
Tak butuh waktu lama untuk tim editor photographer kala mengedit hasil jepretan mereka. Cukup semalam saja, photo prewedding dari Amasya dan Juan telah jadi. puluhan photo tersebut langsung dikirim dalam bentuk dokumen pada Juan.
Sebelum mengirimkan pada Amasya, Juan terlebih dahulu melihat setiap photo tersebut. Beberapa photo memang terlihat keren, tetapi banyak juga photo yang membuat Juan tak bisa menahan tawa. Sebab dirinya merasa cosplay yang dilakukan dengan Amasya begitu nyentrik. Tetapi Juan tetap puas dengan hasil photo preweddingnya.
Semua photo telah Juan lihat. Kini giliran mengirimkan seluruh photo tersebut pada Amasya. Dirinya tak sabar untuk mengetahui respon dari Amasya akan photo mereka. Juan ingin tahu apa yang akan diucapkan oleh Amasya.
Dimeja makan, Amasya tak henti menahan tawa melihat hasil photo prewedding dengan Juan. Dirinya terus tertawa melihat setiap photo yang ada. Meskipun hasilnya bagus menurutnya, tetapi sama seperti Juan yang tak bisa menahan tawa melihat cosplay yang dilakukan olehnya bersama Juan.
Tawa Amasya sedikit menganggu selera makan Devi. Dengan sewotnya Devi menegur Amasya yang terus tertawa disampingnya.
"Bisa gak kalau kamu lagi makan gak usah tertawa seperti itu!" Tegas Devi sembaring menyantap nasi goreng yang menjadi sarapannya.
"Iya. Berisik banget sih kamu." Lanjut Ratna membela Devi.
Amasya seketika meminta maaf pada Devi dan Ratna yang terganggu dengan tawa yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Memang kamu lagi lihat apa, sampai tertawa seperti itu?" Tanya ayah Amasya.
"Aku lagi lihat photo prewedding aku dengan Juan." Jawab Amasya.
Mendengar kata Prewedding. Devi melempar sendok keatas piringnya. Mendorong kursinya kearah belakang. Dengan sewot Devi langsung meninggalkan meja makan.
"Devi sayang, kamu mau kemana?" Tanya Ibunya.
Devi tak menjawab. Dia terus berjalan menuju kamar. Ratna yang penasaran dengan Devi, langsung mengejar Devi menuju kamarnya. Sementara Amasya yang tak mengetahui penyebab Devi berubah, hanya menatap dengan tatapan wajah bingung. Sebab dirinya tidak mengetahui, mengapa Devi pergi meninggalkan meja makan.
Didalam kamarnya, Devi langsung menangis. Dirinya tak bisa menahan tangis kala mendengar photo prewedding yang dilakukan Amasya dengan Juan. Devi begitu iri dengan Amasya yang akan segera menikah. Sementara hubungan dia dengan Willy tak pernah ada dititik terang. Sehingga Devi merasa tak seberuntung Amasya.
Sebelum berangkat ke sekolah, Amasya berpamitan terlebih dahulu pada Ratna. Tetapi Ratna justru malah memarahi Amasya yang dianggapnya terlalu pamer kemesraan dengan Juan. Sehingga membuat Devi bersedih.
Amasya tak melawan semua ucapan dari Ratna. Dia hanya berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Walaupun Amasya tidak melakukan hal buruk seperti dituduhkan Ratna padanya. Setelah itu Amasya pun segera bergegas menuju sekolah.
__ADS_1
Sebelum memacu mobilnya menuju sekolah. Amasya terlebih dahulu melakukan panggilan video call dengan Juan. Ia ingin bercerita mengemukakan pendapatnya akan hasil photo prewedding mereka berdua.
Juan menepikan terlebih dahulu mobil miliknya. Kemudian dengan penuh senyuman mengangkat panggilan telepon dari Amasya.
"Pagi sayang." Sapa Juan.
"Pagi juga sayang." Jawab Amasya.
"Gimana hasil prewedding kita. Kamu suka gak?" Tanya Juan.
"Suka dong. Apapun hasilnya itu sudah paling bagus yang kita pilih." Terang Amasya.
"Setuju." Tandas Juan.
"Aku bakal post di sosial media aku. Gimana menurut kamu?" Tanya Amasya.
__ADS_1
"Boleh. Aku juga bakal posting di sosial media nanti." Jawab Juan.
"Ya udah kalau gitu