
Lampu menyorot begitu terangnya di area ruangan hotel. Terangnya cahaya lampu itu semakin terpancar, kala terpantul dengan berlian yang dikenakan oleh beberapa tamu undangan.
Bunga-bunga cantik yang hampir menghias seluruh ruangan. Tak ketinggalan dijadikan tempat berphoto oleh para tamu undangan. Bunga-bunga yang disusun dengan begitu rapinya, menjadi spot yang digunakan para tamu untuk selfi, maupun photo bersama. Semua tamu undangan dibuat terkesima dengan dekorasi yang ada.
Amasya masih tak percaya, hari ini seorang pria berani melamarnya. Penantian dia pada Rehan yang tak jua menemui titik terang. Berganti dengan seorang pria tampan penuh karismatik bernama Juan yang segera melamarnya. Amasya terus meminta pada Mia untuk menyakinkan dirinya. Jika hari ini bukan mimpi belaka, melainkan sebuah kenyataan yang ada.
Mia terus memuji kecantikan Amasya yang semakin terpancar kala make up flawles yang super cantik menempel di wajahnya. Make up flawles itu semakin membuat penampilan Amasya cantik, kala gaun yang sudah Amasya pesan dikenakan ditubuh Amasya. Seketika Mia seperti melihat seorang puteri cantik yang mempesona.
"Woow Amasya. Loe cantik banget." Puji Mia.
"Loe pasti bohong." Jawab Amasya sedikit tak percaya diri.
"Gue gak bohong. Loe cantik banget. Juan auto klepek-klepek lihat loe secantik ini." Mia semakin lebay.
Amasya kemudian bercermin. Dia melihat penampilan yang memang terlihat cantik. Kecantikan Amasya semakin terpancar kala senyuman manis nampak di wajahnya. Amasya seketika semakin mempesona.
Kepercayaan diri Amasya tiba-tiba di hancur oleh Devi. Devi tanpa ada angin atau hujan mendatangi kamar yang menjadi tempat Amasya mendapatkan make up. Bukannya memuji, Devi justru menghina Amasya. Dia mengatakan penampilan Amasya terlihat biasa saja. Walaupun hari ini merupakan hari spesial untuk Amasya. Tetapi penampilan Amasya terlihat tidak begitu menarik.
Perkataan Devi benar-benar meruntuhkan kepercayaan diri dari Amasya. Untung Mia segera membangkitkan kembali kepercayaan diri dari Amasya. Mia dengan penuh percaya diri mengatakan jika Devi belum tentu secantik Amasya malam ini. Bahkan jika Devi tidak perawatan setiap hari. Mungkin Devi akan jauh dibawah Amasya.
Perkataan dari Mia langsung membuat Devi marah. Devi langsung mencoba menampar Mia, tetapi dengan sigap. Mia berhasil menghadang tangan Devi. Mia melempar keras tangan Devi. Kemudian Mia memperingatkan Devi untuk tidak bertindak semena-mena pada Amasya. Jika Devi tidak ingin berurusan dengan Mia.
__ADS_1
Tak mau semakin ribut, Mia langsung membawa Amasya menuju tempat lamaran. Sementara Devi nampak masih kesal pada Mia yang menghinanya. Devi pun berjanji akan membalas perbuat Mia dilain waktu.
Amasya sudah siap dengan gaunnya. Sementara Juan juga sudah begitu gagah dengan setelan jas hitam serta sebuah dasi kupu-kupu berwarna biru. Sebuah peci berwarna hitam kian menambah kewibawaan dari Juan. Dirinya sudah sangat siap untuk menghadiri acara lamaran tersebut.
Didampingi oleh kedua orangtuanya. Juan yang satu mobil bersama ayah dan ibunya. Nampak sedikit gugup menuju acara lamaran tersebut. Terlihat Juan tak henti memainkan jari-jarinya kala diperjalanan menuju hotel.
Ayah Amasya sudah mendengar kedatangan dari Juan bersama kedua orangtuanya. Hingga dia meminta keluarga intinya untuk segera mempersiapkan diri akan kedatangan dari Juan. Dimana Alvin, Ratna, Devi serta Amasya pastinya. Berada diatas panggung kecil untuk menyambut kedatangan Juan.
Detak jantung Amasya semakin berdebar kencang kala suara sepatu dari Juan mulai terdengar. Selain iringan dari musik yang sengaja disewa oleh ayah Amasya. Rasa berdebar itu akhirnya menghilang, kala Juan benar-benar ada di hadapannya. Melempar senyum manis pada Amasya, sebelum memberikan sebuah bucket bunga yang menjadi simbol cinta Juan pada Amasya.
