Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Parni Mengajak Devi Bertemu


__ADS_3

Seorang debt kolektor yang sama, kembali menemui Parni. Kedatangan debt kolektor itu tentu untuk menagih hutang Parni yang hingga kini masih belum di bayar. Kali ini debt kolektor itu berani menampakkan dirinya di rumah Amasya. Baru akan membuka pintu gerbang rumah Amasya, Parni yang selesai buang sampah. Langsung di kejutkan oleh kedatangan debt kolektor yang ingin menagih hutang kepada dirinya.


"Mau kemana kamu?" Kejut debt kolektor.


Parni yang ketakutan, mencoba melepaskan diri dari cengkraman debt kolektor tersebut. Namun kuatnya cengkraman dari debt kolektor itu. Hanya bisa membuat Parni pasrah.


"Kapan kamu akan melunasi hutang kamu, 2 hari lagi akan jatuh tempo." Ancam debt kolektor.


"Iya, saya akan segera membayar hutang saya." jawab Parni ketakutan.


"Hari ini?" tanya debt kolektor dengan wajah seramnya.

__ADS_1


"Be-be-besok mungkin." jawab Parni semakin ketakutan.


"Baik, besok saya akan ke sini lagi. Jika kamu tidak juga membayar hutang kamu. Kamu tahu akibatnya sendiri." Ancam debt kolektor kembali.


Parni benar-benar bingung. Dari mana dia akan mendapatkan uang untuk membayar hutang pada debt kolektor tersebut. Mengingat Amasya sudah tidak percaya lagi untuk meminjamkan uang pada Parni.


Ada opsi dari seorang Devi untuk Parni. Tapi apa Parni tega melakukan hal itu pada Amasya. Belum lagi jika Parni sampai ketahuan, mungkin Parni akan di penjara oleh Juan.


Akhirnya opsi yang di berikan oleh Devi pada Parni, di ambil olehnya. Mungkin ini jahat, tapi ini bisa menyelesaikan semua permasalahan hidup Parni. Parni akan bebas dari segala ancaman debt kolektor yang akan terus menerornya.


Parni mengirimkan pesan pada Devi untuk bertemu. Mungkin malam ini Parni akan menemui Devi di rumahnya. Mengingat hari ini Devi bekerja di shift pagi. Sehingga waktu malam, Devi sudah berada di rumah.

__ADS_1


Tak lama Devi langsung membalas pesan dari Parni. Devi mengaku tak sabar untuk memberikan uang itu pada Parni. Bahkan Devi akan memberikan bonus yang besar, jika Parni sukses memasukkan obat penggugur kandungan pada janin yang di kandung Amasya. Itu akan membuat Parni di guyur uang yang besar.


Janji-janji yang hendak di berikan oleh Devi pada Parni. Semakin membuat Parni antusias, dia telah di butakan oleh uang. Sehingga dia tak dapat lagi berpikir secara jernih. Apa yang di lakukan oleh Parni, tentu melawan hukum. Tapi Parni malah melakukan itu dengan sengaja.


Mengingat waktu malam yang sebentar lagi akan segera tiba. Parni harus segera bersiap diri untuk bertemu dengan Devi. Ini bisnis yang menguntungkan, sekaligus menjadi ajang bagi Parni untuk membalas dendam pada Amasya yang telah menolak memberikan pinjaman uang. Juga teguran tegas yang di lakukan Amasya pada Parni beberapa hari yang lalu. Semakin membuat Parni bersemangat untuk melakukan kejahatan pada seorang Amasya.


Parni yang awalnya terlihat murung, kini mulai terlihat ceria kembali. Rendi menyapa Parni dengan penuh senyuman. Langsung di balas Parni dengan senyuman yang tak kalah cantik dari seorang Rendi. Biasanya Parni enggan memberikan senyuman pada sesama karyawan yang bekerja di rumah Amasya. Tapi tidak dengan hari ini. Parni sedang bahagia, hingga dia membalas senyuman Rendi dengan begitu baiknya.


"Nah gitu dong. Kalau orang senyum tuh, harus di balas senyuman. Sebab senyum itu ibadah." ucap Rendi.


Parni tak membalas ucapan dari Rendi. Dia hanya terlihat malu-malu saja, mendengar ucapan dari Rendi. Mengingat Parni selama ini memang di kenal jutek.

__ADS_1


__ADS_2