
20 nama sudah Devi hubungi untuk melakukan wawancara kerja langsung dengan dirinya. Devi begitu optimis, calon dokter yang akan mengisi kekosongan beberapa posisi di klinik miliknya adalah dokter-dokter yang sesuai dengan harapan dari seorang Devi. Bahkan beberapa mungkin lebih dari ekpektasi seorang Devi.
Sebuah ruangan khusus telah Devi desain untuk di jadikan tempat wawancara dengan para calon dokter. Ruangan itu nantinya akan di gunakan Devi untuk mencari calon dokter terbaik yang akan bekerja di kliniknya itu.
Salah seorang staf di klinik, bernama Heri. Di minta Devi untuk mengkoordinasikan setiap pelamar yang akan datang di hari ini. Devi tidak ingin, para pelamar nantinya akan menggangu aktivitas yang berlangsung di klinik miliknya tersebut. Heri yang mengemban tugas dari Devi, sudah siap melakukan koordinasi akan para pelamar yang datang.
Sebenarnya jadwal wawancara itu sendiri akan berlangsung di jam 10 pagi. Tapi antusias dari para pelamar yang begitu tinggi. Sebelum jam 10 pagi mereka sudah memenuhi ruangan yang akan menjadi tempat wawancara nantinya. Mereka terlihat begitu antusias untuk menjadi lima kandidat yang akan di pilih untuk bekerja di klinik milik Devi.
__ADS_1
Melihat antusiasme yang cukup tinggi dari pelamar yang akan melakukan wawancara kerja di hari ini. Devi begitu terlihat bahagia, itu artinya klinik yang dia pimpin adalah klinik terbaik yang di sukai oleh banyak orang. Termasuk para pelamar yang hadir di pagi ini.
Jam 10 pagi hampir tiba. Waktu interview itu akan segera berlangsung, beberapa pelamar nampak sudah terlihat tak sabar untuk melakukan interview kerja bersama dengan Devi. Surat lamaran mereka sudah di kumpulkan Heri untuk selanjutnya di acak, menentukan nomor urut interview kerja.
Panggilan pertama di berikan pada seorang pemuda berusia 23 tahun yang memiliki badan yang cukup kekar. Namanya adalah Johannes. Dia terlihat begitu meyakinkan dengan wajah oriental yang di milikinya. Dengan pandangan penuh percaya diri, Johannes memasuki ruang interview. Tak ada rasa gugup sama sekali. Begitu juga saat dia duduk di kursi di hadapan seorang Devi. Johannes masih terlihat percaya diri.
Nama kedua tak kalah keren dari seorang Johannes. Namanya adalah Victor Louise. Terlihat dari wajah Victor, dia adalah seorang blasteran. Hidung dia begitu mancung, dengan bentuk wajah yang terlihat sempurna. Pun dengan kulit putihnya. Semua orang tentu sudah bisa menerka, salah seorang dari orangtua Victor adalah warga negara asing.
__ADS_1
Cara bicara Victor yang terdengar sedikit belibet. Semakin meyakinkan dirinya adalah blasteran. Devi yang tertarik dengan wajah rupawan dari Victor. Mulai mempertanyakan beberapa hal pada pria berusia 25 tahun itu. Bukannya pertanyaan seputar kedokteran, Devi justru menanyakan hal privasi padanya. Sontak Victor memilih untuk mundur. Pertanyaan dari Devi, Victor anggap sebagai kecacatan dalam seleksi. Sebab Devi bukan terlihat seperti seorang yang mencari kerja. Melainkan seorang reporter yang mencari tahu kehidupan orang lain. Itu bertentangan dengan asas hidup seorang Victor. Hingga dia. Memilih untuk mengundurkan diri secara sukarela dari seleksi yang di lakukan oleh Devi tersebut.
Sudah dua calon pelamar yang sepertinya sudah tidak memiliki opsi untuk bergabung. Hanya menyisakan 18 calon kandidat lainnya yang akan Devi pilih. Namun apakah Devi akan menemukan 5 terbaik dari 18 calon pelamar lainnya.
Beberapa kandidat lainnya mulai menunjukkan ke arah kriteria yang Devi inginkan. Mereka mulai memberikan jawaban yang pas menurut seorang Devi. Hingga Devi sudah menemukan beberapa kandidat yang bisa bergabung dengan klinik dirinya.
Namun Devi tertarik pada seorang pelamar muda berusia 22 tahun bernama Aris. Memiliki wajah Pakistan, Aris terlihat begitu mempesona. Sedikit brewok yang tumbuh di bagian bawah mulut dan samping pipinya. Sungguh membuat seorang Devi terperana. Aris yang seorang fresh graduate. Langsung memikat hati Devi dengan jawaban yang di berikan. Aris pun langsung membuat Devi jatuh cinta, baik secara pekerjaan. Maupun perasaan dari Devi itu sendiri. Pembawaan Arus yang kalem dan terlihat sederhana, itu yang membuat Devi jatuh cinta. Devi pun sudah menyiapkan satu tempat untuk Arus dapat lolos dalam seleksi ini.
__ADS_1
Aris sebagai pelamar terakhir, menutup rangkaian wawancara kerja di hari ini. Devi akhirnya menemukan 5 kandidat kuat yang akan bekerja di klinik miliknya. Rasa lelah, cukup terbayarkan dengan 5 kandidat yang menurut seorang Devi itu sudah pas. Baik secara performa, penampilan dan pastinya kecocokan. Kelimanya mungkin akan bekerja dalam waktu dekat. Mengingat Devi sangat membutuhkan jasa kelimanya untuk bekerja di klinik miliknya.