Tertimpa meteor, perasaan itu yang benar-benar membuat Devi hancur. Devi melihat Juan yang baru dia kenal akan menjadi calon suami dari kakak tirinya. Dia tak menyangka, Juan yang dikenal adalah Juan yang awalnya akan dijodohkan pada Devi maupun Amasya. Hingga kesedihan langsung melanda hati Devi.
"Malam Amasya, malam om dan tante. Serta seluruh keluarga besar Amasya. Saya Juan. Maksud saya datang malam ini adalah untuk melamar putri tercinta dari om Alvin. Amasya. Saya harap lamaran saya akan diterima oleh seluruh keluarga besar om Alvin." Terang Juan dengan begitu lugas.
"Senang rasanya akhirnya ada seorang pria yang gagah dan berani untuk melamar anak kesayangan saya ini. Terima kasih untuk Juan yang siap mengemban amanah untuk menjaga dan merawat anak saya. Saya mempercayakan anak saya pada kamu. Semoga kamu bisa menjaga Amasya seperti saya menjaga dia." Tegas ayah Amasya.
Amasya mengangkat mic miliknya. Dengan penuh percaya diri, Amasya mengucapkan beberapa kata sambutan untuk acara lamaran malam ini. Walaupun sama halnya dengan Juan yang harus menahan tangis haru.
"Terima kasih untuk Juan yang dalam beberapa minggu terakhir ini sudah mengizinkan aku untuk mengenal kamu. Luar biasa untuk hari-hari yang kita lewati. Hingga kita bisa berada disini malam ini." Terang Amasya.
Semua sudah mendapatkan porsi untuk berbicara. Kini giliran acara yang paling ditunggu. Yakni penukaran cincin antara Amasya dengan Juan.
__ADS_1
Mia di dapuk untuk membawakan dua buah cincin yang telah dipilih oleh Juan dan Amasya. Dengan sebuah nampan kecil berwarna perak. Mia membawa kedua cincin itu dengan penuh kehati-hatian kehadapan Juan dan Amasya.
Juan menjadi orang pertama yang memasang cincin lamaran ke jari telunjuk Amasya. Selepas itu Amasya dengan penuh kehati-hatian memasangkan cincin di jari telunjuk Juan. Sebelum keduanya berpelukan dengan begitu mesranya.
Devi yang semakin terbakar cemburu melihat Juan dan Amasya. Memilih pergi meninggalkan tempat acara. Diluar hotel, Devi menangis dengan begitu hebatnya. Dia tak menyangka Juan yang kembali membuatnya jatuh cinta adalah Juan yang sama dengan orang yang dekat dengan Amasya. Sehingga Devi merasa semakin tidak berdaya.
Kembali ke tempat acara lamaran. Sebuah dansa romantis dilakukan oleh Amasya dan juga Juan. Diiringi lagu super romantis. Setiap hentakan berpadu padan dengan iringan musik yang dibawakan oleh penyanyi tersebut. Semuanya semakin dibuat bahagia dengan keromantisan yang nampak terlihat dari Amasya dan Juan.
Acara lamaran malam itu ditutup dengan makan malam bersama. Beberapa meja makan telah disiapkan dengan dekorasi super romantis pula. Termasuk sebuah meja makan yang disiapkan khusus Amasya dan juga Juan.
Selain meja makan Amasya dan Juan yang romantis dan mewah. Meja makan yang diperuntukkan bagi keluarga Juan dan Amasya juga tak kalah cantik. Dihiasi lampu berkilauan. Meja makan itu nampak begitu mewah dan cantik.
Makanan yang terhidang tak kalah mewah dan eksklusif. Dimana makanan yang dihidangkan merupakan makanan yang berasal dari sebuah restoran western yang memiliki kualitas yang begitu sempurna.
Dimulai dari wagyu yang super lezat yang diimpor dari New Zealand. Hingga Spaghetti super eklusif yang bahannya juga import dari Italia langsung.
Begitu juga dengan juru masaknya yang merupakan koki handal nan berpengalaman yang pastinya memiliki jam terbang cukup. Sehingga makanan yang terhidang sudah pasti bagus dari segi kualitas serta mutunya.
Ditengah hangatnya kebersamaan yang terjalin antara keluarga besar Juan dengan Amasya. Devi yang melintir pergi meninggalkan tempat acara. Menjadi perhatian dari ibu Juan. Dia tak melihat Devi lagi, seusai Juan dan Amasya bertukar cincin. Dirinya menanyakan keberadaan Devi yang tiba-tiba menghilang ditelan bumi.
Ratna yang tak mengetahui keberadaan Devi mencoba mencari seribu alasan untuk menutupi kepergian Devi. Dia membohongi semua orang, jika Devi harus pergi bekerja. Sebab ada keadaan darurat yang harus dikerjakan. Walaupun Ratna mengatakan dengan sedikit gugup. Tetapi semua orang mempercayai ucapan Ratna. Termasuk ibu dari Juan.
__ADS_1