
Amasya dan Juan telah di karuniai dua orang bayi lucu bernama Karen dan Armand. Dua anak Juan dan Amasya itu berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Keduanya tampak begitu lucu, sehingga kedua anak dari Juan dan Amasya kerap menjadi photo model dari beberapa majalah ternama.
Rumah tangga Amasya dan Juan semakin harmonis. Keduanya pun berniat menambah kembali anak. Sehingga rumah mereka akan semakin ramai dengan keberadaan tiga anak. Maklum Juan tidak ingin seperti dirinya yang menjadi anak tunggal. Dia tidak memiliki teman, akhirnya Juan hanya bisa bermain dengan mainan mahalnya saja.
Begitu juga yang di rasakan oleh Amasya. Dia juga yang merupakan anak tunggal, kerap merasa kesepian. Sehingga boneka barbie kerap menjadi teman main seorang Amasya. Dengan bermain bersama boneka barbie. Amasya bisa sedikit lebih nyaman lagi dalam mengekspresikan perasaannya.
Hubungan antara Amasya dengan ibu mertuanya juga semakin harmonis. Bahkan Amasya dan ibu mertuanya kerap menghabiskan waktu bersama di salon atau ke pasar. Sehingga Amasya begitu bahagia memiliki ibu mertua seperti ibu Juan.
Rini dan Prince yang telah lulus dari bangku kuliah. Juga memutuskan untuk menikah. Pernikahan Rini dan Prince di gelar begitu meriah. Hingga mengundang artis ibukota untuk menjadi tamu undangan. Amasya pun begitu senang atas kebahagiaan yang di rasakan oleh Rini.
Rini bahkan saat ini sedang mengandung anak dari Prince. Dia berharap bayi dalam kandungannya bisa menjadi penyempurna rumah tangga Rini dengan Prince yang baru seumur jagung.
Begitu juga dengan Rendi. Usai move on dari Rini, Rendi menemukan sosok perempuan yang tidak kalah cantik dari seorang Rini. Perempuan itu merupakan seorang pegawai restoran yang dia temukan di sebuah toko jam. Keduanya berkenalan, pacaran. Sebelum akhirnya Rendi mantap untuk menikah dengan perempuan tersebut.
Stroke yang di derita oleh Alvin akhirnya sembuh total. Semua itu berkat usaha dan kerja keras dari Alvin dalam mengikuti setiap terapi yang di lakukan oleh dirinya di berbagai tempat. Hasilnya Alvin pun sembuh dari stroke berat yang selama ini menghadang langkah dirinya untuk bergerak.
Kabar kurang mengenakkan harus terdengar dari seorang mbok Darmi. Sakit darah tinggi yang di rasakan oleh mbok Darmi akhirnya harus merenggut nyawa seorang Darmi. Darmi pun meninggalkan sebuah wasiat pada keluarga Alvin untuk memakamkan Darmi di kampung halamannya. Dimana kampung halaman Darmi berada di kota Tegal Jawa Tengah. Wasiat itu langsung di laksanakan oleh Alvin. Dia memakamkan Darmi sesuai dengan keinginannya. Yaitu di kampung halamannya di Tegal.
5 tahun menjalani hukuman atas tindakannya. Nampaknya cukup jera bagi seorang Parni. Dia yang selalu mencari seorang brondong untuk di pacarinya. Kini mulai memfokuskan diri untuk memperdalam ilmu agama. Penampilan Parni yang selama ini terlihat seksi dengan pakaian minim yang di kenakan. Kini telah berubah menjadi pakaian tertutup dengan hijab besar menutup bagian kepalanya.
Selain mendaki ilmu agama. Parni juga mulai membuka usaha kecil-kecilan. Dimana dengan kemampuan Parni yang handal dalam memasak. Membuat dirinya memutuskan untuk membuka rumah makan sederhana. Masakan Parni yang memang terkenal lezat, menjadi primadona bagi kalangan menengah ke bawah. Apalagi Parni menggratiskan makanan yang di dagangkan di hari-hari tertentu. Semakin menambah rejeki Parni sebagai tukang nasi bungkus. Parni begitu bahagia bisa membuat semuanya bahagia.
