Di Paksa Childfree

Di Paksa Childfree
Ibu Juan Kesal


__ADS_3

Di minggu pertama, sudah pasti rumah ibu Juan akan menjadi tempat arisan keluarga. Hari ini pun ibu Juan mengundang Juan dan Amasya untuk hadir dalam arisan keluarga tersebut. Namun Juan yang harus masuk kerja, tidak bisa hadir dalam acara arisan keluarga tersebut. Dia pun hanya di wakili oleh Amasya saja untuk menghadiri acara arisan tersebut.


Amasya pun tampil cantik ketika menghadiri acara undangan arisan tersebut. Dia terlihat begitu percaya diri saat bertemu dengan beberapa anggota keluarga besar Juan. Hingga Amasya terlihat begitu akrab dengan beberapa anggota keluarga Juan. Termasuk dari tante-tante Juan yang terkenal tukang ghibah tersebut.


Mereka begitu menyukai penampilan cantik Amasya yang terlihat begitu mempesona. Hingga beragam pujian di berikan pada Amasya yang memang terlihat begitu cantik di hari ini. Amasya yang tidak ingin larut dalam pujian yang di berikan anggota keluarga besar Juan. Mencoba tetap rendah hati dengan pujian yang dia dapat.

__ADS_1


Acara pertama pun di mulai dengan makan-makan. Di mana sebuah meja panjang telah di siapkan oleh ibu Juan untuk menyambut kedatangan dari saudaranya tersebut. Hingga meja panjang itu pun di terisi penuh oleh anggota keluarganya yang berjumlah banyak tersebut.


Semuanya begitu menikmati setiap hidangan yang ada. Begitu juga Amasya yang tidak henti memakan setiap hidangan yang di sajikan oleh ibu mertuanya tersebut. Amasya begitu menikmati setiap hidangan yang ada itu.


Menggosip menjadi satu rutinitas lain yang harus di lakukan. Membicarakan kekurangan orang lain sebagai sebuah kelemahan yang harus di goreng menjadi bahan pembicaraan. Memang begitu nikmat. Tak heran, setiap anggota keluarga yang memiliki cerita langsung menuangkan cerita mereka dalam obrolan tersebut.

__ADS_1


Obrolan itu semakin dalam, hingga akhirnya mood ibu Juan untuk menyantap makanan pun berakhir dengan sebuah kekecewaan. Dia melempar sendok dan garpu yang ada di genggaman tangannya. Hingga sendok dan garpu yang mengenai piring, langsung menghasilkan bunyi yang cukup keras.


"Kalian bisa tidak bahas kehamilan. Saya benci dengar kehamilan. Apalagi setelah menantu saya gagal menjaga kehamilan pertamanya itu. Rasanya saya benci mendengar kata hamil." Bentak ibu Juan dengan begitu kasarnya.


Semua anggota keluarga besar ibu Juan pun terdiam melihat amukan dari ibu Juan. Sementara Amasya terlihat begitu sedih mendengar ucapan dari mertuanya tersebut. Bagaimana juga, Amasya sudah berusaha menjaga kehamilannya. Namun nasib berkata lain, hingga Amasya harus kehilangan bayi dalam kandungannya.

__ADS_1


Ibu Juan yang begitu kesal, akhirnya pergi meninggalkan meja makan. Acara arisan yang seharusnya berjalan dengan begitu menyenangkan. Berubah menjadi sebuah acara yang buruk bagi semuanya. Apalagi melihat kemarahan dari ibu Juan yang begitu besar. Semua orang yang hadir pun menjadi takut. Mereka begitu ketakutan melihat amukan dari ibu Juan.


Akhirnya satu persatu anggota keluarga Juan mulai meninggalkan rumah Juan. Mereka tidak ingin kembali menyakiti perasaan ibu Juan yang terlihat begitu terluka. Mereka hanya menyampaikan pesan pada Amasya selaku perwakilan keluarga Juan. Amasya yang sebenarnya masih cukup bersedih dengan apa yang diucapkan oleh ibu mertuanya. Terlihat hanya bisa terdiam. Dia tidak bisa melakukan apapun lagi, selain terdiam saja.


__ADS_2