
Demi menciptakan suasana baru yang penuh kebahagiaan bagi seorang Amasya. Rini mengajak Rendi, Darmi dan Parni untuk menyambut kedatangan Amasya dengan sebuah acara sambutan yang cukup meriah.
Rini bertugas untuk mendekorasi ruang keluarga menjadi tempat yang lebih ceria lagi. Dengan berbagai ornamen berwarna-warni. Rini berharap, Amasya bisa merasakan suasana yang ceria ketika datang ke rumahnya kembali.
Rendi bertugas meniup balon yang di beli Rini dalam kondisi belum mengembang. Sehingga Rendi harus jadi korban untuk meniup setiap balon yang masih dalam keadaan belum mengembang tersebut.
Darmi di tugaskan Rini untuk membantu Rini dalam mendekorasi ruang keluarga. Darmi menjadi asisten Rini yang memasang beberapa ornamen di tembok, serta langit-langit ruang keluarga di rumah Amasya.
__ADS_1
Sementara Parni yang jago memasak. Ditugaskan oleh Rini untuk memasak makanan yang special di hari ini. Beberapa menu di rekomendasikan oleh Rini. Salah satunya tentu menu yang menjadu favorit seorang Amasya. Menu itu adalah sayur asam dan sambal. Namun dengan kondisi Amasya yang masih cukup memprihatinkan, sayur asam dan sambal tentu bukan pilihan yang baik. Tapi Rini masih punya menu andalan yang mungkin akan di sukai oleh Amasya. Menu itu adalah ayam kecap. Dengan menu yang tidak berat untuk kondisi Amasya saat ini. Rini yakin, Amasya akan baik-baik saja menyantap menu ayam kecap tersebut.
Hati seorang Alvin melirih. Ketika orang lain berusaha menghibur Amasya dengan sebuah kejutan sederhana. Alvin hanya bisa melihat saja, dia tak mampu melakukan apapun. Kondisi stroke yang menyerang Alvin. Membuat Alvin hanya bisa berada di kursi roda. Dia pun bersedih, tak dapat membantu yang lainnya dalam membuat sebuah kejutan sederhana untuk Amasya.
Darmi yang iba melihat kondisi Alvin. Seketika menghampiri ayah Amasya tersebut. Dia mencoba menguatkan Alvin yang terlihat begitu bersedih dengan kondisinya saat ini. Alvin tak berdaya, namun ini adalah ujian paling berat yang harus Alvin terima. Sebab semuanya adalah jalan Tuhan yang sudah memiliki jalurnya masing-masing.
Parni juga telah menyelesaikan makanannya. Semuanya sudah Parni hidangkan dengan begitu cantiknya di atas meja makan. Tinggal menunggu kedatangan daripada seorang Amasya dan Juan.
__ADS_1
Rini mengabarkan pada Juan, jika pesta kejutan untuk Amasya sudah selesai di buat. Tinggal menunggu kedatangan Juan dan Amasya untuk datang dari rumah sakit.
Rini langsung meminta seluruh orang bersiap dengan terompet masing-masing. Sebab beberapa saat lagi, Juan akan tiba di rumah. Apalagi saat gerbang rumah Juan sudah terbuka. Semuanya di perintahkan Rini untuk berada tepat di depan pintu rumah Amasya. Rini nantinya akan memberikan aba-aba pada setiap orang untuk meniup terompet masing-masing secara bersamaan. Dengan begitu, acara penyambutan seorang Amasya akan semakin meriah lagi.
Tiga...... Dua..... Satu..... Pretttty Suara terompet itu bergema dengan begitu meriahnya. Semua orang menyambut kedatangan Amasya dengan penuh suka cita.
Amasya yang terkejut, langsung tersenyum bahagia dengan kejutan kecil yang di berikan oleh orang-orang yang ada di rumahnya. Sedikit air mata haru di teteskan oleh Amasya. Dia tak menyangka Rini dan yang lainnya akan memberikan kejutan yang cukup meriah pada seorang Amasya. Ucapan terima kasih langsung di ucapkan oleh Amasya pada semuanya. Termasuk pada Juan yang ternyata semua ini di minta oleh Juan. Sebuah pelukan langsung di berikan Juan pada Amasya. Pelukan hangat yang benar-benar membuat Amasya bahagia.
__ADS_1
Rini membawa Juan dan Amasya untuk menyantap hidangan yang telah di sajikan oleh Parni. Ayam kecap tentu tidak akan bermasalah pada Amasya. Di tambah sayur bening yang memiliki cita rasa yang lezat. Semakin menambah cita rasa makan siang kali ini.