
Pasca pengakuan dari seorang Dimas, akan dirinya yang di bayar oleh Ratna untuk mencelakai Amasya. Juan semakin meradang pada Dimas. Dia begitu marah akan perlakuan dari Ratna yang tiada hentinya mencoba mencelakai seorang Amasya yang sebenarnya adalah anak tiri dari Ratna itu sendiri.
Juan berniat melaporkan Ratna ke kantor polisi. Tapi Amasya menahan niat dari Juan itu. Amasya masih sedikit berbaik hati pada Ratna. Mengingat Ratna sendiri adalah ibu tiri dari Amasya. Dimana Amasya tidak enak hati, jika harus memenjarakan seorang Ratna.
Jika penjara bukan solusi yang harus di tempuh oleh Juan. Mungkin satu pernyataan tegas dari Juan akan membuat Ratna jera dalam melakukan upaya kejahatan terhadap Amasya. Berulang kali Ratna melakukan aksi kejahatan itu, tapi dia tak sekali pun berhenti untuk melakukan aksi tak terpujinya tersebut. Dia terus mengulangi hal yang sama. Hingga Juan sudah geram dengan aksi dari Ratna pada Amasya.
Juan berniat melabrak Ratna, sehabis pulang dari kantor. Mungkin dengan cara itu, Ratna tidak akan melakukan aksi jahatnya lagi pada Amasya.
Juan mengirimkan pesan pada Amasya, jika dia akan pulang sedikit telat. Alih-alih mengatakan dirinya akan melabrak Ratna. Juan justru memberitahu Amasya, jika dirinya akan bertemu dengan seorang klien baru yang berasal dari luar negeri. Sehingga Juan harus pulang terlambat ke rumah.
Amasya mempercayai semua ucapan dari suaminya tersebut. Mungkin benar Juan hari ini harus melakukan pertemuan dengan seorang klien dari luar negeri. Tidak terlalu menjadi masalah besar untuk Amasya, jika memang Juan harus pulang terlambat di hari ini.
Begitu jam pulang sudah tiba, Juan langsung membawa mobil miliknya menuju rumah Ratna. Wajah kesal tak pernah Juan ganti sedikit pun. Mungkin dengan wajah kesal bercampur marah ini, Ratna bisa sadar akan ancaman serius dari seorang Juan. Hingga Ratna tidak akan melakukan kejahatan kembali kepada istrinya.
Juan membawa mobilnya itu dengan kecepatan yang cukup tinggi. Gas di injak Juan dengan begitu kuatnya. Dia benar-benar tak sabar untuk melontarkan sebuah ancaman tegas pada Ratna akan perilaku dia pada Amasya. Dengan demikian, Juan bisa membuat Ratna sedikit berubah. Terutama sifat jahatnya pada Amasya yang sedari dulu tak pernah sedikit pun berkurang.
Tiba tepat di depan rumah Ratna, Juan langsung keluar dari dalam mobilnya. Membanting keras pintu mobilnya. Hingga Juan yang membanting tubuh sekuriti di rumah Ratna. Amarah dari Juan sudah tidak dapat terkontrol lagi. Dia begitu marah besar pada Ratna.
__ADS_1
Juan berteriak memanggil nama Ratna. Dia tak memanggil nama mertua tirinya itu dengan sebutan mama. Tidak seperti biasanya, Juan memanggil nama ibu tirinya dengan sebutan mama. Kali ini Juan memanggil nama ibu tirinya dengan sebutan namanya.
Ratna yang sedang santai di kamarnya, langsung menghampiri Juan yang terus berteriak memanggil namanya. Ratna langsung memaki Juan yang di anggap cukup tidak sopan meneriakkan nama dirinya.
"Kamu tidak belajar sopan santun. Kamu teriak-teriak di rumah orang seperti itu. Saya ini mertua kamu. Jadi sopan sedikit bisakan." Ucap Ratna menghampiri Juan.
"Tidak! Tidak untuk perempuan jahat seperti kamu." Jawab Juan dengan begitu geramnya.
