
Seperti biasanya, di sore hari yang cerah. Darmi kerap membawa Alvin berjalan-jalan di sekitar taman. Dengan begitu, Alvin bisa merasakan udara sore hari yang cerah di taman bersama dengan orang-orang.
Darmi memarkir kursi roda Alvin di dekat sebuah bangku panjang. Darmi lalu mengeluarkan cemilan yang dia bawa dari rumah Amasya. Perlahan Darmi mulai melahap cemilan tersebut.
Darmi begitu menikmati udara sore hari yang cerah ini. Sampai Darmi benar-benar terkejut ketika ada suara yang memanggil namanya. Suara itu dekat, tapi orangnya tidak ada. Mengingat hanya ada Darmi dan Alvin yang di ketahui sedang stroke. Sehingga tidak dapat berbicara dengan baik.
Namun saat di telusuri lebih lanjut, ternyata suara itu benar-benar berasal dari suara Alvin. Alvin kembali memanggil nama Darmi dengan nada yang lebih keras lagi. Darmi yang senang dengan kesembuhan dari seorang Alvin. Langsung menyambut kesembuhan dari Alvin dengan gegap-gempita.
__ADS_1
"Pak Alvin sudah bisa bicara lagi?" tanya Darmi dengan begitu antusiasnya.
Alvin yang masih terbata-bata dalam berucap, tidak mampu mengucapkan kalimat terlalu panjang. Hingga Alvin harus mengucapkan kalimat itu secara setengah-setengah. Namun kalimat itu sudah mulai pasti terdengar dengan jelas. Hingga Darmi begitu senang dengan kesembuhan dari Alvin tersebut. Ini akan jadi kabar yang membahagiakan bagi Amasya dan Juan.
Tak hanya suara Alvin yang sudah kembali, tapi Alvin juga sudah mulai bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Salah satunya adalah bagian kepalanya yang sudah bisa di gerakkan oleh Alvin dengan begitu baiknya.
Darmi kembali mendorong kursi roda milik Alvin menuju rumah Amasya. Dimana Darmi siap memberikan kejutan yang begitu besar pada Amasya. Di sepanjang perjalanan menuju rumah, Darmi terus mengajak Alvin mengobrol. Sehingga Alvin begitu bahagia dengan sikap ramah yang di tunjukkan oleh Darmi pada dirinya.
__ADS_1
Alvin terlihat semakin sumringah saat sudah berada di depan rumah Amasya. Mungkin dalam hitungan menit, Alvin akan membongkar semua kejahatan yang telah di lakukan oleh Devi pada Amasya dan dirinya. Sebab Devi adalah penyebab utama Alvin terkena stroke.
Masuk kedalam rumah, Darmi langsung memanggil nama Amasya. Dia ingin Amasya bisa menyaksikan bagaimana ayahnya telah sembuh dari penyakit stroke yang di derita oleh Alvin. Tentu ini kabar yang menggembirakan bagi Amasya. Sebab Amasya sudah banyak mengeluarkan uang demi kesembuhan seorang Alvin.
Amasya memeluk tubuh Alvin yang sekarang sudah mulai lentur. Ini mujizat bagi Alvin. Sebab banyak dokter yang sudah menyerah dalam mengobati penyakit yang di derita oleh Alvin. Tapi tidak dengan Amasya yang rela membawa Alvin ke tempat terapi. Demi kesembuhan Alvin yang sepenuhnya.
Alvin langsung menceritakan bagaimana kejadian dirinya yang akhirnya harus terkena stroke. Alvin di dorong oleh Devi dengan kuatnya. Sehingga kebohongan dari Devi akan Alvin yang jatuh di kamar mandi adalah omong kosong belaka. Devi dan Ratna telah berbohong pada Amasya. Hingga Alvin siap meminta ganti rugi pada Ratna dan Devi. Sebab berkat keduanya, Alvin harus terkena stroke berat. Selain itu Alvin juga sudah siap untuk bercerai dengan Ratna. Sekalipun Ratna saat ini tengah dalam keadaan yang tidak baik.
__ADS_1