Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Makan Malam Amasya Dan Juan


__ADS_3

Kilapan petir yang membawa tanda hujan akan turun. Tak menyurutkan semangat Amasya untuk pergi makan malam bersama Juan. Dia tetap bersiap-siap untuk berangkat bersama Juan.


Amasya sudah siap pergi bersama Juan untuk makan malam di restoran Jepang favoritnya. Pakaian super cantik membuat Amasya terlihat menawan. Parfume super wangi yang disemprotkan keseluruh tubuhnya. Semakin menambah rasa percaya diri Amasya untuk makan bersama Juan.


Amasya meminta izin pada kedua orangtuanya yang sedang asyik mengobrol di ruang keluarga. Entah apa yang diobrolkan oleh ayah dan ibunya. Tetapi obrolan itu nampak membuat keduanya begitu terlihat serius mengobrol.


"Mau kemana kamu sayang?" Tanya ayahnya menarik Amasya duduk.


"Juan mengajak aku untuk makan malam." Jawab Nania sedikit malu-malu.


"Emm... Ada yang lagi kasmaran nampaknya." Goda ayah Amasya.


Amasya tersipu malu.


"Mau makan malam dimana kamu?" Tanya Ratna ketus.


"Di restoran Jepang yang biasa kita datangi bu." Jawab Amasya.


"Beruntung banget kamu dapat dia. Tapi kayaknya dia yang dapat musibah dapat kamu." Ucap Ratna dengan julidnya.


Ayah Amasya langsung marah dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ratna.


"Kamu jangan ngomong seperti itu. Keduanya saling beruntung. Tidak ada yang dapat musibah apapun!" Tegas ayah Amasya.


Tak mau terpikir dengan ucapan ibu tirinya. Amasya lebih memilih untuk langsung meminta izin pada keduanya. Akan sangat sakit untuk Amasya jika harus mendengarkan ucapan dari ibu tirinya yang dari dulu kurang menyukai Amasya.

__ADS_1


"Ayah doakan semoga makan malam kamu dengan Juan berjalan lancar. Aamiin." Doa dari ayah Amasya.


Seperti yang dia janjikan pada Juan. Amasya akan menunggu Juan tepat di depan gerbang rumahnya. Amasya telah bersiap menunggu Juan yang berjanji akan menjemputnya tepat jam 7 malam.


Baru beberapa detik berdiri didepan gerbang. Sorot lampu mobil Devi menyilaukan mata Amasya. Devi mematikan sorot lampu mobilnya, kemudian perlahan membuka kaca mobilnya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Devi penasaran.


"Aku mau jalan sama Juan." Jawab Amasya.


"Akhirnya ada cowok juga yang mau sama kamu. Beruntung banget kamu, dia mau sama kamu." Ucap Devi.


Usai membuli Amasya dengan mulut pedasnya. Devi langsung kembali menutup kaca mobilnya. Dia pun langsung memacu mobilnya kedalam gerbang rumahnya.


Tak ambil pusing, Amasya tetap bersukacita menunggu kedatangan Juan yang sebentar lagi tiba. Membunuh rasa bosannya, Amasya melakukannya dengan bermain game online favoritnya. Dengan permainan game online tersebut, rasa bosan menunggu Juan pun terbunuh.


Juan turun, lalu menghampiri Amasya yang langsung mematikan handphonenya.


"Tepat jam 7 aku tiba. Aku gak bohongkan." Ucapnya sambil mengangkat tangannya yang melingkar sebuah jam tangan mewah.


"Iya Juan. Mr on time." Jawab Nania.


"Jadi itu panggilan sayang kamu ke aku." Juan keceplosan.


Mendengar kata sayang, Amasya sedikit gugup. Dia seolah tak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Juan.

__ADS_1


"Maksud aku, kamu kasih titel Mr on time buat aku?" Tanya Juan.


"Iya, karena akurasi ketepatan kamu 100% Jadi gak salah kalau aku panggil Mr on time." Opini Amasya.


"Berarti aku boleh panggil kamu Mrs Gucan juga dong." Pinta Juan.


Amasya tertawa dengan permintaan dari Juan tersebut. Dia mempersilakan Juan untuk memanggil apapun nama panggilan Amasya untuknya.


Diperjalanan yang masih cukup jauh, hujan turun dengan begitu derasnya. Suara petir yang menggelegar juga menjadi tantangan tersendiri. Tetapi baik Amasya maupun Juan, keduanya masih bersemangat untuk makan malam bersama.


Pakaian Amasya yang sedikit terbuka dengan gaun lengan pendek. Tampak membuatnya sedikit kedinginan. Juan yang mengenakan jas dengan pakaian dalam berupa kemeja lengan panjang. Meminjamkan jas miliknya untuk dipakai oleh Amasya.


Perhatian yang Juan berikan pada Amasya. Telah membuat Amasya semakin jatuh hati pada Juan. Juan begitu peka, hingga Amasya dibuat terpesona pada Juan.


Perhatian Juan tak sampai disitu saja. Dengan sigap dia memayungi Amasya begitu keluar dari dalam mobil. Juan ingin memastikan tak ada sedikitpun tetesan air hujan yang akan membasahi tubuh Nania malam ini. Hingga Juan dengan sigap memayungi Amasya.


Juan menggandeng tangan Amasya memasuki restoran. Tangan Amasya nampak dingin digenggam oleh Juan dengan begitu eratnya. Mata Amasya tak henti mencuri pandang pada Julien's yang nampak begitu gagah.


Sampai di meja yang akan menjadi tempat makan mereka. Juan tetap menunjukkan keromantisan pada Amasya. Dia menarik kursi yang akan dijadikan tempat duduk Amasya. Tak lupa dia juga sedikit membersihkan kursi tersebut. Hingga Amasya akan duduk dengan begitu nyamannya.


Tak lama menunggu, seorang pelayan perempuan menghampiri meja tempat Amasya dan Juan duduk.


"Selamat malam kakak. Bisa saya catatan pesanan kakak." Tawar pelayan itu.


"Boleh saya pesan dua kursi pelaminan untuk kita berdua?" Pinta Juan sedikit menahan tawa.

__ADS_1


Pelayan itu langsung tertawa mendengar ucapan dari Juan. Dia mencoba menahan tawanya dengan menutup rapat mulutnya dengan tangan kiri yang memegang buku pesanan. Amasya yang malu-malu, juga berusaha untuk tak tertawa dengan gombalan yang diucapkan oleh Juan. Dia berusaha sebisa mungkin untuk tetap anggun dengan gaun yang dia kenakan.


Usai mengeluarkan jurus gombalan mautnya. Kini Juan benar-benar memesan makanan yang ingin dia pesan.


__ADS_2