"Kamu kurang ajar sekali yah. Kamu cocok dengan istri kamu itu." Balas Ratna yang mulai kesal juga pada Juan.
"Hahaha.. Kurang ajar kamu bilang? Apa yang sudah kamu lakukan pada saya, jauh lebih kurang ajar. Kamu sudah melakukan tindakan yang cukup menyakitkan untuk istri saya. Apa itu tidak kurang ajar." Balas Juan semakin marah.
"Kamu yang sudah membayar seorang pria bayaran untuk meneror istri saya. Kemudian kamu minta dia untuk melakukan tindakan kejahatan. Saya bisa saja melaporkan kamu atas kasus itu. Tapi saya masih menghormati kamu sebagai mertua saya. Walaupun saya berharap kamu membusuk di penjara." Ucap Juan semakin marah.
Ratna yang mulai menyadari amarah dari Juan, mulai ketakutan. Ini tentu kabar buruk bagi Ratna. Pasalnya Juan sudah menangkap seorang Dimas. Kabar buruk bagi Ratna, pasalnya semua kejahatan dari seorang Ratna terbongkar oleh Juan dan Amasya.
"Sial! Dimas malah tertangkap sama Juan. Dasar laki-laki bodoh. Tugas gampang begitu saja dia tidak bisa menjalankan dengan baik." Gerutu Ratna di dalam hatinya.
__ADS_1
"Kamu pasti ketakutan sekarang. Semua rencana busuk dan jahat kamu telah terbongkar. Sebenarnya aku ingin melaporkan kamu ke polisi. Tapi Amasya melarang aku. Hingga akhirnya aku lebih memilih untuk memberitahu kamu saja. Tapi jika kamu berusaha untuk mencelakai Amasya kembali. Aku tidak segan-segan untuk melaporkan kamu ke polisi. Sehingga kamu akan busuk di penjara." Ancam dari Juan sebelum pergi dari hadapan Ratna.
Ratna begitu ketakutan dengan ancaman dari Juan. Dia terdiam dengan ancaman yang di berikan Juan kepadanya. Mungkin ancaman itu benar-benar nyata. Terlebih Juan yang sudah mulai geram dengan kejahatan dari Ratna dan Devi yang berulang dan terus di lakukan pada Amasya.
Begitu keluar dari rumah Ratna, Juan bertemu dengan Devi yang juga baru pulang dari klinik. Mereka berpapasan tepat di pintu rumah Ratna. Sempat saling menatap satu sama lain. Sebelum akhirnya Juan yang terlihat begitu marah, meninggalkan rumah.
Devi sempat heran dengan kedatangan dari Juan ke rumahnya. Untuk apa dia datang ke rumah. Tidak mungkin ada Amasya di dalam rumah. Mengingat Amasya sudah tidak tinggal di rumah itu. Hingga menjadi pertanyaan bagi seorang Devi, jika Juan berada di dalam rumahnya.
Devi akhirnya mengetahui kedatangan dari Juan. Melihat Ratna yang duduk dengan kedua tangan di lipat di atas perutnya dengan wajah kesal. Devi langsung duduk di samping Ratna.
"Mau apa Juan datang ke sini?" Tanya Devi melepaskan tas kecil miliknya.
"Dia melabrak mama barusan." Jawab Ratna dengan kesalnya.
"Melabrak mama! Memang mama salah apa?" Tanya Devi dengan begitu penasarannya.
"Dimas tertangkap oleh Juan. Dia mengakui semua perbuatannya atas perintah dari mama. Sehingga Juan datang untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan Dimas pada mama." Jawab Ratna yang masih begitu kesal.
__ADS_1
"Bodoh banget Dimas. Kenapa dia bisa tertangkap seperti itu. Memang bodoh laki-laki itu." Devi mulai kesal.
"Mama juga tidak mengerti dengan Dimas. Kenapa dua bisa tertangkap seperti itu. Mencelakai Amasya saja tidak mampu. Apalagi harus duel melawan Juan. Mungkin dia akan babak belur." Ujar Ratna yang semakin kesal.