mengajar di sekolah. Sehingga terpaksa Rini harus pulang menggunakan angkutan umum atau menggunakan layanan online seperti ojek dan taksi online.


Sinyal di handphone Rini cukup kuat. Tapi dari tadi, Rini tidak menemukan satu pun dari taksi online maupun ojek online yang menerimanya. Hingga Rini harus mengomel-omel sendiri dengan handphonenya sendiri.


Rini langsung salah tingkah, saat Prince menghampiri dirinya. Rini semakin tidak nyaman, begitu Prince menanyakan pada dirinya. Mengapa Rini terlihat begitu kesal dengan handphonenya sendiri.


"Ada apa?" Tanya Prince penasaran.

__ADS_1


"Aku pikir, aku baik-baik saja. Jadi tidak ada yang harus di khawatirkan dari diriku." Rini mencoba terlihat baik-baik saja.


"Kamu menunggu di jemput atau kamu sedang mencari jemputan?" Tanya Prince kembali.


Rini kaget dengan pertanyaan dari Prince. Laki-laki sedingin Prince bertanya seperti itu pada Rini. Apa Rini sedang mimpi dengan pertanyaan dari Prince itu. Mengingat Prince di kenal cuek dan dingin. Sehingga tidak mungkin dia bertanya dengan kadar pertanyaan sebanyak itu.


"Emmm aku sedang mencari jemputan. Dari tadi aku mencari jemputan. Tapi aku tidak menemukan satu pun jemputan itu." Terang Rini dengan begitu malu-malu.


Ini bukan mimpi. Rini menampar wajahnya, memastikan semua yang di rasakan oleh dirinya bukan mimpi belaka. Hingga Rini harus yakin ini adalah kenyataan untuk dirinya.

__ADS_1


"Kamu mengajak aku Prince?" Tanya Rini dengan begitu tak percaya.


"Terus siapa lagi yang aku ajak, selain kamu." Jawab Prince dengan singkatnya.


Mobil yang di tunggu oleh Prince akhirnya tiba. Begitu mobil itu berada di hadapan Prince. Dengan segera Prince membuka pintu mobil itu. Mempersilakan Rini untuk masu ke dalam mobilnya. Bak seorang putri kerajaan, Rini melenggang masuk ke dalam mobil Prince. Rini begitu bahagia dengan sambutan baik yang di berikan Prince kepadanya.


Prince tak sungkan untuk duduk di samping Rini. Bahkan Prince memberikan sedikit cemilan pada Rini. Cemilan yang dia beli saat pergi ke kantin. Sehingga sepanjang perjalanan itu tidak akan terasa melelahkan. Sebab ada sesuatu yang di makan oleh Rini dan Prince.


Rini masih begitu kaku, tangan Rini gemetar saat menerima cemilan dari Prince. Begitu juga saat Rini akan membuka bungkus cemilan itu. Rini yang tak henti mengagumi ketampanan seorang Prince. Terlihat tak fokus membuka bungkus dari cemilan yang diberikan oleh Prince kepadanya. Hingga bungkusan yang sebenarnya mudah untuk di buka. Rini buka dengan begitu sulitnya.

__ADS_1


Prince langsung membantu Rini untuk membuka bungkus cemilan itu. Dengan segera, Prince membuka bungkus dari cemilan yang di berikan kepada Rini itu. Kemudian Prince meminta Rini untuk memakan habis cemilan yang diberikan olehnya.


Dengan segera Rini memakan cemilan yang di berikan Prince tersebut. Begitu juga Prince yang turut memakan cemilan yang sama dengan Rini. Cemilan berbentuk wafer berselimut coklat itu. Begitu enak ketika Rini makan. Dia yang awalnya malu-malu, langsung menghabiskan dengan cepat cemilan tersebut.


__ADS_2