
Amasya langsung terkejut saat tiba-tiba wajah Juan sudah berada di hadapan dirinya. Baru bangun tidur, Amasya langsung terkejut dengan Juan yang terlihat sudah berada di hadapannya.
Juan lantas mengelus lembut rambut Amasya yang sedikit berantakan. Merapikan rambut Amasya tersebut, untuk membuat rambutnya itu menjadi lebih tertata rapi. Sebuah senyuman manis juga di perlihatkan oleh Juan untuk Amasya. Senyum indah yang terlihat menyejukkan hati seorang Amasya.
Juan yang semakin terlihat mesra, membuat Amasya begitu bahagia. Dia sangat bahagia dengan apa yang di tunjukkan oleh Juan pada dirinya. Sebuah perhatian lembut yang benar-benar Amasya butuhkan saat ini.
"Aku cinta kamu." ucap Juan sambil menatap wajah Amasya.
"Aku juga." balas Amasya.
__ADS_1
Juan seketika memeluk erat tubuh istrinya tersebut. Menunjukkan cintanya yang besar pada seorang Amasya. Hingga Amasya begitu nyaman berada di pelukan seorang Juan. Amasya terlihat begitu bahagia di peluk oleh seorang Juan. Dia ingin berada dalam pelukan Juan selamanya. Untuk saat ini, hingga selama-lamanya.
Di sisi Juan, Amasya begitu bahagia dan merasa aman. Tak heran jika Amasya begitu bahagia untuk selalu berada di samping Juan. Berada dengan sosok pria yang begitu baik dan perhatian dalam hidupnya. Juan selalu melindungi seorang Amasya dari apapun, itu yang membuat Amasya begitu bahagia untuk bisa berada di samping seorang Juan.
Begitu juga Juan yang begitu bahagia memiliki istri seperti Amasya. Selain Amasya yang cantik, Amasya juga di kenal sebagai seorang yang baik hati dan tidak pernah tinggi hati. Itu yang membuat Juan begitu mencintai seorang Amasya.
Waktu pagi yang semakin dekat, membuat Amasya meminta Juan untuk segera bergegas dari kasurnya tersebut. Mungkin waktu yang tepat bagi seorang Juan untuk segera mandi, sebelum akhirnya pergi menuju kantornya. Mengingat hari ini Juan tetap harus berangkat menuju ke tempat bekerja.
Juan yang begitu nyaman menatap wajah Amasya, tidak ingin enyah dari kasurnya tersebut. Bagi Juan, wajah cantik Amasya yang berseri. Tidak pernah bosan untuk di pandang olehnya. Hingga Juan pun berharap bisa selalu dan setiap hari memandang wajah cantik Amasya tersebut.
__ADS_1
Namun Amasya yang tidak ingin suami telat, meminta suaminya tersebut untuk segera a pergi ke kamar mandi. Hingga Amasya menutup wajahnya, agar Juan tidak lagi memandangi wajah Amasya tersebut.
Juan sedikit kecewa dengan keputusan dari Amasya tersebut. Dia pun meminta Amasya untuk kembali membuka wajahnya, sehingga Juan bisa kembali melihat keindahan wajah Amasya yang menurut Juan sangat indah untuk di lihat.
Akhirnya Amasya pun kembali membuka wajahnya. Melepaskan tangannya yang sempat di gunakan untuk menutupi wajah cantiknya tersebut. Juan pun kembali tersenyum saat bisa melihat wajah Amasya kembali.
Sementara Amasya sudah begitu pasrah dengan apa yang coba di lihat dari seorang Juan. Dia membiarkan Juan menatap lebih lama wajahnya tersebut. Sehingga Juan bisa menatap wajah Amasya sebelum Juan berangkat bekerja.
Keromantisan yang selalu Juan dan Amasya jaga. Hingga keduanya bisa bertahan dengan badai yang terus mendera rumah tangga mereka. Tidak ada lagi kekurangan yang Amasya dapat dari sosok pria bernama Juan. Dia melihat sosok pria sempurna yang memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang sama besarnya. Hingga Amasya merasa beruntung memiliki seorang Juan.
__ADS_1