Tak ubahnya dengan Parni, Devi juga mulai menyadari kesalahannya yang begitu besar. Memanfaatkan ilmu yang di milikinya kini. Devi siap mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani masyarakat kecil. Devi siap menjadi tenaga honorer di berbagai puskesmas kecil.
__ADS_1
Tapi status Devi yang merupakan mantan narapidana. Membuat dia kesulitan untuk menemukan tempat yang mampu menerima dirinya apa adanya. Mereka enggan menerima Devi dengan alasan cap hitam Devi sebagai seorang narapidana. Padahal Devi siap menjalankan tugasnya sebaik mungkin, tanpa harus melihat dirinya yang merupakan mantan narapidana.
Devi tidak menyerah, dia tetap berusaha untuk mencari tempat yang mampu menerima dirinya. Tidak harus mempertanyakan masa lalu Devi yang merupakan mantan narapidana. Dia berharap mereka bisa menerima Devi apa adanya. Tidak harus melihat ke belakang.
Devi terus mencari, sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang pria baik bernama Joni. Dia adalah seorang pemilik klinik kesehatan yang khusus bagi warga kurang mampu. Joni juga menggratiskan bagi mereka yang mampu membawa sampah seberat satu kilogram untuk mendapatkan pengobatan secara gratis.
Kagum dengan konsep yang di usung oleh Joni. Devi tertarik untuk bergabung dengan Joni dalam projek yang di jalankan oleh Joni tersebut. Hingga Devi siap ambil bagian dari projek Joni tersebut.
Joni tidak memperdulikan masa lalu seorang Devi. Dia menerima Devi dengan tangan terbuka. Apalagi saat ini Joni membutuhkan seorang bidan yang bisa memeriksa ibu hamil. Keberadaan dari seorang Devi sangat butuhkan di klinik milik Joni tersebut. Mungkin Devi akan sangat membantu Joni dalam menangani pasien ibu hamil yang terkadang enggan di periksa oleh Joni.
Devi mengaku siap memberikan pelayanan yang sepenuh hati pada setiap pasien. Walaupun Devi bekerja hanya dengan bayaran alakadarnya. Tapi Devi bahagia bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Dia merasakan bagaimana perjuangan masyarakat kecil dalam mendapatkan akses obat-obatan yang menurutnya masih jauh dari harapan. Semoga dengan keberadaan dirinya di klinik Joni. Bisa membantu masyarakat kecil dalam mendapatkan akses kesehatan yang lebih memadai lagi. Mereka pun akan sehat kembali.
Joni dan Devi yang setiap hari bertemu di klinik. Mulai menyimpan perasaan suka satu sama lain. Terlebih keduanya saling mengangumi satu sama lainnya. Hingga keduanya pun akhirnya memutuskan untuk menikah. Hingga banyak orang yang menyebut keduanya adalah pasangan yang serasi. Sebab memiliki profesi dokter umum yang bertugas untuk melayani masyarakat kecil. Baik Devi dan Joni, keduanya kerap mendapatkan banyak penghargaan dari apa yang telah mereka lakukan. Keduanya begitu bahagia dengan setiap hal yang di kerjakan bersama. Hingga Devi merasa beruntung bisa bertemu dengan Joni.
Melalui pesan langsung di salah satu media sosial. Devi ingin datang ke rumah Amasya. Dia tentu ingin bertemu dengan ayah tirinya. Untuk bersimpuh di kaki Alvin. Memohon atas apa yang telah di lakukan oleh Devi selama ini pada Alvin.
Pesan dari Devi di sambut baik oleh Amasya. Dia pun meminta Devi untuk datang ke rumahnya, jika memang ingin menjenguk Alvin. Sehun tidak ada larangan bagi Devi untuk datang ke rumah Amasya.
Devi berniat untuk datang bersama dengan Joni ke rumah Amasya. Dia juga ingin memperkenalkan Joni pada Amasya sebagai suami dari Devi. Itu mungkin ide yang bagus bagi Devi untuk memperkenalkan Joni pada Amasya.
Joni sendiri tidak menolak untuk bertemu dengan Amasya. Sebab dia merasa itu memang perlu di lakukan untuk semakin mengenal keluarga besar dari Devi. Walaupun Amasya hanya kakak tiri dari Devi, setidaknya Amasya memiliki ikatan yang kuat dengan Devi sebagai kakak tirinya.
Devi datang bersama dengan Joni. Masih ada kekhawatiran dalam diri seorang Devi untuk bertemu dengan seluruh anggota keluarga dari Amasya. Apalagi saat Alvin datang ke ruang tamu. Devi langsung menangis menyesali perbuatannya pada seorang Alvin.
__ADS_1
Sambil menangis, Devi mencium kaki Alvin untuk meminta maaf. Dia mengakui semua kesalahannya pada seorang Alvin. Hingga Devi berharap mendapatkan maaf dari seorang Alvin.
Tak tega melihat Devi yang begitu tulus meminta maaf pada dirinya. Alvin pun memaafkan Devi. Dia juga memeluk erat tubuh Devi. Pertanda dia benar-benar memaafkan kesalahan dari seorang Devi. Alvin berharap Devi akan semakin dewasa lagi di kemudian hari. Sehingga Devi akan bisa lebih bahagia dalam menjalani hari-harinya.
Devi bersyukur semua keluarga Amasya sudah memaafkan dirinya. Kini Devi hanya perlu meminta maaf pada ibunya yang tengah berada di rumah sakit jiwa. Dia pun siap mengajak Joni menuju rumah sakit jiwa, tempat dimana Ratna di rawat.
Tiba di rumah sakit jiwa, Devi langsung menemui seorang yang merupakan pengelola rumah sakit jiwa tersebut. Dia mencari informasi dari seorang pengelola rumah sakit jiwa tersebut tentang keberadaan dari Ratna. Sehingga Devi tidak harus kesulitan untuk mencari ruang perawatan dari Ratna.
Tapi saat seorang perempuan yang bertugas untuk melayani pasien rumah sakit jiwa itu datang. Devi terkejut, saat melihat salah satu pelayan rumah sakit jiwa itu ibunya. Ratna telah sembuh, dia menjadi seorang pelayan di rumah sakit jiwa itu.
Baik Ratna, maupun Devi. Sama-sama bahagia bisa kembali bertemu lagi. Apalagi Devi dan Ratna telah hampir 5 tahun berpisah. Sehingga pertemuan kembali keduanya telah membuat kerinduan dari keduanya menguap begitu saja.
"Devi senang bisa bertemu kembali dengan mama." ucap Devi meneteskan air mata.
"Mama juga senang Sayang. Maafkan Mama yang terkadang egois." balas Ratna dengan suara lirih.
Devi pun memperkenalkan seorang Joni pada Ratna. Dimana Joni adalah suami dari Devi.
"Perkenalkan Mah. Ini adalah Joni, dia adalah suami aku."
Joni langsung menyalami seorang Ratna. Dia begitu bahagia bisa bertemu dengan ibu mertuanya. Begitu juga dengan Ratna yang terlihat bahagia dengan kehadiran Joni dalam mengisi hati seorang Devi.
Ratna langsung memeluk menantunya tersebut. Dia mengaku bahagia dengan keputusan Joni untuk menikah dengan Devi. Ratna melihat raut wajah bahagia yang terlihat dari Devi, usai menikah dengan Joni.
__ADS_1
Ratna berharap Devi dan Joni bisa menjadi keluarga yang utuh, hingga maut memisahkan keduanya. Sebuah harapan yang besar dari Ratna pada seorang Joni. Apalagi Joni harus menuntun Devi agar terus berada di jalan yang lulus. Mengingat Devi selama ini tersesat dengan langkah yang di ambilnya.